Saturday, January 16, 2016

Catatan Akhir Tahun 2015

Di setiap penghujung tahun, saya wajibkan diri untuk menulis di blog. Semacam renungan akhir tahun. Namun apa daya tahun 2015 sudah lewat dan saya tak juga kunjung menulis. Maka jadilah di awal tahun 2016 ini saya coba menulis tentang kesan yang terjadi di 2015. Tak apa lah, daripada tidak.

Tahun lalu, saya sempat menulis renungan akhir tahun dengan judul “Dimulai di Tahun 2014, Bertumbuh di Tahun 2015”. Dan barusan saja saya iseng untuk kembali membaca tulisan itu. Ada sensasi unik yang saya rasakan. Kepuasan dan kenikmatan tersendiri. Apa yang menjadi misteri saat itu, sudah menjadi kenangan dalam perjalanan hidup saya sampai saat ini.

Ah, saya ini memang serius betul menghayati perjalanan dimensi waktu yang saya tempuh, langkah demi langkah. Saya merasa benar-benar dalam sebuah perjalanan yang seru.

Hijrah ke Jakarta
Perjalanan di awal tahun 2015 lalu masih saya lewati dengan rutinitas sebagai karyawan kantoran di Denpasar. Sama seperti tahun sebelumnya. Belum ada yang berubah. Berjalan saja begitu dengan ritme yang santai, tenang, tentram.
A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on
Namun pada akhir Maret 2015, saya menyambut tantangan baru untuk pindah ke Jakarta, menjadi warga perantau lagi. Semua ini demi sebuah pengalaman dan tantangan baru. Saya ingin mengembangkan diri.

Maka terhitung mulai akhir Maret 2015, saya tinggal di Jakarta. Semua bayangan sebelumnya tentang ibukota, kemacetan, banjir, polusi dst dst…., akhirnya saya hadapi di depan mata.

Tahun 2015 telah membawa saya kesini, menjalani rutinitas sebagai karyawan di Jakarta sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Karena memang, pekerjaan yang saya pilih mengharuskan saya untuk selalu siap untuk berpindah ke kota mana saja jika diperlukan. Begitulah, saya ikuti saja kemana angin mimpi saya berhembus.

Jadi, tahun-tahun berikutnya hijrah kemana lagi kita?

Kantor Baru
Tanggal 1 April 2015 merupakan hari pertama saya masuk kantor baru di Jakarta. Tentu dengan suasana dan orang-orang baru. Lingkungan yang sangat asing bagi saya kala itu. Pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan saya sebelumnya di Denpasar. Perlahan akhirnya saya bisa beradaptasi dan mengakrabi lingkungan.
A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on
Hingga akhirnya saat ini saya sangat menikmatinya. Saya merasa mantap untuk mengembangkan diri di kantor baru ini. Semoga selalu diberi kesempatan untuk belajar.

Menjadi Karyawan MT
Pertengahan Bulan Juni 2015 saya terbang lagi ke Jogja. Setelah sekian lama. Ini kali pertama saya ke Jogja dengan status bukan mahasiswa lagi. Saat itu saya ke Jogja untuk tujuan yang berbeda. Saya mengikuti tes untuk menjadi calon pegawai tetap (atau istilahnya MT, Management Trainee) perusahaan BUMN tempat saya bekerja, karena sebelumnya hanya berstatus karyawan kontrak profesional.

Bersyukur akhirnya saya lolos tes dengan baik. Tak pernah disangka pada tahun-tahun sebelumnya. Maka tanggal 29 Juli 2015 merupakan episode baru saya di kantor menjadi karyawan MT dan kembali ditugaskan di Jakarta untuk melalui tahapan magang selama kurang lebih setahun. Bila semua berjalan lancar pertengahan tahun 2016 ini akan menjadi pegawai tetap di perusahaan ini.
A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on
Saya sangat bersyukur dengan kelancaran yang diberikan. Saya telah mantapkan diri untuk mengembangkan diri dan menemukan jati diri di kantor ini, yang menjadi tempat saya bernaung mencari nafkah untuk keluarga saya kelak.

Melihat Monas Jarak Dekat
Sore di 8 Agustus 2015 cukup bersejarah bagi saya. Sebagai orang daerah yang merantau jauh ke ibukota, untuk kali pertamanya pada waktu itu saya melihat monas langsung di depan mata saya. Saya terhenyak. Ingin hormat tapi malu banyak orang. Saya bisa pandangi saja dengan tegas.
Kali Pertama ke Sumatera
Di Oktober 2015 untuk kali pertamanya saya menginjakkan tanah Sumatera. Tanah Sriwijaya tepatnya, Sumatra Selatan. Walau saat saya kesana Kota Palembang sedang disesaki oleh asap yang menyesakkan.
A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on
Kemudian pertengahan November 2015 pertama kalinya mengunjungi Kota Pekanbaru. Sepertinya akan lebih sering lagi ke Sumatra untuk urusan pekerjaan.

Yang jelas saya selalu senang untuk mendatangi tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Atau melakukan hal yang sebelumnya belum pernah saya lakukan. Semoga aja di tahun 2016 lebih banyak bisa mengunjungi tempat dan hal-hal baru yang bisa dilakukan.

Menang Lomba Inovasi
Iseng-iseng suatu saat di awal Mei 2015 saya mengikuti lomba karya tulis tentang inovasi bisnis baru di kantor tempat saya bekerja. Pesertanya hanya internal karyawan kantor yaitu 19 peserta. Jurinya adalah para direksi, komisaris dan external advisor. Tidak ada sama sekali ekspektasi kala itu. Menang ya syukur sekali, tapi kalah juga tidak masalah. Yang jelas, saya hanya ingin menulis. Ingin sesekali mengikuti lomba tulis menulis. Saya pun akhirnya men-submit satu judul mengenai ide bisnis baru yang bisa diterapkan pada perusahaan.
Ternyata benar iseng-iseng berhadiah, di penghujung Desember 2015 saya mendapatkan kabar bahwa saya berhak mendapatkan hadiah dengan nominal yang lumayan sebagai juara 1 lomba inovasi. Saya ternyata benar-benar memenangkan lomba itu. Waduh, senang sekali rasanya. Menjadi motivasi untuk saya agar lebih giat menulis. Lebih sering ikut lomba tulis menulis. Di tahun 2016 semoga diberi kesempatan.


Demikianlah kira-kira bila saya cerita mengenai tahun 2015. Tahun yang penuh kejutan. Tahun yang terasa berjalan sangat cepat. Terimakasih untuk yang sudah terjadi di 2015. Dan untuk 2016 saya optimis menatap dengan gegap gempita. Berpacu dengan mimpi.