Postingan

24 Tahun, Mau Jadi Apa?

2 Juli 2015. Jika hidup adalah sebuah perjalanan, perjalanan ini sudah berusia 24 tahun. Jika hidup dikatakan sebagai sebuah cerita, barangkali inilah episode yang penting untuk menentukan jalan cerita selanjutnya. Om Awighnam Astu  Namo Siddham. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru.  “Mau jadi apa?” “Mau dibawa kemana hidupmu?” “Apa rencanamu selanjutnya? “Kapan kawin?” Pertanyaan menyebalkan yang selalu terngiang di telinga dan membuat tak nyenyak tidur. Disisi lain, pertanyaan ini juga menimbulkan efek jengah yang dahsyat. Terlebih lagi situasi teman sebaya di usia ini yang seringkali terlihat lebih “beruntung” dalam hidupnya. Ah, sebenarnya tentu bukan saatnya untuk sekedar mengutuk keterbatasan. 

Merantau Lagi

Saya masih ingat betul. Waktu itu tanggal 3 Agustus 2009, ketika kali pertama saya naik pesawat terbang dan melihat awan lebih dekat. Penerbangan pagi dari Denpasar menuju Jogjakarta ditemani kakak. Wah senang sekali rasanya. Maklum, jangankan jalan-jalan ke luar Bali atau ke luar negeri. Saya tumbuh di kota kecil Jembrana yang ke kota Denpasar saja jarang. Saya merantau di Jogja untuk melanjutkan pendidikan pasca SMA. Tempat itu merupakan kilometer terjauh antara saya dan rumah untuk waktu yang tidak sebentar. Sedih sudah pasti. Jauh dari keluarga. Namun sejak saat itu, saya sering menyemangati diri dengan, “ Baiklah, sekarang saya menjadi seorang perantau! ”. Berkali-kali saya hentakkan kalimat itu dengan keras di dalam hati. Merantau di Jogja. Kota sejuta pesona. 5 tahun saya habiskan waktu di kota istimewa itu hingga meraih gelar Sarjana. Sarjana Jogja . Tempat saya berkontemplasi ilmu, buku, pesta dan cinta.

Dimulai di Tahun 2014, Bertumbuh di Tahun 2015

Gambar
Dalam hitungan menit, tahun 2014 akan berakhir dan mau tak mau kita segera beranjak menuju tahun baru 2015. Seperti biasa, saya rasa perlu untuk sedikit menengok ke belakang atas apa saja yang telah dilakukan dan belum dilakukan di tahun ini. Bagi saya, hal ini penting untuk bisa mengevaluasi diri sendiri dan sejenak merenung agar bisa bertumbuh lebih baik lagi di tahun baru 2015 nanti. Kehidupan Sebenarnya Bisa saja benar yang dibilang orang-orang. Katanya, kehidupan sebenar-benarnya dimulai pada dunia pasca-kampus alias setelah wisuda. Jika mengikuti kaidah itu, berarti kehidupan saya yang sebenarnya dimulai pada tahun 2014.

Orang Bali Tak Pernah Liburan?

Gambar
Orang Bali diakui pintar memandu liburan para tamu luar Bali, namun justru mereka sendiri tidak pernah liburan. Mungkin benar karena “ Everyday in Bali is Holiday ”, jadi orang Bali sudah merasa liburan setiap hari. Para tamu itu bahkan sudah berkali-kali liburan ke Bali, sampai hapal tiap pengkolan. Sedangkan orang Bali masih setia saja dengan wilayahnya. Sepertinya tak tertantang untuk sesekali berlibur ke negeri para tamu itu. Benar kata orang, orang Bali itu tipe orang yang setia.

Kalah Main Catur

Gambar
22 Juli 2014. " Kami menolak hasil Pilpres 2014. Kami menarik diri dari proses ini ! " Sangat disayangkan, sosok patriot dan kesatrya itu menolak hasil pilpres dan secara terbuka menarik diri dari proses demokrasi di detik-detik terakhir pengumumuman penetapan dari KPU. Saya tidak habis pikir. Mengapa beliau melakukan ini? Makin kesini, ekspektasi positif saya terhadap beliau semakin tak pantas. Rasanya, saya makin tidak tepat menilai beliau. Kenapa beliau jadi cengeng dan drama begini. Sungguh saya tak menyangka beliau memilih sikap seperti ini. Apa yang bisa diharapkan dari seorang capres 'tegas, patriotik dan berwibawa' yang mendadak mundur dari kompetisi politik sebelum kompetisi itu selesai?

Gara Gara Jokowi

Gambar
[caption id="attachment_1408" align="aligncenter" width="480"] Foto Konser Salam 2 Jari di GBK[/caption] Riuh copras capres kali ini sunggulah menarik. Banyak pelajaran politik yg bisa saya dapatkan. Pendidikan politik cantik yg jarang saya dapatkan sebelumnya. Inilah sejarah baru dalam wajah politik negeri. Saya menyaksikan sejarah. Kelak, akan menjadi cerita manis untuk anak cucu saya. Titik awal ketika politik sudah tidak norak dan membosankan lagi. Jika suara rakyat adalah suara tuhan, artinya satu suara saya amatlah berharga. Maka dari itu, tak akan saya sia-siakan. Maka, saya akan memilih Jokowi. Saya tugaskan beliau menjadi pemimpin. Karena gara-gara beliau lah semua ini bisa terjadi.

Sudah 23 Tahun

Gambar
[caption id="attachment_1402" align="alignleft" width="171"] Saya waktu TK[/caption] 2 Juli 2014. Astaga, saya sudah 23 tahun. Belum banyak yang telah saya lakukan. Belum banyak yang bisa saya lakukan. Berbagai harapan dan cita-cita  pribadi masih menggantung di bintang, ingin segera saya capai. Ah, tapi masih terlalu dini. Masih jauh. Perjalanan justru baru dimulai. Minimal, pencapaian yang mungkin bisa dibanggakan di umur 23 tahun ini tentang nama saya yang sudah memakai titel Sarjana. Hihi. Saya sadari di usia yang sudah 23 tahun ini, harus mulai perlahan menjalani hidup dengan mandiri. Konkritnya, mulai 'melepas' ketergantungan dengan orang tua, apalagi sekarang sudah lulus kuliah. Semoga saya bisa. Pelan-pelan. 23 Tahun. Terimakasih untuk apa saja yang sudah terjadi. Dan untuk apa yang akan terjadi di depan, saya siap. Terimakasih ucapan dan doa dari orang-orang terdekat. Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru.    

Kita adalah Harapan

Gambar
“Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tau bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga dia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa dia membenci politik. Si dungu tidak tau bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional” - Bertolt Brecht Wajah perpolitikan negeri sudah sedemikian suram. Partai politik yang seyogyanya memperjuangkan aspirasi rakyat, malah sebaliknya justru mempertontonkan perilaku politik yang kurang elok. Apapun dilakukan untuk memperoleh dukungan. Masa bodo yang penting ambisi kekuasaan tercapai.

Orang Baik Jangan Diam

Gambar
Pernyataan sakti dari Anies Baswedan itu selalu terngiang di pikiran saya. Dalam berbagai kesempatan, kalimat tersebut selalu diulang-ulang oleh beliau. Ada lagi yang lain, beliau sering mengatakan “Kita harus mendorong orang baik agar bersedia memasuki arena politik”. Intinya, beliau menyatakan bahwa politik akan mempengaruhi banyak orang, oleh karena itu, mari kita jangan diam saja dan bersikap apatis, mari dukung orang baik untuk kita beri amanah memimpin negeri ini. Coba deh simak pernyataan sikap beliau di sini   dan sini   Sering saya mengangguk, artinya setuju, berkali-kali setuju, tapi sekaligus tidak tenang. Sempat terpikir untuk tidak ikut-ikutan berkomentar tentang copras capres, tapi akhirnya tidak bisa. Pernyataan Anies Baswedan itu selalu menampar saya. Sebagai anak muda yang cinta negeri, saya juga harusnya berkontribusi. Jangan diam saja. Apalagi malah membuat status “netral” di facebook, misal “Ngapain sih ribut-ribut copras capres, berisik tau, toh siapapun presidenny...

Film Pendek - Indonesia Masih Subuh

Gambar
Akhirnya kita percaya diri untuk mengunggah film amatiran ini ke youtube. Setelah  sekian lama, akhirnya film pendek berjudul "Indonesia Masih Subuh" rilis di youtube. Padahal. proses pengambilan gambar dilakukan lebih dari setahun yang lalu, Maret 2013. Kemudian, proses kreatif kita buntu ketika proses editing. Banyak scene yang tidak sesuai dengan rencana pada storyboard. Ending film juga kita bingung sendiri  mau dibawa kemana. Akhirnya kita biarkan begitu saja file video mengendap di rimba folder-folder hardisk. Tak pernah tersentuh lagi. Hampir kadaluarsa. Karena mood untuk menyelesaikannya sudah hilang. Ya memang begitu. Bisa dibilang film ini hampir gagal produksi. Semangat crew sudah hilang. Tapi berkat kreatifitas (baca: nekad) sutradara Lanang Sumarjana film ini dipaksa agar selesai. Semua kekurangan sebelumnya diolah sedemikian rupa agar bisa menjadi cerita utuh, minimal mendekati maksud awal si pembuat  ide cerita Fauzan Hasbi.

Bunga dari Tika

Tika memang ada-ada saja Tika tahu banget gimana cara saya bersenang-senang. Gimana cara menyenangkan saya. Tika memang begitu. Suka sekali memberi kejutan kepada orang terdekatnya. Makanya, banyak orang yang menyayanginya. Ini bunga spesial dari Tika untuk saya. Sumber dari blognya ini . Apa tulisan ini berlebihan? Mungkin saja. Tapi setidaknya dia tahu betul apa yang saya pikirkan dan lakukan selama ini. Thanks, Tik! Untuk kamu yang terlalu biasa Ini sebuah hadiah, tulisan yang akan menyiratkan perjuangan seorang perantau. Dimana sekitar lima jam yang lalu akhirnya ia melepas status penganggurannya. Selamat ya. Ya, dia Made Bhela Sanji Buana. Seorang yang paling happening di hidupku setahun lebih ini. Seorang yang tidak pernah lepas dari benakku dan semua lalu lalang pikiranku setahun lebih. Bukan karena cinta, tapi karena inspirasi dan pembelajaran hidup yang kami retaskan bersama. Hari ini tepat tanggal 22 Januari 2014, Tuhan mengabulkan doanya. Doa yang selama ini menjadi kegelisa...

Sarjana Jogja

Gambar
Ah, harusnya banyak sekali yang bisa saya ceritakan Terakhir cerita di blog pada tanggal 1 Oktober 2013 tentang akhirnya saya lulus Sarjana Teknik . Setelah itu banyak kejadian penting yang terjadi di hidup saya. Namun, sayang sekali saya tidak rajin menuliskannya ke dalam blog. Tapi tidak apa-apa. Saya selalu tidak lupa untuk memposting cerita/foto di media sosial lainnya --untuk nantinya siapa tahu bisa dijadikan cerita secara runut-. Dokumentasi hidup. Salah satunya saya rajin posting foto moment penting di akun instagram dan twitter saya. Media sosial favorit karena kita bisa membuat linimasa hidup yang tersimpan rapi di dunia maya, lengkap dengan waktu postingnya. Ya, bagi saya begitu. Mari biarkan saya bercerita.. Wisuda 16 November 2013 akhirnya orangtua datang ke Jogja. Sebuah moment yang sejak 4 tahun lalu saya tunggu-tunggu. Ini moment pertama kalinya. Senang sekali bisa mengenalkan Jogja kepada orang tua. Nyaman. Begitu kata ibuk saya. Bapak saya juga mengamini. Ya memang,...

Bapak, Ibuk. Dek Bhela sudah Sarjana!

Gambar
Ruang Sidang, K-5 Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM. 30 September 2013. Pukul 14.00 WIB.  Perlahan, saya menuju panggung presentasi, saatnya saya melakukan pertunjukan, pikir saya. Pak Sani selaku dosen pembimbing sudah mulai menyebut nama saya, lengkap dengan judul skripsi saya, pertanda bahwa sebentar lagi waktu dan panggung ini benar-benar milik saya sepenuhnya. Pak Didik dan Bu Yori sebagai dosen penguji sudah mulai bertualang dengan lembar demi lembar draft skripsi saya. Jika saja kertas bisa merasakan, sudah pasti dia juga harap harap cemas.  Jantung berdegup kencang. Dentuman berdentum makin terasa di dada, tapi beruntung tak sampai sesak. Sebisa mungkin tetap tenang. Saya menampilkan pertunjukan yang terbaik. Powerpoint presentasi saya buatkan se-powerful mungkin. Ini adalah pertunjukan hasil kerja keras saya semenjak bulan April. Persiapan pertunjukkan yang memakan tenaga, menyita waktu dan menguras uang. Akhirnya saya berhasil. Dosen pembimbing dan dosen penguji t...

Biarkan Menjadi Misteri

Gambar
[caption id="attachment_1222" align="aligncenter" width="564"] sumber : http://offthewallsocial.com/[/caption] Tak bisa dipungkiri lagi, media sosial saat ini benar-benar menelanjangi ranah privasi yang justru indah karena misteri.  Beberapa saat yang lalu saya terpaksa unshare beberapa akun di Path. Saya menyeleksi hingga hanya beberapa temen deket saja yang saya sisakan. Sekali lagi, karena terpaksa. Bukan karena ada masalah dengan orang tersebut atau apa, tapi saya mulai merasa tidak nyaman bermedia sosial yang terlalu berlebihan hingga menembus ranah privasi seperti itu. Apa mungkin kemudian ini yang namanya #prinsip --yang sering di-hashtag-an orang-orang di Twitter. Bisa saja.

Dijumah

Lagi-lagi dibuat merinding rinding oleh Dialog Dini Hari. Kali ini judulnya "Dijumah" yaitu bahasa Bali yang artinya dirumah. Lirik sederhana, musik mengayun, suara berat khas Pohon Tua. Salah satu lagu yang kurang ajar. Ah, sepertinya isi hati saya saat ini bener-bener diejawantahkan dengan sempurna oleh Dialog Dini Hari di lagu ini. Kali ini tanpa berbusa-busa langsung saja dengarkan sendiri lagunya dan resapi liriknya. 

Akhirnya Puasa Juga

Sebetulnya saya jengah melihat berita di beberapa media mengenai penggerebekan 'brutal' di beberapa tempat terhadap warung makan yang buka pada siang hari di bulan puasa. Sejatinya saya penasaran, ada apa dengan warung makan, ada apa dengan umat yang sedang beribadah puasa. Di bulan yang penuh berkah ini tentu hal-hal berbau kekerasan nan brutal tidak apik untuk dipertunjukkan. Bahkan harusnya setiap hari. Tapi kalo pesimis, setidaknya minimal pada bulan ini saja lah. Pedagang makanan kan juga berhak melanjutkan hidupnya dengan berdagang, mengumpulkan pundi-pundi untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan mencari rejeki untuk kebutuhan di hari raya. Dan lagi, kok saya pikir mustahil ya, orang yang khusuk berpuasa yang notabene sudah terbiasa beribadah puasa dari tahun ke tahun masih terganggu (tidak tahan nafsu makan) dengan sekedar hidangan warung makan atau pemandangan orang yang makan dengan lahap di depannya. Sesederhana gobloknya saya berpikir, berdagang ya berdagang, beribadah y...

Masturbasi

Bagi sebagian orang, membaca sifat orang mengasyikan. Berbincang-bincang mengenai seseorang selalu seru. Seringkali mengenai sifat kekurangan seseorang. Ah, tak baik berbagi kekurangan. Sebaik-baiknya mending berbincang-bincang yang baik-baik saja. Tapi kalo yang baik terus, kita jadi ga belajar ya. Tapi berbincang mengenai sifat personal sendiri tentu selalu mengasyikkan. Entah, baik buruk. Segalanya pasti seru. Sama seperti berdialog dengan diri sendiri, menampar diri sendiri, mencaci maki diri sendiri, memuji sendiri bahkan menyayangi diri sendiri. Iya, seperti masturbasi.

Lika Liku Judul Skripsi

Gambar
Sejak mulai pengajuan judul skripsi pada semester 6 sampe sekarang, saya ganti judul 3 kali. Bukan apa-apa ditolak atau gimana, tapi karena saya sendiri yang tidak sreg. Banyak faktor yang menyebabkan ke-tidak-sreg-an saya, mulai dari kebingungan saya mencari lokasi studi, kebingungan mengangkat fokus penelitian dan banyak kebingungan-kebingungan yang setiap hari mengganggu tidur saya. Selain itu, dosen pembimbing saya pada saat itu tidak sesuai dengan harapan saya. Maksudnya, bukan karena dosen saya tidak kompeten, bukan, tapi karena kembali lagi ke masalah sreg-sregan. Saya merasa judul penelitian saya agak sedikit "nyaplir" dari interest studi dari dosen tersebut. Nah, itulah saya jadi tidak sreg. Oh iya, selain itu juga ada perasaan yang mengganjal juga, dosen pembimbing saya waktu itu berencana ingin melakukan cuti pada bulan Mei. Maka dari itu, mahasiswa bimbingannya disarankan menyelesaikan skripsi sebelum Mei. Begitu. Saya pikir ini bakalan terlalu buru-buru. Saya tid...

Ada Cinta di 22 tahun

Gambar
Kali ini, saya ingin sedikit berbagi kebahagian yang saya terima sebagai hadiah di ulang tahun 22 tahun. Kan orang bijak pernah berkata bahwasanya kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang dibagi. Daripada menebar kesedihan, tentu lebih baik menebar kebahagiaan. Kan gitu. Di ulang tahun saya ke 22 tahun ini, ada sesuatu yang istimewa, ada cinta yang tidak dipungkiri mampu meneteskan satu dua tetes air mata. Sebuah kejutan yang disusun apik. Melibatkan orang-orang sekeliling saya. Bahkan sampai teman dekat dirumah dan keluarga. Video berikut ini adalah video yang berisikan doa dan cinta dari teman-teman terdekat dan keluarga untuk ulang tahun saya ke-22 tahun. Jika berkenan, di play saja. Durasi 23 menitan. Penuh kebahagian. Karena sebaik-baiknya kabar adalah kabar yang membahagiakan. Untuk kualitas yang bagus bisa disetting ke 480p (ini pesan khusus dari editornya). *** Saya mulai cerita saja. Kronologis singkat sampai akhirnya video itu diputar di layar movie box. Malam itu tanggal 1...

22 tahun!

Gambar
Bayi yang terlahir di RS. Sanglah pada pagi hari di tanggal 2 Juli 1991 ini pertama kali diberi nama Made Bhela Sanji Ananta. Namun, keluarga besar menyarankan untuk mengganti nama belakang menjadi "Buana" untuk identitas keluarga besar yang wajib disematkan pada setiap generasi. Dan pada akhirnya, bayi bernama lengkap Made Bhela Sanji Buana secara resmi ikut meramaikan dunia beserta hiruk pikuknya. Hingga sekarang, bayi itu sudah 22 tahun. Tentu tidak pantas lagi untuk mengharapkan kado mobil-mobilan idaman dari orang tua. *** [caption id="attachment_1144" align="aligncenter" width="430"] 22 tahun![/caption] 2 Juli 2013 . 22 tahun sudah melakoni sebuah peran sandiwara di dunia yang disebut hidup . Lahir, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, sampai berlari sekencang-kencangnya. Terjatuh, terluka, menangis, bahagia, tertawa, hingga belajar cinta. Semuanya terangkum indah dalam linimasa kehidupan yang tidak selalu bisa ditebak. Bahkan sejatinya...

Salam Mengejar Sarjana

Gambar
Selamat malam para pejuang pengejar sarjana. Video ini sepertinya didedikasikan untuk kita. Tetap semangat!

Perlunya Konsisten

Menulis di blog saja perlu konsisten. Apalagi yang lain. Mungkin banyak yang setuju, atau mungkin tidak sedikit juga yang malah tidak setuju. Bahwa apapun aktivitas yang sudah lama ditinggalkan, akan sulit untuk memulai lagi. Apalagi kegiatan itu belum sampe menjadi sebuah hobi, atau kesenangan. Tapi baru pada fase yang masih belajar untuk membiasakan diri terhadap aktivitas itu, agar kelak benar-benar sah menjadi hobi. Misal, hobi saya main drum, saya senang menggebuk drum, ketika ada sesuatu hal yang lain dan waktu tidak mengijinkan untuk bermain drum, saya meninggalkannya sejenak. Namun, ketika tiba waktunya, drum di depan mata langsung saya hajar tanpa basa-basi. Biarpun agak kaku, tapi tetep enjoy.  Nah, ternyata aktivitas menulis saya belum sampe sana. Padahal cuma menulis di blog saja. Seperti sekarang ini, kok rasanya kaku dan sulit menemukan ide untuk menulis apa. Padahal sebenarnya, banyak yang harus ditulis. Karena seperti yang ada di tagline blog saya ini. Menulis itu kebut...

Bali, Aku Tinggal Sebentar Ya..

Gambar
Ini adalah lagu baru dari Nosstress yang berjudul "Ini Judulnya Belakangan". Ya, judulnya memang begitu. Lagu ini dirilis di Youtube untuk menyambut pilkada Gubernur Bali yang baru kemarin akhirnya KPUD mengetok bali untuk kemenangan Pastika - Sudikerta. Gubernur petahana (incumbent) terpilih lagi untuk memimpin bali 5 tahun ke depan. Semoga tidak gitu-gitu aja. Semoga ada gebrakan yang jitu untuk memecahkan permasalahan Bali beserta hiruk pikuk pariwisatanya. Sebagai salah satu mahasiswa dari bali yang merantau ke jogja, lagu ini semacam soundtrack. Sempat sedikit dibuat merinding setelah mendengar lagu dari Nosstress ini. Lugas dan jujur. Silahkan saja diputar videonya dan jangan lupa resapi liriknya.

Hore, Pak Presiden Sudah Punya Akun Twitter

Gambar
Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya Mr. President SBY membuat akun twitter pribadinya. Sangat menarik melihat komentar di twitter land mengenai ini, ada yang menyambut positif dan ada yang membully habis-habisan.

Untung Saya Masih Punya Hobi

Gambar
Sebuah refleksi bahwa mendapat nilai tertinggi di sekolah/kampus tidak menjamin kesuksesan seseorang. Video ini adalah pidato dari Erica Goldson pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School , New York, tahun 2010. Erica Goldson merupakan lulusan siswa dengan nilai terbaik. Cukup membuat kaget dan tersentak, sekaligus penyadaran. Karena isi pidatonya bukan sembarang cuap-cuap saja. Barangkali bisa menjadi refleksi bagi kita semua (terlebih lagi bagi yang menghamba nilai tinggi). Inilah cuplikan pidatonya dalam bahasa Indonesia

Mahasiswa Sibuk Skripsi

Gambar
[caption id="attachment_1080" align="aligncenter" width="500"] "Berpikir" Sumber : http://fastaqimsolution.wordpress.com[/caption] Dulu, pada waktu masih kecil, mendengar kata skripsi itu pikiran saya langsung tertuju pada hal yang berkaitan dengan orang-orang yang sudah gede. Pada waktu itu saya tidak terlalu ingin tahu lebih dalam sebenernya apa itu skripsi. Pokoknya gampang saja, skripsi itu tugasnya orang-orang yang sudah gede, dan suatu saat saya pasti akan membuatnya. Lalu saya kembali bersama teman-teman bermain gundu.

Film Pendek - PERKENALAN

Gambar
Ini adalah karya iseng super amatiran GagukGaguk Production yang ke-3. Mungkin ada baiknya anda membaca postingan saya sebelumnya mengenai pengalaman pertama saya menjadi (sok) sutradara di Director-Wannabe. Film ini merupakan hasil konkritnya.

Director-Wannabe

Gambar
Gagukgaguk production kembali "berulah".  [caption id="attachment_1030" align="alignright" width="221"] sumber : http://www.supercoloring.com/pages/director-is-at-work/[/caption] Karena pada dasarnya, kami adalah sekumpulan mahasiswa tingkat akhir yang tidak bisa diam, lagi-lagi dengan kurang ajar kami membuat film pendek yang super amatiran setelah Love Language (Indonesia remake) dan Film Pendek - TANPA SUARA yang "berhasil" mendapat respon positif dan negatif.

Sekarang Bisa Ngeblog Dimana Saja

Tulisan ini ditulis dari app wordpress for android. Ternyata fitur-fiturnya cukup lengkap. Tidak jauh berbeda dengan yang web version. Cuma perlu menyesuaikan saja. Memang saat ini saya masih gagap mengetik menggunakan touch pad di gadget (baru) ini. Jari saya besar-besar cukup menyulitkan memijit satu persatu karakter. Membuat satu kalimat saja, memerlukan beberapa kali delete-edit . Eh, ternyata bisa italic juga ya. Bold juga bisa. Garisbawah. Ternyata fitur teks coret juga ada. Wah, lengkap dong. Hehe. Seru banget app Wordpress for android ini. Sangat membantu. Dimanapun pengen ngeblog ya bisa saja. Bahkan sambil jongkok. Jadi,  mulai sekarang saya bisa ngeblog dari mana saja. Tidak perlu harus membuat postingan dari laptop. Gimana tampilan dari web version ya? Rapi ga? :D

Instagram Madebhela

Gambar
Memotret sebuah momen selalu mengasyikkan. Sejak jaman dulu pun kegiatan potret-memotret memang menjadi elemen penting dalam peristiwa-peristiwa bersejarah. Sejarah-sejarah yang kita baca di buku, sedikit banyak merupakan hasil dari terjemahan/intepretasi potret-potret yang ditemukan oleh para ahli sejarah. Kemudian dirunut menjadi kronologis sehingga informasi menjadi utuh dan selanjutnya sampai saat ini bisa digunakan banyak orang. Dokumentasi foto dikatakan abadi. Mengabadikan gambar. Sebagai kenang-kenangan. Visualisasi gambar memang bisa "bercerita" lebih banyak dibanding cerita-cerita yang hanya berbentuk teks. NO PICT = HOAX Premis itu muncul di sosial media, akibat kegelisahan beberapa orang yang sulit mempercayai informasi apabila tidak disertai foto. Tidak ada foto, berarti bohong. Begitu kira-kira. Jurnalisme warga juga menjadi isu yang menarik akhir-akhir ini. Dikatakan bahwa semua orang bisa membuat berita, memberitakan peristiwa yang terjadi di depan kepalanya, ...