Postingan

Menampilkan postingan dengan label hidup

Berkarya di Hutama Karya

Cerita berawal pada 22 Januari 2014, setelah melalui tahapan seleksi, akhirnya diberi kesempatan untuk bergabung menjadi pegawai kontrak profesional di perusahaan BUMN konstruksi PT. Hutama Karya (persero). Inilah menjadi titik pertama saya memasuki dunia kerja, karena sejak wisuda Sarjana pada akhir November 2013 saya hanya seorang fresh graduate-pengangguran-luntang lantung-tak berarti di Jogja. Pintu gerbang sudah terbuka. Perjalanan akan dimulai dari sini. Suecan Widhi. PT. Hutama Karya (Persero). Mari melangkah. Mari merangkak, berjalan dan bahkan berlari. Mari. A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on Jan 22, 2014 at 9:10pm PST Puji Syukur atas kesempatan yang diberikan, walau sebenarnya menjadi pegawai di perusahaan bukan merupakan cita-cita. Saya sejatinya ingin menjadi seorang jurnalis, penulis buku, peneliti, dosen: hari-harinya disibukkan dengan kegiatan tulis-menulis, meneliti, mengajar, mengkritisi, menjadi pembicara kesana kemari. Atau dis...

Catatan Akhir Tahun 2015

Di setiap penghujung tahun, saya wajibkan diri untuk menulis di blog. Semacam renungan akhir tahun. Namun apa daya tahun 2015 sudah lewat dan saya tak juga kunjung menulis. Maka jadilah di awal tahun 2016 ini saya coba menulis tentang kesan yang terjadi di 2015. Tak apa lah, daripada tidak. Tahun lalu, saya sempat menulis renungan akhir tahun dengan judul “ Dimulai di Tahun 2014, Bertumbuh di Tahun 2015 ”. Dan barusan saja saya iseng untuk kembali membaca tulisan itu. Ada sensasi unik yang saya rasakan. Kepuasan dan kenikmatan tersendiri. Apa yang menjadi misteri saat itu, sudah menjadi kenangan dalam perjalanan hidup saya sampai saat ini. Ah, saya ini memang serius betul menghayati perjalanan dimensi waktu yang saya tempuh, langkah demi langkah. Saya merasa benar-benar dalam sebuah perjalanan yang seru. Hijrah ke Jakarta Perjalanan di awal tahun 2015 lalu masih saya lewati dengan rutinitas sebagai karyawan kantoran di Denpasar. Sama seperti tahun sebelumnya. Belum ada yang be...

Merantau Lagi

Saya masih ingat betul. Waktu itu tanggal 3 Agustus 2009, ketika kali pertama saya naik pesawat terbang dan melihat awan lebih dekat. Penerbangan pagi dari Denpasar menuju Jogjakarta ditemani kakak. Wah senang sekali rasanya. Maklum, jangankan jalan-jalan ke luar Bali atau ke luar negeri. Saya tumbuh di kota kecil Jembrana yang ke kota Denpasar saja jarang. Saya merantau di Jogja untuk melanjutkan pendidikan pasca SMA. Tempat itu merupakan kilometer terjauh antara saya dan rumah untuk waktu yang tidak sebentar. Sedih sudah pasti. Jauh dari keluarga. Namun sejak saat itu, saya sering menyemangati diri dengan, “ Baiklah, sekarang saya menjadi seorang perantau! ”. Berkali-kali saya hentakkan kalimat itu dengan keras di dalam hati. Merantau di Jogja. Kota sejuta pesona. 5 tahun saya habiskan waktu di kota istimewa itu hingga meraih gelar Sarjana. Sarjana Jogja . Tempat saya berkontemplasi ilmu, buku, pesta dan cinta.

Bunga dari Tika

Tika memang ada-ada saja Tika tahu banget gimana cara saya bersenang-senang. Gimana cara menyenangkan saya. Tika memang begitu. Suka sekali memberi kejutan kepada orang terdekatnya. Makanya, banyak orang yang menyayanginya. Ini bunga spesial dari Tika untuk saya. Sumber dari blognya ini . Apa tulisan ini berlebihan? Mungkin saja. Tapi setidaknya dia tahu betul apa yang saya pikirkan dan lakukan selama ini. Thanks, Tik! Untuk kamu yang terlalu biasa Ini sebuah hadiah, tulisan yang akan menyiratkan perjuangan seorang perantau. Dimana sekitar lima jam yang lalu akhirnya ia melepas status penganggurannya. Selamat ya. Ya, dia Made Bhela Sanji Buana. Seorang yang paling happening di hidupku setahun lebih ini. Seorang yang tidak pernah lepas dari benakku dan semua lalu lalang pikiranku setahun lebih. Bukan karena cinta, tapi karena inspirasi dan pembelajaran hidup yang kami retaskan bersama. Hari ini tepat tanggal 22 Januari 2014, Tuhan mengabulkan doanya. Doa yang selama ini menjadi kegelisa...

Sarjana Jogja

Gambar
Ah, harusnya banyak sekali yang bisa saya ceritakan Terakhir cerita di blog pada tanggal 1 Oktober 2013 tentang akhirnya saya lulus Sarjana Teknik . Setelah itu banyak kejadian penting yang terjadi di hidup saya. Namun, sayang sekali saya tidak rajin menuliskannya ke dalam blog. Tapi tidak apa-apa. Saya selalu tidak lupa untuk memposting cerita/foto di media sosial lainnya --untuk nantinya siapa tahu bisa dijadikan cerita secara runut-. Dokumentasi hidup. Salah satunya saya rajin posting foto moment penting di akun instagram dan twitter saya. Media sosial favorit karena kita bisa membuat linimasa hidup yang tersimpan rapi di dunia maya, lengkap dengan waktu postingnya. Ya, bagi saya begitu. Mari biarkan saya bercerita.. Wisuda 16 November 2013 akhirnya orangtua datang ke Jogja. Sebuah moment yang sejak 4 tahun lalu saya tunggu-tunggu. Ini moment pertama kalinya. Senang sekali bisa mengenalkan Jogja kepada orang tua. Nyaman. Begitu kata ibuk saya. Bapak saya juga mengamini. Ya memang,...

Ada Cinta di 22 tahun

Gambar
Kali ini, saya ingin sedikit berbagi kebahagian yang saya terima sebagai hadiah di ulang tahun 22 tahun. Kan orang bijak pernah berkata bahwasanya kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan yang dibagi. Daripada menebar kesedihan, tentu lebih baik menebar kebahagiaan. Kan gitu. Di ulang tahun saya ke 22 tahun ini, ada sesuatu yang istimewa, ada cinta yang tidak dipungkiri mampu meneteskan satu dua tetes air mata. Sebuah kejutan yang disusun apik. Melibatkan orang-orang sekeliling saya. Bahkan sampai teman dekat dirumah dan keluarga. Video berikut ini adalah video yang berisikan doa dan cinta dari teman-teman terdekat dan keluarga untuk ulang tahun saya ke-22 tahun. Jika berkenan, di play saja. Durasi 23 menitan. Penuh kebahagian. Karena sebaik-baiknya kabar adalah kabar yang membahagiakan. Untuk kualitas yang bagus bisa disetting ke 480p (ini pesan khusus dari editornya). *** Saya mulai cerita saja. Kronologis singkat sampai akhirnya video itu diputar di layar movie box. Malam itu tanggal 1...

22 tahun!

Gambar
Bayi yang terlahir di RS. Sanglah pada pagi hari di tanggal 2 Juli 1991 ini pertama kali diberi nama Made Bhela Sanji Ananta. Namun, keluarga besar menyarankan untuk mengganti nama belakang menjadi "Buana" untuk identitas keluarga besar yang wajib disematkan pada setiap generasi. Dan pada akhirnya, bayi bernama lengkap Made Bhela Sanji Buana secara resmi ikut meramaikan dunia beserta hiruk pikuknya. Hingga sekarang, bayi itu sudah 22 tahun. Tentu tidak pantas lagi untuk mengharapkan kado mobil-mobilan idaman dari orang tua. *** [caption id="attachment_1144" align="aligncenter" width="430"] 22 tahun![/caption] 2 Juli 2013 . 22 tahun sudah melakoni sebuah peran sandiwara di dunia yang disebut hidup . Lahir, merangkak, berdiri, berjalan, berlari, sampai berlari sekencang-kencangnya. Terjatuh, terluka, menangis, bahagia, tertawa, hingga belajar cinta. Semuanya terangkum indah dalam linimasa kehidupan yang tidak selalu bisa ditebak. Bahkan sejatinya...

Untung Saya Masih Punya Hobi

Gambar
Sebuah refleksi bahwa mendapat nilai tertinggi di sekolah/kampus tidak menjamin kesuksesan seseorang. Video ini adalah pidato dari Erica Goldson pada acara wisuda di Coxsackie-Athens High School , New York, tahun 2010. Erica Goldson merupakan lulusan siswa dengan nilai terbaik. Cukup membuat kaget dan tersentak, sekaligus penyadaran. Karena isi pidatonya bukan sembarang cuap-cuap saja. Barangkali bisa menjadi refleksi bagi kita semua (terlebih lagi bagi yang menghamba nilai tinggi). Inilah cuplikan pidatonya dalam bahasa Indonesia

Menurunnya Mood Menulis

Gambar
[caption id="attachment_834" align="alignleft" width="310"] Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfoavUFO43_d9Q1QEWk606eLi3U2CdmCMGXzlwfN1nqflPGAL0_XP0MP8isV61sXQh4erZstbexUtxUmd5PlI7ITGueACcY2h1o6L4ollUh7SRfEGKNF-wU81H7UeSemP6WAs7FezhHzs/s1600/menulis+kemalasan_mustafid_sawunggalih.jpg[/caption] Akhir-akhir ini saya memang jarang sekali membuat postingan di blog ini. Padahal diawal bulan ini saya mengikuti gerakan #30haribercerita , dimana mewajibkan saya untuk membuat minimal 1 postingan blog dalam 1 hari selama 30 hari. Saya sangat merasakan tantangan ini, bagaimana menyisihkan waktu dalam padatnya rutinitas keseharian untuk menulis. Sulit. Memang ternyata tidak segampang yang dikira. Agenda yang secara tiba-tiba datang mengakibatkan saya tidak bisa mengalokasikan waktu untuk menulis dalam sehari. Banyak faktor yang akhirnya mengakibatkan mood saya untuk menulis berkurang. Saya akui, saya bukanlah orang yang bisa menulis...

Pertemuan, Guru dan Hidup (part 1)

"Bahwasanya setiap pertemuan adalah pembelajaran. Semua org yg diajak berinteraksi itulah guru besar sebenarnya. Inilah hidup men! ;)" Dimulai dari twit saya pada tanggal 28 Desember 2012, sekitar jam 9 malem. Ya, saya menganggap semua orang yang pernah bertemu dengan saya adalah guru. Baik itu mencela, memuji, mengejek, memfitnah, memberi tahu, membuat menangis dan segala bentuk interaksi dari orang lain. Semua itu tersusun rapi dalam agenda yang dibuat oleh Tuhan untuk saya yang bernama HIDUP. Sesungguhnya tidak sulit untuk dimengerti, bahwa setiap pertemuan merupakan sebuah pembelajaran. Dan sudah sangat jelas bahwa yang mengantarkan kita menjadi individu yang seperti sekarang ini adalah intervensi dari semua makhluk yang pernah berhubungan dengan kita. Oke, lahir dari rahim Ibuk, kita bagaikan kertas putih yang siap untuk menyerap apapun yang dirasakan, dilihat dan didengar. Pertemuan dengan orang tua untuk pertama kalinya menjadikan orangtua merupakan guru yang pertama d...