Saturday, January 11, 2020

Catatan Akhir Tahun 2019

Ternyata ini sudah kali keenam saya menulis Catatan Akhir Tahun sejak 2014. Banyak inspirasi dan pelajaran yang didapat ketika kembali membaca kisah beberapa tahun belakangan. Cukup menarik untuk menjadi bahan kontemplasi. Mengingat-ingat momen yang sudah terlewati. Introspeksi dan evaluasi untuk tahun-tahun berikutnya yang lebih baik.

Silahkan klik judul berikut untuk cerita saya beberapa tahun belakangan:






Dan kali ini waktunya untuk Catatan Akhir Tahun 2019.

***

Perjalanan hidup di Tahun 2019 ini cukup seru dan menyenangkan. Walaupun tak sepadat seperti tahun 2018 yang lalu, di tahun 2019 bersyukur mendapat banyak pelajaran dan pengalaman baru setiap waktunya. Kesibukan utama masih seputaran aktivitas karyawan kantoran sekaligus mahasiswa di Jakarta. Puji Syukur selalu sehat dan kuat untuk menjalani semua aktivitas.

Mengejar Gelar MBA
Mengikuti perkuliahan S-2 di setiap akhir pekan sudah saya jalani sejak tahun 2017. Hari Jumat mulai pukul 19.00 sampai 22.00 dan Sabtu dari pukul 08.00 sampai 18.00. Selain kelas pada akhir pekan, Senin sampai kamis tentu waktunya mengerjakan tugas kuliah yang sangat mengganggu jadwal tidur. Sesekali mencuri waktu pada saat jam kerja di kantor untuk menyelesaikan tugas kuliah. Jam pulang kantor juga biasanya terpaksa digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah berkelompok.




Rutinitas perkuliahan memang butuh pengorbanan, sangat menyita perhatian, tenaga, waktu dan tentunya uang yang tidak sedikit. Walau memang melelahkan, tapi saya sangat menikmati prosesnya. Kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi tentunya tidak akan saya sia-siakan. Selalu ada kebijaksanaan dan inspirasi yang menggugah pikiran saya setiap mengikuti kelas. Saya yakini dapat menjadi bekal untuk saya melanjutkan hidup dan kelak dapat bermanfaat bagi banyak orang. 


Di pertengahan tahun ini saya berhasil menyelesaikan kuliah teori di kelas. Itu artinya di tahun 2019 ini saya mulai mengerjakan Tesis. Setengah tahun ini saya habiskan untuk membaca banyak literatur dalam pencarian topik Tesis yang menarik.

Ternyata memang tidak mudah, membagi waktu untuk mengerjakan Tesis sekaligus menyelesaikan tugas dan tanggung jawab di kantor yang semakin padat.



Alhasil, target saya untuk menyelesaikan Tesis di tahun ini pun tidak tercapai. Walaupun agak kecewa dengan diri sendiri, namun belakangan saya pikir memang itu konsekuensi dari kuliah sambil bekerja kantoran. Harus disiplin mengelola waktu agar kuliah lancar dan tugas kantor terselesaikan.

Saya putuskan untuk melanjutkan dan menyelesaikan Tesis di tahun 2020. Perjalanan meraih gelar MBA kita lanjutkan di tahun 2020. Targetnya, pertengahan tahun 2020 nanti akan wisuda di Jogja. Semoga semua rencana berjalan lancar. Astungkara.


Pindah Tugas
Seperti pada cerita tahun-tahun sebelumnya, sejak pertengahan 2017 saya bertugas dalam sebuah tim untuk membangun Jalan Tol di Sumatera, tepatnya di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Banyak pelajaran jatuh bangun yang saya jalani dalam menjalani tugas tersebut. Yang jelas, saya pelajari banyak hal mengenai leadership. Saya mendapatkan pengalaman pertama untuk memimpin sebuah tim. Saya menghadapi banyak tantangan setiap harinya. Secara garis besar, saya sangat menikmati tugas ini.



A post shared by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

Walau tak bisa dipungkiri, beberapa waktu belakangan rasa jenuh mulai muncul. Entahlah, saya kira kejenuhan merupakan siklus biasa dalam melakukan pekerjaan. Terutama bila interaksi dan suasana mulai tidak asik. Saya belajar bahwa rutinitas yang monoton pada akhirnya menyebabkan produktifitas turun. Saya kira disini saya mendapatkan pelajaran yang banyak mengenai pengelolaan emosi pribadi dalam pekerjaan ini. Tantangannya adalah bagaimana selalu tetap professional dalam bekerja dan menjaga gairah untuk selalu melakukan hal yang terbaik. Menjadi seorang pemimpin ternyata memang harus mampu mengelola emosi diri dan mampu menghadapi berbagai situasi.

Di tengah kejenuhan itu, surat tugas baru datang menghampiri. Seakan gayung bersambut, pada akhir Juni 2019, saya mendapatkan tantangan untuk pindah tugas ke tempat dan posisi yang lain. Kali ini saya ditantang untuk menjadi seorang Business Development Manager di kantor pusat. Bagian yag bertugas untuk melakukan pengembangan bisnis untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sungguh sebuah tantangan yang keren dan membingungkan pada saat yang bersamaan.



Keren. Sekilas terdengar keren, namun sebenarnya lebih banyak bingungnya. Banyak pertanyaan berkecamuk di kepala mengenai apakah saya bisa menjalankan tugas yang keren ini dengan baik. Yang jelas, bidang Business Development ini saya yakini akan sangat seru dan penuh pelajaran yang dapat membawa saya ke kesempatan-kesempatan yang lebih seru lainnya.



Tugas baru ini tentunya membuat saya sangat bergairah. Bersamaan juga sangat menegangkan. Begitu banyak hal yang perlu saya pelajari dengan cepat. Saya merasa sangat bodoh. Dan katanya itu pertanda baik bila ingin bergerak maju. Baiklah, saya bersyukur selalu diberi kesempatan untuk belajar.  Semoga dapat menjalankan tugas dengan baik dan mampu memimpin tim dengan performa maksimal.

Menjadi Pembicara
Momen menjadi pembicara ini merupakan momen yang sangat berharga untuk mengasah kemampuan public speaking saya yang belum begitu baik. Kesempatan ini saya manfaatkan betul untuk memaksa diri berbicara dengan mengesankan di depan orang banyak. Teknik presentasi yang saya pelajari selama ini akhirnya menemukan panggungnya.

Pada awal April 2019, saya berbagi di depan mahasiswa Universitas Andalas, Padang. Membawakan materi mengenai pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera dan peluang karir di industri infrastruktur. Senang sekali bisa berbagi walaupun sebenarnya gemetaran dan super degdegan setengah mati. Semoga tahun-tahun berikutnya mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berbagi.












Juara Lomba Inovasi
Momen ini juga cukup membanggakan. Menjadi Juara 3 Lomba Inovasi pada kategori Pengembangan Bisnis baru. Senang sekali mendapatkan penghargaan ini. Merasa disiram bensin agar api inovasi selalu menyala dalam diri. Terima kasih untuk kepercayaan ini. Menjadi asupan gairah untuk terus belajar.


Di tahun ini aktivitas musik saya bisa dibilang cukup padat. Haha. Begitu banyak alasan untuk bahagia, salah satunya bisa bermain musik dengan temen-temen kantor. Cukup dengan telusuri hashtag #SekantorSemusik di instagram untuk melihat keceriaan kami para musisi amatiran kantoran.

Berikut terlampir sedikit hingar bingarnya.









View this post on Instagram

A post shared by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on















Teman Hidup
Oke, tibalah pada bagian terakhir yang maha penting. Sejak Catatan Akhir Tahun 2017, namanya selalu muncul. Perihal cinta.

Yayi namanya.




Tahun ini sebagian besar dihabiskan berdua. Kemanapun dan dalam keadaan apapun. Semakin mengerti kekurangan dan kelebihan masing-masing. Saling melontarkan ego dan idealisme untuk menemukan titik temu dalam mengarungi perjalanan hidup yang panjang di depan. Tantangan apapun harus dihadapi. Saling memeluk erat dan berpegang tangan. Menjadi teman hidup. 

Semoga senantiasa semakin bijaksana dan bahagia selamanya. Mari mengarungi kehidupan dan meraih mimpi bersama di 2020!



Made Bhela SB

Apartemen Bassura, 11/01/2020

No comments:

Post a Comment