Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bali

Merantau Lagi

Saya masih ingat betul. Waktu itu tanggal 3 Agustus 2009, ketika kali pertama saya naik pesawat terbang dan melihat awan lebih dekat. Penerbangan pagi dari Denpasar menuju Jogjakarta ditemani kakak. Wah senang sekali rasanya. Maklum, jangankan jalan-jalan ke luar Bali atau ke luar negeri. Saya tumbuh di kota kecil Jembrana yang ke kota Denpasar saja jarang. Saya merantau di Jogja untuk melanjutkan pendidikan pasca SMA. Tempat itu merupakan kilometer terjauh antara saya dan rumah untuk waktu yang tidak sebentar. Sedih sudah pasti. Jauh dari keluarga. Namun sejak saat itu, saya sering menyemangati diri dengan, “ Baiklah, sekarang saya menjadi seorang perantau! ”. Berkali-kali saya hentakkan kalimat itu dengan keras di dalam hati. Merantau di Jogja. Kota sejuta pesona. 5 tahun saya habiskan waktu di kota istimewa itu hingga meraih gelar Sarjana. Sarjana Jogja . Tempat saya berkontemplasi ilmu, buku, pesta dan cinta.

Orang Bali Tak Pernah Liburan?

Gambar
Orang Bali diakui pintar memandu liburan para tamu luar Bali, namun justru mereka sendiri tidak pernah liburan. Mungkin benar karena “ Everyday in Bali is Holiday ”, jadi orang Bali sudah merasa liburan setiap hari. Para tamu itu bahkan sudah berkali-kali liburan ke Bali, sampai hapal tiap pengkolan. Sedangkan orang Bali masih setia saja dengan wilayahnya. Sepertinya tak tertantang untuk sesekali berlibur ke negeri para tamu itu. Benar kata orang, orang Bali itu tipe orang yang setia.

Dijumah

Lagi-lagi dibuat merinding rinding oleh Dialog Dini Hari. Kali ini judulnya "Dijumah" yaitu bahasa Bali yang artinya dirumah. Lirik sederhana, musik mengayun, suara berat khas Pohon Tua. Salah satu lagu yang kurang ajar. Ah, sepertinya isi hati saya saat ini bener-bener diejawantahkan dengan sempurna oleh Dialog Dini Hari di lagu ini. Kali ini tanpa berbusa-busa langsung saja dengarkan sendiri lagunya dan resapi liriknya. 

Bali, Aku Tinggal Sebentar Ya..

Gambar
Ini adalah lagu baru dari Nosstress yang berjudul "Ini Judulnya Belakangan". Ya, judulnya memang begitu. Lagu ini dirilis di Youtube untuk menyambut pilkada Gubernur Bali yang baru kemarin akhirnya KPUD mengetok bali untuk kemenangan Pastika - Sudikerta. Gubernur petahana (incumbent) terpilih lagi untuk memimpin bali 5 tahun ke depan. Semoga tidak gitu-gitu aja. Semoga ada gebrakan yang jitu untuk memecahkan permasalahan Bali beserta hiruk pikuk pariwisatanya. Sebagai salah satu mahasiswa dari bali yang merantau ke jogja, lagu ini semacam soundtrack. Sempat sedikit dibuat merinding setelah mendengar lagu dari Nosstress ini. Lugas dan jujur. Silahkan saja diputar videonya dan jangan lupa resapi liriknya.

Hari Raya Saraswati : Dulu dan Sekarang

Setiap 210 hari sesuai dengan kalender Bali, pada Sabtu Umanis Watugunung umat Hindu merayakan hari raya Saraswati, yaitu hari raya turunnya ilmu pengetahuan kepada seluruh manusia untuk menjalani kehidupan yang sejahtera. Hari raya ini merupakan hari raya pemujaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Dewi ilmu pengetahuan, Dewi Saraswati . Dulu waktu kecil, saya masih ingat banyak orangtua yang mengatakan saat hari raya ini tidak boleh membaca buku dan bahkan katanya tidak baik untuk belajar. Bukan cuma membaca buku, beberapa temen saya juga yakin hari Saraswati orang-orang tidak boleh membaca, ya membaca apapun, pokonya tidak boleh. Namun saya tidak mendapat jawaban kenapa kok tidak boleh membaca. Aneh aja rasanya. Padahal majalah Bobo edisi terbaru saat itu sudah melambai-lambai untuk segera dibaca. Tapi akhirnya saya mengiyakan untuk tidak membaca apapun pada hari Saraswati. Dengan logika sederhana anak kecil saya berpikir, bahwa ilmu pengetahuan pada hari Saraswa...

Cerita Seorang Negaroa

Tempat dimana saya lahir, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, melompat hingga belajar mencintai. Tempat dimana semua kisah ini dimulai. Dari secarik kertas putih yang kosong sampai tertulis sedikit kalimat intro sebagai coretan awal. Sehingga kemudian bisa mencapai paragrap akhir, hingga akhirnya tanda baca terakhir yang berarti usai lah sudah kisah ini. Jembrana, the place that i called home Jembrana merupakan salah satu keindahan yang ada di Pulau Bali. Tempat ini bukan Legian dan bukan Kuta, tempat yang terkenal di seantero jagat sehingga banyak orang ingin merasakan sensasi hiburan di Kuta yang katanya salah satu tempat party yang paling heboh di dunia. Tempat ini oleh sebagian orang dianggap representasi dari kondisi Bali keseluruhan. Dibayangkan oleh orang awam, ada banyak bule berkeliaran, berjemur seksi diatas pasir putih, minum bir sampai perut kembung, dentuman musik hingar bingar dan bisa joget bersama bule di satu lantai dansa. Bukan! Jembrana bukan tempat seperti itu. ...

Hingar Bingar Pariwisata VS Lingkungan Bali

Gambar
[caption id="attachment_294" align="alignleft" width="509"] Ilustrasi : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2011/12/01/siapa-yang-menghancurkan-bali.html[/caption]   Perkembangan pariwisata di Pulau Dewata Bali ternyata tidak selalu berdampak positif terhadap pembangunan di Bali. Banyak konversi lahan dari pertanian menjadi  bangunan villa, hotel, restoran dan bangunan pariwisata lainnya. Tentunya ini merupakan kemunduran bagi kelangsungan lingkungan yang semakin hari semakin “dijajah”. Berikut rangkuman fakta dari Komite Kerja Advokasi Lingkungan Hidup (KEKAL) Bali,  sebagai berikut:

Sisi Gelap sebuah Pulau Surga

Gambar
Judul              : Pandora Bali : Refleksi di balik Gemerlap Turisme Pengarang      : Nyoman Sukma Arida Penerbit          : Pustaka Larasan, Denpasar Tebal               : xix + 166 halaman Cetakan          : 2012 Kotak Pandora, istilah itu yang digunakan oleh Bli Sukma untuk menggambarkan kondisi Bali sekarang ini. Seperti diketahui, Pandora adalah sebuah kotak yang jika dibuka akan melepaskan malapetaka di dunia, rasa sakit, keserakahan, kesengsaraan, penyakit, dan sebagainya. Diharapkan buku ini memang menjadi ajang untuk menyurakan jeritan hati Pulau Bali ditengah-tengah hingar bingar dunia pariwisata.

Dilematis Pariwisata di Pulau Dewata

Pariwisata merupakan sektor primadona pada setiap daerah di dunia. Sektor ini bisa menjadi penggerak berbagai sektor lainnya (multiplier effect). Indonesia sebagai negara yang memiliki panorama keindahan alam, letak geografis yang strategis, tanah yang subur, keanekaragaman suku budaya serta terdapat berbagai flora dan fauna yang tersebar di seluruh pulau, tentunya memiliki prospek yang cerah dan peluang untuk dikembangakan Salah satu pulau yang terkenal dengan sebutan “Pulau Dewata” di Indonesia, yaitu Pulau Bali adalah salah satu Pulau yang sudah menjadi destinasi pariwisata dunia dengan mendatangkan wisatawan dari berbagai belahan dunia dan menunjukkan terjadinya peningkatan kunjungan setiap tahunnya yang cukup signifikan. Budaya dan kesenian yang unik serta panorama alam Pulau Bali menjadi daya tarik tersendiri bagai para wisatawan untuk menikmati liburan di Pulau Bali.

Tri Hita Karana dalam Perencanaan Kota

Kota sebagai pusat kegiatan umat manusia yang menjadikannya sebagai simbol peradaban sangat terkait dengan tranformasi sosial masyarakatnya. Gejala sosial yang muncul dalam masyarakat berperan signifikan dalam pembentukan sebuah kota. Oleh karena itu, dalam proses perencanan kota diperlukan adanya analisis aspek sosial masyarakat terkait dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Kearifan lokal yang melekat pada setiap aktifitas masyarakat menjadikan suatu karakteristik dan keunikan tersendiri bagi daerah tersebut dalam proses perencanaan kota.

"...bagi insan dunia yang mengagungkan cinta"

Gambar
Tau kenapa saya memberi judul postingan seperti itu? Ya! itu penggalan lagu "Cintaku" dari seorang musisi legendaris indonesia Crishye. Saya mencoba me-arrange musiknya kembali dengan nuansa etnik Bali (entah itu berhasil atau tidak, pokoknya nuansa Bali) Saat itu adalah diselenggarakannya Dharma Shanti UGM dalam rentetan acara Nyepi Kampus saka 1933 di Taman Budaya Jogjakarta, 24 april 2011 lalu yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma UGM. Ini event tahunan, yang menampilkan berbagai kesenian-kesenian tradisional yang sebagian besar adalah kesenian Bali. Saya ditugaskan oleh Panitia untuk membuat kolaborasi antara musik tradisonal dengan musik modern. Ini memang saya pikir sangat menarik, sering saya menyaksikan kolaborasi musik kontemporer seperti itu dan naluri bermusik saya diuji disini. Saya harus membuat konsep musik sedemikian rupa dan mencari beberapa partner lain yang bisa membantu. Memang kesulitan terbesar adalah si pemain ‘tradisional’ tidak bisa...

Hitam Putih Harmoni : Filosofi "Saput Poleng"

Gambar
Sebelumnya saya ingin mengutarakan bahwa dengan bangga saya menjadikan Motif ‘Kain Poleng’ ini menjadi background dari blog saya, selain karena saya memang berasal dari Bali, namun lain daripada itu saya sangat mengagumi filosofi Hitam-putih, yaitu sederhananya bahwa sebenarnya kehidupan kita di dunia merupakan hasil kolaborasi dari 2 hal yang bertolak belakang yang sebenarnya adalah hal yang sangat indah, mereka membentuk 1 harmoni kehidupan dan bukan tabu yang ‘mereka’ benci. Saya dan kita sepakat menyebutnya “Hitam Putih Harmoni” Saput Poleng Masyarakat Bali dan orang yang sering ke Bali mungkin sudah sangat akrab dengan kain bercorak kotak-kotak persegi dengan warna hitam-putih seperti papan catur yang satu ini. Kain bercorak seperti ini biasanya dipakai masyarakat Bali sebagai busana dalam upacara adat. Juga biasa ditemui di pura-pura, patung-patung dan pohon-pohon. Ini menjadi salah satu ke’khas’an Bali yang menjadi daya tarik wisatawan. Menjadikan semacam ‘reminder’ wisatawan, j...