Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

24 Tahun, Mau Jadi Apa?

2 Juli 2015. Jika hidup adalah sebuah perjalanan, perjalanan ini sudah berusia 24 tahun. Jika hidup dikatakan sebagai sebuah cerita, barangkali inilah episode yang penting untuk menentukan jalan cerita selanjutnya. Om Awighnam Astu  Namo Siddham. Semoga kebaikan selalu datang dari segala penjuru.  “Mau jadi apa?” “Mau dibawa kemana hidupmu?” “Apa rencanamu selanjutnya? “Kapan kawin?” Pertanyaan menyebalkan yang selalu terngiang di telinga dan membuat tak nyenyak tidur. Disisi lain, pertanyaan ini juga menimbulkan efek jengah yang dahsyat. Terlebih lagi situasi teman sebaya di usia ini yang seringkali terlihat lebih “beruntung” dalam hidupnya. Ah, sebenarnya tentu bukan saatnya untuk sekedar mengutuk keterbatasan. 

Merantau Lagi

Saya masih ingat betul. Waktu itu tanggal 3 Agustus 2009, ketika kali pertama saya naik pesawat terbang dan melihat awan lebih dekat. Penerbangan pagi dari Denpasar menuju Jogjakarta ditemani kakak. Wah senang sekali rasanya. Maklum, jangankan jalan-jalan ke luar Bali atau ke luar negeri. Saya tumbuh di kota kecil Jembrana yang ke kota Denpasar saja jarang. Saya merantau di Jogja untuk melanjutkan pendidikan pasca SMA. Tempat itu merupakan kilometer terjauh antara saya dan rumah untuk waktu yang tidak sebentar. Sedih sudah pasti. Jauh dari keluarga. Namun sejak saat itu, saya sering menyemangati diri dengan, “ Baiklah, sekarang saya menjadi seorang perantau! ”. Berkali-kali saya hentakkan kalimat itu dengan keras di dalam hati. Merantau di Jogja. Kota sejuta pesona. 5 tahun saya habiskan waktu di kota istimewa itu hingga meraih gelar Sarjana. Sarjana Jogja . Tempat saya berkontemplasi ilmu, buku, pesta dan cinta.

Dimulai di Tahun 2014, Bertumbuh di Tahun 2015

Gambar
Dalam hitungan menit, tahun 2014 akan berakhir dan mau tak mau kita segera beranjak menuju tahun baru 2015. Seperti biasa, saya rasa perlu untuk sedikit menengok ke belakang atas apa saja yang telah dilakukan dan belum dilakukan di tahun ini. Bagi saya, hal ini penting untuk bisa mengevaluasi diri sendiri dan sejenak merenung agar bisa bertumbuh lebih baik lagi di tahun baru 2015 nanti. Kehidupan Sebenarnya Bisa saja benar yang dibilang orang-orang. Katanya, kehidupan sebenar-benarnya dimulai pada dunia pasca-kampus alias setelah wisuda. Jika mengikuti kaidah itu, berarti kehidupan saya yang sebenarnya dimulai pada tahun 2014.

Orang Bali Tak Pernah Liburan?

Gambar
Orang Bali diakui pintar memandu liburan para tamu luar Bali, namun justru mereka sendiri tidak pernah liburan. Mungkin benar karena “ Everyday in Bali is Holiday ”, jadi orang Bali sudah merasa liburan setiap hari. Para tamu itu bahkan sudah berkali-kali liburan ke Bali, sampai hapal tiap pengkolan. Sedangkan orang Bali masih setia saja dengan wilayahnya. Sepertinya tak tertantang untuk sesekali berlibur ke negeri para tamu itu. Benar kata orang, orang Bali itu tipe orang yang setia.

Bapak, Ibuk. Dek Bhela sudah Sarjana!

Gambar
Ruang Sidang, K-5 Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM. 30 September 2013. Pukul 14.00 WIB.  Perlahan, saya menuju panggung presentasi, saatnya saya melakukan pertunjukan, pikir saya. Pak Sani selaku dosen pembimbing sudah mulai menyebut nama saya, lengkap dengan judul skripsi saya, pertanda bahwa sebentar lagi waktu dan panggung ini benar-benar milik saya sepenuhnya. Pak Didik dan Bu Yori sebagai dosen penguji sudah mulai bertualang dengan lembar demi lembar draft skripsi saya. Jika saja kertas bisa merasakan, sudah pasti dia juga harap harap cemas.  Jantung berdegup kencang. Dentuman berdentum makin terasa di dada, tapi beruntung tak sampai sesak. Sebisa mungkin tetap tenang. Saya menampilkan pertunjukan yang terbaik. Powerpoint presentasi saya buatkan se-powerful mungkin. Ini adalah pertunjukan hasil kerja keras saya semenjak bulan April. Persiapan pertunjukkan yang memakan tenaga, menyita waktu dan menguras uang. Akhirnya saya berhasil. Dosen pembimbing dan dosen penguji t...

Biarkan Menjadi Misteri

Gambar
[caption id="attachment_1222" align="aligncenter" width="564"] sumber : http://offthewallsocial.com/[/caption] Tak bisa dipungkiri lagi, media sosial saat ini benar-benar menelanjangi ranah privasi yang justru indah karena misteri.  Beberapa saat yang lalu saya terpaksa unshare beberapa akun di Path. Saya menyeleksi hingga hanya beberapa temen deket saja yang saya sisakan. Sekali lagi, karena terpaksa. Bukan karena ada masalah dengan orang tersebut atau apa, tapi saya mulai merasa tidak nyaman bermedia sosial yang terlalu berlebihan hingga menembus ranah privasi seperti itu. Apa mungkin kemudian ini yang namanya #prinsip --yang sering di-hashtag-an orang-orang di Twitter. Bisa saja.

Akhirnya Puasa Juga

Sebetulnya saya jengah melihat berita di beberapa media mengenai penggerebekan 'brutal' di beberapa tempat terhadap warung makan yang buka pada siang hari di bulan puasa. Sejatinya saya penasaran, ada apa dengan warung makan, ada apa dengan umat yang sedang beribadah puasa. Di bulan yang penuh berkah ini tentu hal-hal berbau kekerasan nan brutal tidak apik untuk dipertunjukkan. Bahkan harusnya setiap hari. Tapi kalo pesimis, setidaknya minimal pada bulan ini saja lah. Pedagang makanan kan juga berhak melanjutkan hidupnya dengan berdagang, mengumpulkan pundi-pundi untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan mencari rejeki untuk kebutuhan di hari raya. Dan lagi, kok saya pikir mustahil ya, orang yang khusuk berpuasa yang notabene sudah terbiasa beribadah puasa dari tahun ke tahun masih terganggu (tidak tahan nafsu makan) dengan sekedar hidangan warung makan atau pemandangan orang yang makan dengan lahap di depannya. Sesederhana gobloknya saya berpikir, berdagang ya berdagang, beribadah y...

Masturbasi

Bagi sebagian orang, membaca sifat orang mengasyikan. Berbincang-bincang mengenai seseorang selalu seru. Seringkali mengenai sifat kekurangan seseorang. Ah, tak baik berbagi kekurangan. Sebaik-baiknya mending berbincang-bincang yang baik-baik saja. Tapi kalo yang baik terus, kita jadi ga belajar ya. Tapi berbincang mengenai sifat personal sendiri tentu selalu mengasyikkan. Entah, baik buruk. Segalanya pasti seru. Sama seperti berdialog dengan diri sendiri, menampar diri sendiri, mencaci maki diri sendiri, memuji sendiri bahkan menyayangi diri sendiri. Iya, seperti masturbasi.

Bali, Aku Tinggal Sebentar Ya..

Gambar
Ini adalah lagu baru dari Nosstress yang berjudul "Ini Judulnya Belakangan". Ya, judulnya memang begitu. Lagu ini dirilis di Youtube untuk menyambut pilkada Gubernur Bali yang baru kemarin akhirnya KPUD mengetok bali untuk kemenangan Pastika - Sudikerta. Gubernur petahana (incumbent) terpilih lagi untuk memimpin bali 5 tahun ke depan. Semoga tidak gitu-gitu aja. Semoga ada gebrakan yang jitu untuk memecahkan permasalahan Bali beserta hiruk pikuk pariwisatanya. Sebagai salah satu mahasiswa dari bali yang merantau ke jogja, lagu ini semacam soundtrack. Sempat sedikit dibuat merinding setelah mendengar lagu dari Nosstress ini. Lugas dan jujur. Silahkan saja diputar videonya dan jangan lupa resapi liriknya.

Untung Saya Masih Punya Hobi

Gambar
Sebuah refleksi bahwa mendapat nilai tertinggi di sekolah/kampus tidak menjamin kesuksesan seseorang. Video ini adalah pidato dari Erica Goldson pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School , New York, tahun 2010. Erica Goldson merupakan lulusan siswa dengan nilai terbaik. Cukup membuat kaget dan tersentak, sekaligus penyadaran. Karena isi pidatonya bukan sembarang cuap-cuap saja. Barangkali bisa menjadi refleksi bagi kita semua (terlebih lagi bagi yang menghamba nilai tinggi). Inilah cuplikan pidatonya dalam bahasa Indonesia

Mahasiswa Sibuk Skripsi

Gambar
[caption id="attachment_1080" align="aligncenter" width="500"] "Berpikir" Sumber : http://fastaqimsolution.wordpress.com[/caption] Dulu, pada waktu masih kecil, mendengar kata skripsi itu pikiran saya langsung tertuju pada hal yang berkaitan dengan orang-orang yang sudah gede. Pada waktu itu saya tidak terlalu ingin tahu lebih dalam sebenernya apa itu skripsi. Pokoknya gampang saja, skripsi itu tugasnya orang-orang yang sudah gede, dan suatu saat saya pasti akan membuatnya. Lalu saya kembali bersama teman-teman bermain gundu.

Bebas Teori

Tidak seperti semester-semester sebelumnya. Semester ini jadwal saya lebih longgar. Bukan hanya karena sudah demisioner dari beberapa kepengurusan organisasi, namun semester ini merupakan ketidak-adaan kuliah teori di kelas. Ya, orang bijak menyebutnya bebas teori . Keadaan ini cukup membahayakan. Ketika tidak ada lagi rutinitas kuliah, tidak ada lagi rutinitas deadline tugas, otak semacam tidak dipicu untuk bekerja. Serbuk tidur kamar seakan selalu menebar di segala sudut. Kasur selalu berhasil membuat terlena. Jika keadaan bebas teori ini dibiarkan begitu saja, ditakutkan produktivitas akan menurun. Bener kata orang-orang, di masa-masa bebas teori inilah godaan terberat ketika menjadi mahasiswa. Dan akhirnya saya berpijak di keadaan ini. Keadaan dimana tidak ada deadline tugas kuliah. Tinggal selangkah lagi. Skripsi. Ya semester ini harusnya dipenuhi oleh baca buku, menulis, diskusi, wawancara, bimbingan dengan dosen. Semua itu sendiri. Tidak ada lagi menunggu ajakan teman.Tidak ada ...

Jongkok Menjadi Lebih Seru

Jongkok di toilet sambil melihat-lihat timeline twitter dan membaca kabar terbaru dari situs penyedia berita online menggunakan ponsel memang kolaborasi yang pas. Rasanya saat jongkok kita bisa konsentrasi penuh terhadap kegiatan membuka mention twitter, chat baru di Blackberry Messenger, SMS-an dan sebagainya. Itu bagi saya :D . Memang tidak bisa dipungkiri. Ponsel selalu menjadi teman yang pas ketika jongkok di toilet. Tak heran, kegiatan jongkok ini memakan waktu yang lebih lama dari biasanya. Ponsel di tangan kanan, rokok di tangan kiri. Seperti itu biasanya. Jongkok tidak lagi membosankan. Dulu, orang-orang jongkok sambil membaca buku, koran, majalah dan lainnya. Sekarang, seiring perkembangan jaman informasi, kebutuhan untuk mengakses berita bisa menggunakan ponsel. Akibat telepon seluler dalam genggaman, rutinitas jongkok di pagi hari jadi lebih seru. Bagi saya, jongkok sering berhasil menghasilkan ide. Perenungan yang dilakukan dalam jongkok memang menyenangkan. Tidak jarang, r...

Gaul Tanda Kutip dan Tanda Tanya

Sebuah tulisan yang gaul Seperti biasa. Masuk kamar kos dan langsung merebahkan badan di kasur. Menghubungkan Blackberry dengan charger nya. Sesekali membuka timeline twitter, itu-itu saja, tidak ada yang menarik. Lalu berbalas SMS dengan orang-orang terdekat. Dan menuju Blackberry Messenger (BBM), tidak ada yang spesial. Melakukan chat dengan orang-orang terdekat seperti biasa. Lalu membuka recent update maksud hati untuk sekedar iseng melihat update terbaru dari orang-orang. Dan disini akhirnya saya menemukan sesuatu yang menarik. Sekaligus disayangkan. *** Sampai detik ini, masih ada yang menulis nama contact BBM dengan memakai nama gaul. Maksudnya, nama gaul kebanggaan diri sendiri yang (mungkin) dianggap mampu menunjukkan tingkat kegaulan masing-masing. Misalnya Jutekzx, CwepZ, Cutez. LoverZs dan segala macemnya. Mungkin anda yang lebih banyak tau :D Sangat disayangkan apabila pemilik contact ini adalah cewe cantik. Sayang banget. Cantik-cantik kok gaul. Maksud saya tentu gaul yan...

Mengejar Sarjana

Gambar
[caption id="attachment_892" align="aligncenter" width="384"] Mengejar Sarjana. Foto by Didik[/caption] SARJANA ABSTRAK. Sebuah Sarjana Sebuah cinta sedemikian rupa rumit Sebuah puja puji syukur kehadirat Sang Maha Sarjana Sebuah keringat dan air mata dalam pertempuran sengit antara logika, cinta dan rasa Sebuah nama yang memperpanjang deretan nama legal yang terdikte di Akta Kelahiran Sebuah eksistensi bagi kaum homo sapiens dalam hakekatnya sebagai makhluk pemikir Sebuah penghargaan yang pantas untuk seseorang yang telah menyelesaikan 144 SKS Sebuah pencarian jati diri seseorang dalam mengarungi luasnya samudra kehidupan Sebuah gelar yang diberikan kepada seseorang untuk  pengakuan  jenjang S-1 Sebuah tanggung jawab kepada keluarga, almamater dan ilmu pengetahuan Sebuah keindahan dalam menyongsong masa depan cerah gegap gempita Sebuah kesombongan yang indah berbasis narsisme yang bergejolak Sebuah ketakutan akan dunia kerja yang kejam dan penuh misteri...

Lagu : Kita Memang Berbeda

Gambar
Mungkin anda sudah jenuh dengan playlist anda yang itu-itu aja kan? Lagu berikut ini saya persembahkan untuk menambah khazanah dalam playlist anda. Tentu jauh dari lagu NOAH - Hidup Untukmu Mati Tanpamu, mari kita tinggalkan sejenak lagu itu. Lagu ini diilhami dari quote menarik seorang guru bangsa Gusdur. Yang beda tidak usah disama-samakan. Dan yang sama tidak perlu dibeda-bedakan - Gusdur Lagu ini saya tulis bersama Lanang pada suatu saat. Kira-kira tahun lalu. Dan sempat kita rekam secara home recording dengan bantuan Kenan yang mengisi vokal dan Dendy pada bass. Lagu ini berjudul "Kita Memang Berbeda", liriknya sangat sederhana dan terkesan diulang-ulang. Sengaja memang, untuk menegaskan bahwa lagu ini merupakan sebuah lagu " campaign " tentang bagaimana sebuah perbedaan menjadi warna dalam hidup kita. Bukan untuk saling bermusuhan, justru "berbeda" harusnya bisa saling menghargai dan bertoleransi. Lagu ini cukup universal. "Berbeda" dalam a...

Menurunnya Mood Menulis

Gambar
[caption id="attachment_834" align="alignleft" width="310"] Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfoavUFO43_d9Q1QEWk606eLi3U2CdmCMGXzlwfN1nqflPGAL0_XP0MP8isV61sXQh4erZstbexUtxUmd5PlI7ITGueACcY2h1o6L4ollUh7SRfEGKNF-wU81H7UeSemP6WAs7FezhHzs/s1600/menulis+kemalasan_mustafid_sawunggalih.jpg[/caption] Akhir-akhir ini saya memang jarang sekali membuat postingan di blog ini. Padahal diawal bulan ini saya mengikuti gerakan #30haribercerita , dimana mewajibkan saya untuk membuat minimal 1 postingan blog dalam 1 hari selama 30 hari. Saya sangat merasakan tantangan ini, bagaimana menyisihkan waktu dalam padatnya rutinitas keseharian untuk menulis. Sulit. Memang ternyata tidak segampang yang dikira. Agenda yang secara tiba-tiba datang mengakibatkan saya tidak bisa mengalokasikan waktu untuk menulis dalam sehari. Banyak faktor yang akhirnya mengakibatkan mood saya untuk menulis berkurang. Saya akui, saya bukanlah orang yang bisa menulis...

Hari Raya Saraswati : Dulu dan Sekarang

Setiap 210 hari sesuai dengan kalender Bali, pada Sabtu Umanis Watugunung umat Hindu merayakan hari raya Saraswati, yaitu hari raya turunnya ilmu pengetahuan kepada seluruh manusia untuk menjalani kehidupan yang sejahtera. Hari raya ini merupakan hari raya pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi ilmu pengetahuan, Dewi Saraswati . Dulu waktu kecil, saya masih ingat banyak orangtua yang mengatakan saat hari raya ini tidak boleh membaca buku dan bahkan katanya tidak baik untuk belajar. Bukan cuma membaca buku, beberapa temen saya juga yakin hari Saraswati orang-orang tidak boleh membaca, ya membaca apapun, pokonya tidak boleh. Namun saya tidak mendapat jawaban kenapa kok tidak boleh membaca. Aneh aja rasanya. Padahal majalah Bobo edisi terbaru saat itu sudah melambai-lambai untuk segera dibaca. Tapi akhirnya saya mengiyakan untuk tidak membaca apapun pada hari Saraswati. Dengan logika sederhana anak kecil saya berpikir, bahwa ilmu pengetahuan pada hari Saraswa...

Romantisme Sang Professor Pesawat Terbang

Gambar
Terimakasih tuhan, engkau telah menciptakan Ainun untuk saya - Habibie Kebiasaan untuk memberi kecupan di mata merupakan hal kecil yang mencerminkan besarnya rasa cinta seorang profesor pembuat kapal terbang ini kepada istrinya. Habibie dan Ainun . Sebuah kisah perjalanan cinta suci yang seakan memberi penegasan kepada kita akan kekuatan cinta. Tidak jarang saya sebagai penonton dibuat merinding melihat scene demi scene yang menggambarkan kedalaman cinta dan makna kesetiaan dalam film Habibie Ainun garapan sutradara Faozan Rizal ini. Film yang dibintangi oleh Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun merupakan salah satu film Indonesia yang harus ditonton sebelum akhirnya anda tidak bisa menonton film lagi. Ya, mungkin begitulah, karena kisah perjalanan seorang Habibie ini bukan soal cinta melulu. Bukan film tentang aku cinta kamu, kamu cinta aku saja. Banyak pelajaran dan pengetahuan yang didapatkan atas bagaimana perjalanan kisah Habibie mulai dari studi ...

Hari Raya Menulis

"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama dia tidak menulis. Dia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian" - Pramoedya Ananta Toer Tersentak! Setelah saya membaca pernyataan diatas. Lalu diikuti dengan prosesi manggut-manggut menandakan jiwa saya setuju. Mungkin masih banyak orang yang berpikir, apa sih gunanya menulis? Sepenting itukah menulis untuk menjadi sebuah keharusan dalam hidup kita? Lebih tragis lagi, jika ada yang beranggapan bahwa menulis hanya dilakukan oleh orang-orang pendiam dan kesepian? Atau bahkan menulis dianggap hanya bakat seseorang yang dibawa sejak lahir. Menulis dianggap hanya sebagai milik para pujangga dan cendekiawan. Menulis itu ya kerjanya penulis lah. Ya, begitulah kira-kira. Tidak, bukan begitu ternyata. Saya pikir menulis itu bukan sesuatu yang luar biasa. Semua orang pasti bisa menulis (saya tidak sedang membahas bayi yang baru lahir dan balita tentunya). Entah menulis apa saja. Pokoknya ...