Tuesday, January 17, 2017

Catatan Akhir Tahun 2016

Tahun 2016 telah berlalu begitu cepat. Puji syukur, perjalanan hidup di tahun 2016 telah terlewati dengan baik.

Sebenarnya masih banyak hal yang harusnya saya lakukan di tahun ini, karena suatu alasan dan lain hal, tidak dapat saya lakukan. Beberapa target meleset. Namun tidak sedikit juga yang tercapai bahkan melebihi target.

Begitulah, awal tahun membuat rencana dan akhir tahun saya evaluasi. Semoga selalu menjadi lebih baik setiap tahunnya.

Seperti biasa, saya wajib menuliskan cerita singkat tentang apa yang terjadi setahun belakangan. Ini adalah kebiasaan yang saya lakukan sejak akhir 2012. Semata-mata sebagai dokumentasi. Semacam kaleidoskop pribadi. Bahan renungan saya di kala sepi.

Mungkin tak semua bisa diceritakan dengan baik. Maka, menampilkan kembali postingan dari akun instagram (madebhela) adalah langkah bijak yang saya ambil agar cerita lebih runut.

Secara garis besar, momen yang paling menyita perhatian di tahun ini adalah saat mengikuti kursus kepemimpinan ala militer oleh Pasukan Zeni TNI-AD di Bogor dan kemudian peristiwa resminya saya diangkat menjadi karyawan tetap di Hutama Karya di akhir bulan Agustus. Seperti yang telah saya ceritakan di postingan sebelumnya, Berkarya di Hutama Karya. Sepertinya momen itu cukup tepat untuk menandai tahun ini.

Baiklah, saya lanjutkan cerita saya.


Sulawesi Pertama Kali
Apapun hal yang dilakukan untuk pertama kalinya pasti seru dan istimewa. Termasuk perjalanan ke tempat baru.

Di tahun 2015 silam, pertama kalinya saya menginjakkan kaki di tanah Sumatra. Dan pada pertengahan Januari tahun 2016, saya berkesempatan untuk menginjakkan kaki di tanah Sulawesi. Tepatnya di Manado.

Kota pinggir laut dengan kuliner yang mantap cukup berkesan di hati saya. Apalagi sempat pula merasakan sensasi menyelam di Bunaken, salah satu tempat favorit para penikmat dunia bawah laut. Dan begitulah, Bunaken menjadi tempat saya untuk pertama kalinya mencoba sensasi menyelam sedalam 15 meter. Semua serba pertama kali. Seru ternyata. Sepertinya butuh destinasi selam berikutnya.

Berkunjung ke berbagai tempat baru setiap tahunnya memang merupakan salah satu obsesi saya. Entah itu sekedar urusan pekerjaan ataupun memang untuk berlibur. Semoga tahun-tahun berikutnya diberikan kesempatan lagi untuk pertama-kali yang lain. Papua mungkin?


A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on


Ps: Foto di Bunaken menjadi dokumentasi pribadi dan bukan konsumsi umum. Lagian, kan ndak boleh liburan disaat jam kerja. Haha :D


Akhirnya Java Jazz
Hobi saya musik. Saya merasa sangat nyaman dan bahagia sekali ketika menyaksikan berbagai event musik. Saya betah berlama-lama berdiri menikmati tata panggung, tata cahaya, tata suara dan performa musisi yang disajikan oleh sebuah pertunjukkan musik. Nyaris musik apapun, termasuk Jazz tentunya.

Pada awal Maret, akhirnya saya bisa menyaksikan event rutin tahunan Java Jazz secara langsung. Tahun sebelumnya hanya bisa menikmati via youtube dan media sosial lainnya. Sebuah event yang tidak susah dimengerti bila saya katakan dahsyat, spektakuler dan wajib tonton. Saya sangat menikmatinya.

Bagaimana untuk Java Jazz 2017? kuy lah..
 

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on




Personal Development
Saya sadar betul, pengembangan diri harus menjadi prioritas saya di usia sekarang. Waktu luang seharusnya saya manfaatkan untuk dapat belajar hal baru dan bertemu banyak orang baru.

Nyaris tidak ada alasan untuk tidak melakukan hal yang sudah seharusnya saya lakukan. Kalimat terakhir ini memang cukup membingungkan. Saya memang memilih untuk menjadi anak muda yang selalu bingung penuh pertanyaan yang kemudian sibuk menemukan jawabannya.

Saya selalu menantang diri saya untuk senantiasa mengembangkan diri, kapanpun, dimanapun dan dari siapapun. Rasa malas sudah pasti datang, namun saya tak punya pilihan lain.

Pengembangan diri adalah mutlak. Perubahan diri memang selayaknya harus terjadi. Saya harus terbiasa dengan hal itu. Saya tidak mau terjebak dalam tempurung kemudian menjadi sok tahu nyaring bunyinya dan bebal.

Tentu ada banyak yang bisa dilakukan untuk pengembangan diri: baca buku, nonton youtube, mendengarkan podcast, langganan blog-blog keren, hingga mengikuti seminar.

Tahun 2016, salah satu seminar yang saya ikuti bertajuk "Without Borders" pada pertengahan April yang diisi oleh para profesional panutan, seperti Iwan Sunito, Wishnutama dan Dino Patti Jalal. Mentor yang luar biasa.

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on



Site Visit Megaproyek
Saya anggap momen ini istimewa karena megaproyek ini akan menjadi kebanggaan kita semua. Sebentar lagi, akhirnya Jakarta punya MRT.

Akhir Mei saya berkesempatan untuk berkunjung ke proyek MRT sekitar 25 meter dibawah bundaran HI. Saya terkesima. Ini bakalan keren banget.

Yang jelas, tahun 2018 MRT akan mulai beroperasi. Itu artinya saya tak perlu lagi naik uber/gojek dari kosan di daerah Tanjung Barat bila ingin main ke GI Mall. Cukup naik dari stasiun Lebak Bulus dan cuzz tidak lama saya sudah tiba di dalam Mall. Canggih sih ini.





Nyanyi di Kantor
Mimpi saya sederhana. Bernyanyi genjreng-genjreng di kantor bersama teman-teman kantor. Di tahun ini saya wujudkan.

Apapun alasannya, saya selalu bersemangat dan antusias dengan alat musik. Saya coba implementasikan konsep work-life balance dengan bermain musik di kantor. Saya kira efektif mereda kebosanan dan kepenatan sehari-hari di kantor. Tentu, ujung-ujungnya berdampak pada keakraban dan kehangatan suasana kantor.

Cukup dengan menyanyikan beberapa buah lagu kemudian diiringi petikan gitar ala kadarnya. Saya rasa saya sudah mencapai kebahagiaan yang definitif. Semoga teman-teman saya juga.



A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on


A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on


A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on




Ulang Tahun 25 di Rumah
Sejak tahun 2009 merantau, sepertinya saya tidak pernah merayakan ulang tahun di rumah.

Tahun ini, tepat di usia seperempat abad, beruntung saya bisa merayakan ulang tahun di kampung, Blahbatuh, Gianyar bersama keluarga. Saya bahagia sekali. Terima kasih atas doa dan dukungan yang diberikan orang tua dan keluarga. Bhakti ini untuk kalian..




Hari Pertama Sekolah
Sempat juga saya mengantarkan ponakan jagoan ke TK. Bertepatan dengan gerakan Hari Pertama Sekolah yang digagas Mas Anies ketika masih menjadi menteri pendidikan.

Mau tak mau, saya harus belajar menjadi seorang panutan dan orang tua bagi ponakan-ponakan saya. Hingga nantinya menjadi bapak bagi anak-anak saya kelak.

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on



Officially Insan Hutama
Tahun 2016 sepenuhnya saya dedikasikan untuk perjuangan merintis karir. Ini tema besar untuk tahun 2016.

Februari presentasi laporan kegiatan untuk evaluasi pertama program "On the Job Training". Agustus berlanjut pada evaluasi kedua kemudian dinyatakan lulus. Akhir Agustus berangkat ke Bogor untuk kursus kepemimpinan ala militer. Akhirnya di awal September tahun ini resmi diangkat menjadi karyawan tetap. Seperti yang saya ceritakan di postingan Berkarya di Hutama Karya



A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on




Baca Buku
Target baca buku saya di tahun ini meleset. Nyaris hanya 5 buku: "Empat Lensa, Terobosan Paradigma Kepemimpinan Dunia Baru" karya Iman Progoharbowo, "From One Dollar to Billion Dollars Company" karya Rhenald Kasali/Emirsyah Satar, ""What the Dog Saw" karya Malcolm Gladwell, "The Coconut Principle" karya Gede Manggala dan "Generasi Millenials"nya Yoris Sebastian.

Sisanya baca artikel-artikel serampangan di internet, e-book dan blogwalking ke beberapa situs favorit. Pengennya di tahun depan bisa membaca lebih banyak buku. Dan harapannya, bisa sekalian menuliskan intisarinya.

Males sih baca buku. Males belajar. Tapi ada pilihan lain?




Golf Pertama Kali
Permainan satu ini erat kaitannya dengan dunia kerja. Olahraga untuk lobbying dan memperluas jaringan pertemanan katanya.

Tapi apapun alasannya, saya hanya ingin olahraga. Lingkar perut sudah mulai tak masuk akal.

Tahun ini untuk pertama kalinya saya memegang stick golf dan mencoba pukulan driving yang tak tentu arahnya. Haduh susah juga ternyata.


A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

Aksi Bela Timnas
Saya beruntung dapat menyaksikan dan mendukung secara langsung Timnas di ajang AFF Suzuki Cup tahun ini. Walau sebenarnya bukan gila bola, menyaksikan langsung Timnas berlaga apalagi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama ribuan orang adalah momen yang mengharukan.

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on






Juru Bicara Pandji
Saya penikmat stand-up comedy. Pandji Pragiwaksono adalah salah satu sosok yang saya idolakan.

Pada tahun sebelumnya hanya bisa membeli digital download special show-nya. Di akhir tahun ini dapat menyaksikan langsung bersama 3000 orang untuk pertunjukkan bertajuk "Juru Bicara". Pengalaman yang dahsyat.

Tak akan terlupakan. Ini salah satu pertunjukkan terbaik yang pernah saya tonton.



Momen Akhir Tahun
Akhir tahun waktunya pulang. Saya merayakan tahun baruan di rumah bersama keluarga dan teman-teman.

Makan bersama keluarga, tirta yatra, main musik, ketawa bareng bersama sahabat dan ditutup dengan pembuatan video drone ketika malam tahun baru di kampung halaman adalah cara yang membahagiakan untuk menutup tahun 2016 ini.


A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A video posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on

A photo posted by Made Bhela Sanji Buana (@madebhela) on



Demikianlah kira-kira serba serbi di tahun 2016. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan untuk menjalankan kewajiban serta diberi kesempatan untuk terus belajar. Astungkara.

Terimakasih tahun 2016. Mari mengukir kisah yang lebih manis di tahun 2017.

Mari menyambut tahun baru 2017 yang riang gemilang!