Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tata Ruang

Ruang Kreatif Publik : Mewujudkan Lingkungan Kreatif untuk Warga Kota

Gambar
Taman Surapati manjadi Ruang Kreatif Publik bagi Warga Jakarta | Sumber : Dokumentasi Pribadi, 2016 Pendahuluan Kota-kota semakin hari semakin sesak. Urbanisasi yang tak terbendung mengakibatkan kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini tentu kemudian berdampak pada permasalahan perkotaan yang semakin kompleks. Maka tak heran, keterbatasan lahan perkotaan, penurunan kualitas lingkungan hingga hilangnya nilai-nilai manusiawi merupakan masalah bagi sebagian besar kota di dunia dewasa ini. Dalam menyikapi fenomena tersebut, muncul berbagai gagasan pembangunan perkotaan yang mengedepankan aspek keberlanjutan ( sustainable development ), yaitu pembangunan yang berorientasi pada keseimbangan aspek ekonomi, sosial dan lingkungan. Salah satu yang populer saat ini adalah konsep kota kreatif, yaitu gagasan pengembangan perkotaan berbasis kreativitas. Konsep ini berkaitan dengan implementasi ekonomi kreatif sebagai upaya mengelola sumber daya perkotaan agar bernilai tambah (Landry, 200...

Event Sebagai Pemicu Regenerasi Kota (Kasus : Genoa, Italy)

Gambar
Sebagai pemicu awal untuk membuka peluang investasi di Kota Genoa maka diselenggarakan event besar yang bisa mendatangkan banyak orang dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Pemerintah kota setempat juga membuat kebijakan untuk proses regenerasi dan berupaya melaksanakan proyek yang terpadu dan terintegrasi untuk menangani masalah fisik serta regenerasi ekonomi dan sosial. Hal ini dilakukan untuk mengubah citra kota Genoa dari kota industri menjadi kota pariwisata yang layak untuk dikunjungi. Penyelenggaraan event merupakan sebuah keuntungan bagi kota sebagai pemicu untuk mempercepat pembangunan kota. Dalam konteks kota Genoa penyelenggaranya event seperti, World Cup tahun 1990; Columbus Celebration 1992; G8 summit 2001 dan 2004 penunjukkan Genoa sebagai European Capital of Culture dapat meningkatkan eksistensi kota Genoa dalam persaingan global diantara negara-negara Eropa maupun dunia. Oleh karena itu, Genoa bisa segera merubah citra buruk dari kota pasca industri yang kumuh men...

Hingar Bingar Pariwisata VS Lingkungan Bali

Gambar
[caption id="attachment_294" align="alignleft" width="509"] Ilustrasi : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2011/12/01/siapa-yang-menghancurkan-bali.html[/caption]   Perkembangan pariwisata di Pulau Dewata Bali ternyata tidak selalu berdampak positif terhadap pembangunan di Bali. Banyak konversi lahan dari pertanian menjadi  bangunan villa, hotel, restoran dan bangunan pariwisata lainnya. Tentunya ini merupakan kemunduran bagi kelangsungan lingkungan yang semakin hari semakin “dijajah”. Berikut rangkuman fakta dari Komite Kerja Advokasi Lingkungan Hidup (KEKAL) Bali,  sebagai berikut:

Asiknya merencanakan Tata Ruang! (Part 1)

Gambar
Perlukah merencanakan tata ruang? Mungkin pertanyaan semacam itu sering terlintas di sebagian besar benak masyarakat Indonesia yang pada umumnya masih awam dengan Tata Ruang. Sebagian besar masyarakat masih menganggap Rencana Tata Ruang hanya bersifat Formalitas semata, karena menurut mereka Rencana Tata Ruang adalah sebuah produk yang dalam pengimplentasiannya di lapangan bisa dibilang nihil alias NOL besar. Sebagian masyarakat juga menganggap Penataan Ruang bisa menghambat Perkembangan Kota atau paradigma yang lebih ekstrim yang terjadi di masyarakat adalah seorang Planner (Perencana Kota) dikatakan sebagai seorang yang sok meramal masa depan. Mereka menganggap Kota itu tidak perlu direncanakan, biarkan Kota berkembang dengan sendirinya. Jadi gini, meraka beranggapan " bagaimana Kota bisa maju, kalau dalam perkembangannya dibatasi oleh KDB, KLB, KDH, Amdal dan sebagainya ". Coba saja kita renungkan, Kemacetan, Banjir, Kawasan kumuh, Polusi Udara, Sampah, Penurunan tanah, Ke...

Solo, dalam upaya me’manusiawi’kan Kota!

Pada umumnya manusia sangat bergantung pada keadaan lingkungan disekitarnya yaitu berupa sumber daya alam dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidupnya sehari-hari. Oleh karena itu, sangat diperlukan adanya upaya untuk menjaga sumber daya alam tersebut dalam kaitannya dengan konservasi lingkungan hidup. Sumber daya alam yang utama bagi manusia,  yaitu tanah, air dan udara. Keseimbangan ketiga elemen ini menjadi unsur dalam perwujudan lingkungan hidup yang baik. Lingkungan yang sehat akan terwujud apabila manusia dan lingkungannya dalam kondisi yang baik, dan lingkungan yang sehat akan membentuk kenyamanan manusia dalam kelangsungan hidupnya. Dalam lingkup perkotaan, lingkungan hidup yang baik merupakan syarat yang mutlak dalam perwujudan kota yang humanis, kota yang layak huni. Lingkungan hidup perkotaan yang baik akan membentuk suatu kota yang “manusiawi” , artinya kota yang bisa me – manusiawi- kan manusianya itu sendiri, kota yang tidak membatasi gerak langkah kreatifitas manusia dalam ...