Postingan

Menampilkan postingan dengan label Indonesia

Berkarya di Hutama Karya

Cerita berawal pada 22 Januari 2014, setelah melalui tahapan seleksi, akhirnya diberi kesempatan untuk bergabung menjadi pegawai kontrak profesional di perusahaan BUMN konstruksi PT. Hutama Karya (persero). Inilah menjadi titik pertama saya memasuki dunia kerja, karena sejak wisuda Sarjana pada akhir November 2013 saya hanya seorang fresh graduate-pengangguran-luntang lantung-tak berarti di Jogja. Pintu gerbang sudah terbuka. Perjalanan akan dimulai dari sini. Suecan Widhi. PT. Hutama Karya (Persero). Mari melangkah. Mari merangkak, berjalan dan bahkan berlari. Mari. A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on Jan 22, 2014 at 9:10pm PST Puji Syukur atas kesempatan yang diberikan, walau sebenarnya menjadi pegawai di perusahaan bukan merupakan cita-cita. Saya sejatinya ingin menjadi seorang jurnalis, penulis buku, peneliti, dosen: hari-harinya disibukkan dengan kegiatan tulis-menulis, meneliti, mengajar, mengkritisi, menjadi pembicara kesana kemari. Atau dis...

Kalah Main Catur

Gambar
22 Juli 2014. " Kami menolak hasil Pilpres 2014. Kami menarik diri dari proses ini ! " Sangat disayangkan, sosok patriot dan kesatrya itu menolak hasil pilpres dan secara terbuka menarik diri dari proses demokrasi di detik-detik terakhir pengumumuman penetapan dari KPU. Saya tidak habis pikir. Mengapa beliau melakukan ini? Makin kesini, ekspektasi positif saya terhadap beliau semakin tak pantas. Rasanya, saya makin tidak tepat menilai beliau. Kenapa beliau jadi cengeng dan drama begini. Sungguh saya tak menyangka beliau memilih sikap seperti ini. Apa yang bisa diharapkan dari seorang capres 'tegas, patriotik dan berwibawa' yang mendadak mundur dari kompetisi politik sebelum kompetisi itu selesai?

Gara Gara Jokowi

Gambar
[caption id="attachment_1408" align="aligncenter" width="480"] Foto Konser Salam 2 Jari di GBK[/caption] Riuh copras capres kali ini sunggulah menarik. Banyak pelajaran politik yg bisa saya dapatkan. Pendidikan politik cantik yg jarang saya dapatkan sebelumnya. Inilah sejarah baru dalam wajah politik negeri. Saya menyaksikan sejarah. Kelak, akan menjadi cerita manis untuk anak cucu saya. Titik awal ketika politik sudah tidak norak dan membosankan lagi. Jika suara rakyat adalah suara tuhan, artinya satu suara saya amatlah berharga. Maka dari itu, tak akan saya sia-siakan. Maka, saya akan memilih Jokowi. Saya tugaskan beliau menjadi pemimpin. Karena gara-gara beliau lah semua ini bisa terjadi.

Kita adalah Harapan

Gambar
“Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tau bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga dia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa dia membenci politik. Si dungu tidak tau bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional” - Bertolt Brecht Wajah perpolitikan negeri sudah sedemikian suram. Partai politik yang seyogyanya memperjuangkan aspirasi rakyat, malah sebaliknya justru mempertontonkan perilaku politik yang kurang elok. Apapun dilakukan untuk memperoleh dukungan. Masa bodo yang penting ambisi kekuasaan tercapai.

Orang Baik Jangan Diam

Gambar
Pernyataan sakti dari Anies Baswedan itu selalu terngiang di pikiran saya. Dalam berbagai kesempatan, kalimat tersebut selalu diulang-ulang oleh beliau. Ada lagi yang lain, beliau sering mengatakan “Kita harus mendorong orang baik agar bersedia memasuki arena politik”. Intinya, beliau menyatakan bahwa politik akan mempengaruhi banyak orang, oleh karena itu, mari kita jangan diam saja dan bersikap apatis, mari dukung orang baik untuk kita beri amanah memimpin negeri ini. Coba deh simak pernyataan sikap beliau di sini   dan sini   Sering saya mengangguk, artinya setuju, berkali-kali setuju, tapi sekaligus tidak tenang. Sempat terpikir untuk tidak ikut-ikutan berkomentar tentang copras capres, tapi akhirnya tidak bisa. Pernyataan Anies Baswedan itu selalu menampar saya. Sebagai anak muda yang cinta negeri, saya juga harusnya berkontribusi. Jangan diam saja. Apalagi malah membuat status “netral” di facebook, misal “Ngapain sih ribut-ribut copras capres, berisik tau, toh siapapun presidenny...

Film Pendek - Indonesia Masih Subuh

Gambar
Akhirnya kita percaya diri untuk mengunggah film amatiran ini ke youtube. Setelah  sekian lama, akhirnya film pendek berjudul "Indonesia Masih Subuh" rilis di youtube. Padahal. proses pengambilan gambar dilakukan lebih dari setahun yang lalu, Maret 2013. Kemudian, proses kreatif kita buntu ketika proses editing. Banyak scene yang tidak sesuai dengan rencana pada storyboard. Ending film juga kita bingung sendiri  mau dibawa kemana. Akhirnya kita biarkan begitu saja file video mengendap di rimba folder-folder hardisk. Tak pernah tersentuh lagi. Hampir kadaluarsa. Karena mood untuk menyelesaikannya sudah hilang. Ya memang begitu. Bisa dibilang film ini hampir gagal produksi. Semangat crew sudah hilang. Tapi berkat kreatifitas (baca: nekad) sutradara Lanang Sumarjana film ini dipaksa agar selesai. Semua kekurangan sebelumnya diolah sedemikian rupa agar bisa menjadi cerita utuh, minimal mendekati maksud awal si pembuat  ide cerita Fauzan Hasbi.

Akhirnya Puasa Juga

Sebetulnya saya jengah melihat berita di beberapa media mengenai penggerebekan 'brutal' di beberapa tempat terhadap warung makan yang buka pada siang hari di bulan puasa. Sejatinya saya penasaran, ada apa dengan warung makan, ada apa dengan umat yang sedang beribadah puasa. Di bulan yang penuh berkah ini tentu hal-hal berbau kekerasan nan brutal tidak apik untuk dipertunjukkan. Bahkan harusnya setiap hari. Tapi kalo pesimis, setidaknya minimal pada bulan ini saja lah. Pedagang makanan kan juga berhak melanjutkan hidupnya dengan berdagang, mengumpulkan pundi-pundi untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan mencari rejeki untuk kebutuhan di hari raya. Dan lagi, kok saya pikir mustahil ya, orang yang khusuk berpuasa yang notabene sudah terbiasa beribadah puasa dari tahun ke tahun masih terganggu (tidak tahan nafsu makan) dengan sekedar hidangan warung makan atau pemandangan orang yang makan dengan lahap di depannya. Sesederhana gobloknya saya berpikir, berdagang ya berdagang, beribadah y...

Hore, Pak Presiden Sudah Punya Akun Twitter

Gambar
Setelah sekian lama ditunggu-tunggu, akhirnya Mr. President SBY membuat akun twitter pribadinya. Sangat menarik melihat komentar di twitter land mengenai ini, ada yang menyambut positif dan ada yang membully habis-habisan.

Lagu : Kita Memang Berbeda

Gambar
Mungkin anda sudah jenuh dengan playlist anda yang itu-itu aja kan? Lagu berikut ini saya persembahkan untuk menambah khazanah dalam playlist anda. Tentu jauh dari lagu NOAH - Hidup Untukmu Mati Tanpamu, mari kita tinggalkan sejenak lagu itu. Lagu ini diilhami dari quote menarik seorang guru bangsa Gusdur. Yang beda tidak usah disama-samakan. Dan yang sama tidak perlu dibeda-bedakan - Gusdur Lagu ini saya tulis bersama Lanang pada suatu saat. Kira-kira tahun lalu. Dan sempat kita rekam secara home recording dengan bantuan Kenan yang mengisi vokal dan Dendy pada bass. Lagu ini berjudul "Kita Memang Berbeda", liriknya sangat sederhana dan terkesan diulang-ulang. Sengaja memang, untuk menegaskan bahwa lagu ini merupakan sebuah lagu " campaign " tentang bagaimana sebuah perbedaan menjadi warna dalam hidup kita. Bukan untuk saling bermusuhan, justru "berbeda" harusnya bisa saling menghargai dan bertoleransi. Lagu ini cukup universal. "Berbeda" dalam a...

Mahasiswa Jaman Sekarang : Idealisme Terpasung Pragmatisme

" Buat apa demo di jalanan siang terik hingga kulit terbakar, buat apa koar-koar memakai pengeras suara sampai suara serak. Buat apa sih kalian masih setia memikirkan perut rakyat, kalian dapat apa sih? Buat apa mengurusi permasalahan bangsa, semua kan sudah diurus oleh Negara. Sebagai mahasiswa, kuliah saja yang bener biar cepat lulus lalu bekerja di perusahaan dengan gaji yang tinggi" . Mungkin tidak berlebihan apabila ilustrasi diatas menggambarkan kalimat yang sering terlontar dari mulut sebagian mahasiswa jaman sekarang. Sebuah jaman serba canggih, praktis dan instan. Sebuah jaman dimana karakter mahasiswa menjadi pragmatis. Sebuah jaman dimana mahasiswa yang masih menjunjung tinggi idealis bahkan disebut kuno. Kalau sudah seperti ini, masihkah cocok mahasiswa berpredikat sebagai agent of change? Mahasiswa seakan kehilangan jati dirinya. Semakin hari, semakin jauh dari benang merah perjuangan kewajiban seluruh mahasiswa Indonesia yang terdapat pada Tri Dharma Perguruan T...

Pria Tidak Selalu Diatas

Gambar
Bertambah lagi, seorang publik figur sejenis Aceng Fikri. Kali ini bernama Daming Sanusi yang merupakan salah satu dari 12 calon Hakim Agung. Kemarin 14 Januari 2012, ketika pemeriksaan fit and proper test di DPR, calon Hakim Agung ini mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dan lumayan kurang ajar terkait dengan pertanyaan yang diajukan anggota Komisi Hukum mengenai hukuman mati bagi pemerkosa. Pemerkosa tidak perlu dihukum mati, toh juga yang memerkosa dan diperkosa sama-sama menikmati kok [caption id="attachment_729" align="aligncenter" width="380"] Muhammad Daming Sanusi. TEMPO/Imam Sukamto[/caption] Daming Sanusi merupakan salah satu nama yang diajukan untuk menjadi Hakim Agung oleh Komisi Yudisial. Ia berucap sebuah pernyataan yang tak sepantasnya diucapkan seorang publik figur, apalagi orang ini adalah calon Hakim Agung yang notabene akan menjadi "wakil Tuhan" dalam penegakan hukum negeri ini. Entah sengaja atau tidak sengaja mengucapk...

Romantisme Sang Professor Pesawat Terbang

Gambar
Terimakasih tuhan, engkau telah menciptakan Ainun untuk saya - Habibie Kebiasaan untuk memberi kecupan di mata merupakan hal kecil yang mencerminkan besarnya rasa cinta seorang profesor pembuat kapal terbang ini kepada istrinya. Habibie dan Ainun . Sebuah kisah perjalanan cinta suci yang seakan memberi penegasan kepada kita akan kekuatan cinta. Tidak jarang saya sebagai penonton dibuat merinding melihat scene demi scene yang menggambarkan kedalaman cinta dan makna kesetiaan dalam film Habibie Ainun garapan sutradara Faozan Rizal ini. Film yang dibintangi oleh Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun merupakan salah satu film Indonesia yang harus ditonton sebelum akhirnya anda tidak bisa menonton film lagi. Ya, mungkin begitulah, karena kisah perjalanan seorang Habibie ini bukan soal cinta melulu. Bukan film tentang aku cinta kamu, kamu cinta aku saja. Banyak pelajaran dan pengetahuan yang didapatkan atas bagaimana perjalanan kisah Habibie mulai dari studi ...

Pesona Ullen Sentalu

Gambar
" Tak mungkin orang dapat mencintai negeri dan bangsanya, kalau orang tak mengenal kertas-kertas tentangnya. Kalau dia tak mengenal sejarahnya " - Pramoedya Ananta Toer Ya, membaca kutipan dari Pramoedya Ananta Toer ini memang rasanya sindiran bagi saya pribadi, karena mengingat khazanah pengetahuan saya tentang budaya Jawa yang masih dangkal. Malu rasanya, sudah  3 Tahun tinggal di Jogja, tapi tidak banyak tahu banyak tentang sejarah Jogja. Nah, demi memanjakan rasa keingintahuan tentang sejarah budaya Jawa, kami bertiga, saya, Lanang dan Tika pada hari Sabtu, 5 Januari 2012 mengunjungi sebuah museum yang terletak di kawasan wisata Kaliurang, yang katanya sangat recommended untuk mempelajari seluk beluk historis Keraton Jogja dan Solo. Museum itu bernama Ullen Sentalu, yang ternyata adalah singkatan dari Ulating Blencong Sejatine Tataraning Lumaku , artinya nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan. Dalam bahasa jawa, blencong ...

Nasionalis Romantis

Gambar
Jogja lagi hujan terus akhir-akhir ini. Bikin males kemana-mana, banyak agenda yang ga jadi, banyak acara yang di cancel . Di media sosial juga banyak yang ngeluh karena kosan banjir, cucian ga kering, jadi ga produktif dan segala macem. "Padahal bagi saya, hujan itu romantis.  Ya gitu, ini berlaku jikalau ada pacar disamping, minimal bisa menghangatkan tangan gitu. Buat yang jomblo kesepian,  tentu bisa menikmati hujan dengan cara masing-masing lah ya :D Ya apapun itu pokoknya menurut saya hujan itu romantis. Dingin-dingin empuk :) " Nah. Demi menjaga eksistensi  produktifitas dan kreatifitas di musim hujan gini, saya, Lanang, mas Widi dan Awan (Genk Kos Pandega Karya 7) mencoba membuat sesuatu yang romantis. Bukan sekedar romantis biasa, ini romantis yang nasionalis. Romantisme pemuda yang bangga lahir dan menjadi orang Indonesia. Dengan berbekal kamera pinjaman, kita mulai membuat video indoor akustikan. Dengan kualitas gambar dan lighting yang jauh dari standar klip pada...