Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hindu

Hari Raya Saraswati : Dulu dan Sekarang

Setiap 210 hari sesuai dengan kalender Bali, pada Sabtu Umanis Watugunung umat Hindu merayakan hari raya Saraswati, yaitu hari raya turunnya ilmu pengetahuan kepada seluruh manusia untuk menjalani kehidupan yang sejahtera. Hari raya ini merupakan hari raya pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi ilmu pengetahuan, Dewi Saraswati . Dulu waktu kecil, saya masih ingat banyak orangtua yang mengatakan saat hari raya ini tidak boleh membaca buku dan bahkan katanya tidak baik untuk belajar. Bukan cuma membaca buku, beberapa temen saya juga yakin hari Saraswati orang-orang tidak boleh membaca, ya membaca apapun, pokonya tidak boleh. Namun saya tidak mendapat jawaban kenapa kok tidak boleh membaca. Aneh aja rasanya. Padahal majalah Bobo edisi terbaru saat itu sudah melambai-lambai untuk segera dibaca. Tapi akhirnya saya mengiyakan untuk tidak membaca apapun pada hari Saraswati. Dengan logika sederhana anak kecil saya berpikir, bahwa ilmu pengetahuan pada hari Saraswa...

Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II

Gambar
Masyarakat Hindu di Indonesia memiliki kesenian dan budaya yang berbeda di masing-masing wilayah. Karena masyarakat Hindu yang kontekstual menyesuaikan dengan lokalitas dan tradisi pada masing-masing tempat. Oleh karena itu, untuk menghimpun dan mengapresiasi setiap ekspresi seni dan budaya di seluruh wilayah Indonesia, Kementrian Agama RI Dirjen Bimas Hindu menyelenggarakan Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II yang pada tahun ini ditunjuk Yogyakarta sebagai tempat perhelatan acara bertaraf nasional ini. Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II di Yogyakarta pada hari selasa-jumat, 25-28 Sptember 2012 ini diikuti oleh perwakilan dari 16 provinsi di Indonesia,

Anak Muda Hindu Harus Eksis, Kritis dan Romantis!

*ini merupakan esai yang ditulis untuk acara diskusi "Eksistensi Intelektual Muda Hindu dalam Membangun Bangsa" pada Dies KMHD UGM yg ke-29 Hari Sabtu, 22 September 2012 di Gelanggang Mahasiswa UGM. Download versi PDF  disini  * Om Swastyastu “Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma” Tidak sulit dimengerti bahwa kita sebagai pemuda hindu sering dihadapkan pada permasalahan menjadi minoritas di sebuah lingkungan baru yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer dari kampung halaman untuk mengejar cita, menimba secercah ilmu atau juga mencari pundi-pundi kehidupan. Pemuda hindu dihadapkan pada sebuah kondisi dimana seringkali keadaanya sangat berbeda dari lingkungan daerah asal. Perbedaan kondisi yang bisa disaksikan di lingkungan rantau menyebabkan kita merasa menjadi orang “aneh” dan paling berbeda dari yang lain.

Tri Hita Karana dalam Perencanaan Kota

Kota sebagai pusat kegiatan umat manusia yang menjadikannya sebagai simbol peradaban sangat terkait dengan tranformasi sosial masyarakatnya. Gejala sosial yang muncul dalam masyarakat berperan signifikan dalam pembentukan sebuah kota. Oleh karena itu, dalam proses perencanan kota diperlukan adanya analisis aspek sosial masyarakat terkait dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Kearifan lokal yang melekat pada setiap aktifitas masyarakat menjadikan suatu karakteristik dan keunikan tersendiri bagi daerah tersebut dalam proses perencanaan kota.

"...bagi insan dunia yang mengagungkan cinta"

Gambar
Tau kenapa saya memberi judul postingan seperti itu? Ya! itu penggalan lagu "Cintaku" dari seorang musisi legendaris indonesia Crishye. Saya mencoba me-arrange musiknya kembali dengan nuansa etnik Bali (entah itu berhasil atau tidak, pokoknya nuansa Bali) Saat itu adalah diselenggarakannya Dharma Shanti UGM dalam rentetan acara Nyepi Kampus saka 1933 di Taman Budaya Jogjakarta, 24 april 2011 lalu yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma UGM. Ini event tahunan, yang menampilkan berbagai kesenian-kesenian tradisional yang sebagian besar adalah kesenian Bali. Saya ditugaskan oleh Panitia untuk membuat kolaborasi antara musik tradisonal dengan musik modern. Ini memang saya pikir sangat menarik, sering saya menyaksikan kolaborasi musik kontemporer seperti itu dan naluri bermusik saya diuji disini. Saya harus membuat konsep musik sedemikian rupa dan mencari beberapa partner lain yang bisa membantu. Memang kesulitan terbesar adalah si pemain ‘tradisional’ tidak bisa...

Hitam Putih Harmoni : Filosofi "Saput Poleng"

Gambar
Sebelumnya saya ingin mengutarakan bahwa dengan bangga saya menjadikan Motif ‘Kain Poleng’ ini menjadi background dari blog saya, selain karena saya memang berasal dari Bali, namun lain daripada itu saya sangat mengagumi filosofi Hitam-putih, yaitu sederhananya bahwa sebenarnya kehidupan kita di dunia merupakan hasil kolaborasi dari 2 hal yang bertolak belakang yang sebenarnya adalah hal yang sangat indah, mereka membentuk 1 harmoni kehidupan dan bukan tabu yang ‘mereka’ benci. Saya dan kita sepakat menyebutnya “Hitam Putih Harmoni” Saput Poleng Masyarakat Bali dan orang yang sering ke Bali mungkin sudah sangat akrab dengan kain bercorak kotak-kotak persegi dengan warna hitam-putih seperti papan catur yang satu ini. Kain bercorak seperti ini biasanya dipakai masyarakat Bali sebagai busana dalam upacara adat. Juga biasa ditemui di pura-pura, patung-patung dan pohon-pohon. Ini menjadi salah satu ke’khas’an Bali yang menjadi daya tarik wisatawan. Menjadikan semacam ‘reminder’ wisatawan, j...