Wednesday, July 23, 2014

Kalah Main Catur

22 Juli 2014.

chess kid

"Kami menolak hasil Pilpres 2014. Kami menarik diri dari proses ini !"

Sangat disayangkan, sosok patriot dan kesatrya itu menolak hasil pilpres dan secara terbuka menarik diri dari proses demokrasi di detik-detik terakhir pengumumuman penetapan dari KPU.


Saya tidak habis pikir. Mengapa beliau melakukan ini? Makin kesini, ekspektasi positif saya terhadap beliau semakin tak pantas. Rasanya, saya makin tidak tepat menilai beliau. Kenapa beliau jadi cengeng dan drama begini. Sungguh saya tak menyangka beliau memilih sikap seperti ini. Apa yang bisa diharapkan dari seorang capres 'tegas, patriotik dan berwibawa' yang mendadak mundur dari kompetisi politik sebelum kompetisi itu selesai?

Tuesday, July 8, 2014

Gara Gara Jokowi

[caption id="attachment_1408" align="aligncenter" width="480"]Foto Konser Salam 2 Jari di GBK Foto Konser Salam 2 Jari di GBK[/caption]

Riuh copras capres kali ini sunggulah menarik. Banyak pelajaran politik yg bisa saya dapatkan. Pendidikan politik cantik yg jarang saya dapatkan sebelumnya. Inilah sejarah baru dalam wajah politik negeri. Saya menyaksikan sejarah. Kelak, akan menjadi cerita manis untuk anak cucu saya. Titik awal ketika politik sudah tidak norak dan membosankan lagi.


Jika suara rakyat adalah suara tuhan, artinya satu suara saya amatlah berharga. Maka dari itu, tak akan saya sia-siakan.


Maka, saya akan memilih Jokowi. Saya tugaskan beliau menjadi pemimpin.


Karena gara-gara beliau lah semua ini bisa terjadi.

Sudah 23 Tahun

[caption id="attachment_1402" align="alignleft" width="171"] Saya waktu TK[/caption]

2 Juli 2014.

Astaga, saya sudah 23 tahun. Belum banyak yang telah saya lakukan. Belum banyak yang bisa saya lakukan. Berbagai harapan dan cita-cita  pribadi masih menggantung di bintang, ingin segera saya capai. Ah, tapi masih terlalu dini. Masih jauh. Perjalanan justru baru dimulai. Minimal, pencapaian yang mungkin bisa dibanggakan di umur 23 tahun ini tentang nama saya yang sudah memakai titel Sarjana. Hihi.

Saya sadari di usia yang sudah 23 tahun ini, harus mulai perlahan menjalani hidup dengan mandiri. Konkritnya, mulai 'melepas' ketergantungan dengan orang tua, apalagi sekarang sudah lulus kuliah. Semoga saya bisa. Pelan-pelan.

23 Tahun. Terimakasih untuk apa saja yang sudah terjadi. Dan untuk apa yang akan terjadi di depan, saya siap.

Terimakasih ucapan dan doa dari orang-orang terdekat. Semoga pikiran baik datang dari segala penjuru.