Postingan

Menampilkan postingan dengan label pemilu

Kalah Main Catur

Gambar
22 Juli 2014. " Kami menolak hasil Pilpres 2014. Kami menarik diri dari proses ini ! " Sangat disayangkan, sosok patriot dan kesatrya itu menolak hasil pilpres dan secara terbuka menarik diri dari proses demokrasi di detik-detik terakhir pengumumuman penetapan dari KPU. Saya tidak habis pikir. Mengapa beliau melakukan ini? Makin kesini, ekspektasi positif saya terhadap beliau semakin tak pantas. Rasanya, saya makin tidak tepat menilai beliau. Kenapa beliau jadi cengeng dan drama begini. Sungguh saya tak menyangka beliau memilih sikap seperti ini. Apa yang bisa diharapkan dari seorang capres 'tegas, patriotik dan berwibawa' yang mendadak mundur dari kompetisi politik sebelum kompetisi itu selesai?

Gara Gara Jokowi

Gambar
[caption id="attachment_1408" align="aligncenter" width="480"] Foto Konser Salam 2 Jari di GBK[/caption] Riuh copras capres kali ini sunggulah menarik. Banyak pelajaran politik yg bisa saya dapatkan. Pendidikan politik cantik yg jarang saya dapatkan sebelumnya. Inilah sejarah baru dalam wajah politik negeri. Saya menyaksikan sejarah. Kelak, akan menjadi cerita manis untuk anak cucu saya. Titik awal ketika politik sudah tidak norak dan membosankan lagi. Jika suara rakyat adalah suara tuhan, artinya satu suara saya amatlah berharga. Maka dari itu, tak akan saya sia-siakan. Maka, saya akan memilih Jokowi. Saya tugaskan beliau menjadi pemimpin. Karena gara-gara beliau lah semua ini bisa terjadi.

Kita adalah Harapan

Gambar
“Buta yang terburuk adalah buta politik, dia tidak mendengar, tidak berbicara, dan tidak berpartisipasi dalam peristiwa politik. Dia tidak tau bahwa biaya hidup, harga kacang, harga ikan, harga tepung, biaya sewa, harga sepatu dan obat, semua tergantung pada keputusan politik. Orang yang buta politik begitu bodoh sehingga dia bangga dan membusungkan dadanya mengatakan bahwa dia membenci politik. Si dungu tidak tau bahwa dari kebodohan politiknya lahir pelacur, anak terlantar, dan pencuri terburuk dari semua pencuri, politisi buruk, rusaknya perusahaan nasional dan multinasional” - Bertolt Brecht Wajah perpolitikan negeri sudah sedemikian suram. Partai politik yang seyogyanya memperjuangkan aspirasi rakyat, malah sebaliknya justru mempertontonkan perilaku politik yang kurang elok. Apapun dilakukan untuk memperoleh dukungan. Masa bodo yang penting ambisi kekuasaan tercapai.

Orang Baik Jangan Diam

Gambar
Pernyataan sakti dari Anies Baswedan itu selalu terngiang di pikiran saya. Dalam berbagai kesempatan, kalimat tersebut selalu diulang-ulang oleh beliau. Ada lagi yang lain, beliau sering mengatakan “Kita harus mendorong orang baik agar bersedia memasuki arena politik”. Intinya, beliau menyatakan bahwa politik akan mempengaruhi banyak orang, oleh karena itu, mari kita jangan diam saja dan bersikap apatis, mari dukung orang baik untuk kita beri amanah memimpin negeri ini. Coba deh simak pernyataan sikap beliau di sini   dan sini   Sering saya mengangguk, artinya setuju, berkali-kali setuju, tapi sekaligus tidak tenang. Sempat terpikir untuk tidak ikut-ikutan berkomentar tentang copras capres, tapi akhirnya tidak bisa. Pernyataan Anies Baswedan itu selalu menampar saya. Sebagai anak muda yang cinta negeri, saya juga harusnya berkontribusi. Jangan diam saja. Apalagi malah membuat status “netral” di facebook, misal “Ngapain sih ribut-ribut copras capres, berisik tau, toh siapapun presidenny...