Friday, May 23, 2014

Film Pendek - Indonesia Masih Subuh



Akhirnya kita percaya diri untuk mengunggah film amatiran ini ke youtube.

Setelah  sekian lama, akhirnya film pendek berjudul "Indonesia Masih Subuh" rilis di youtube. Padahal. proses pengambilan gambar dilakukan lebih dari setahun yang lalu, Maret 2013. Kemudian, proses kreatif kita buntu ketika proses editing. Banyak scene yang tidak sesuai dengan rencana pada storyboard. Ending film juga kita bingung sendiri  mau dibawa kemana. Akhirnya kita biarkan begitu saja file video mengendap di rimba folder-folder hardisk. Tak pernah tersentuh lagi. Hampir kadaluarsa. Karena mood untuk menyelesaikannya sudah hilang.

Ya memang begitu. Bisa dibilang film ini hampir gagal produksi. Semangat crew sudah hilang. Tapi berkat kreatifitas (baca: nekad) sutradara Lanang Sumarjana film ini dipaksa agar selesai. Semua kekurangan sebelumnya diolah sedemikian rupa agar bisa menjadi cerita utuh, minimal mendekati maksud awal si pembuat  ide cerita Fauzan Hasbi.

Oiya, saya harus ceritakan bahwa film ini beda dari film-film kita sebelumnya. Biasanya, di karya (amatiran) sebelumnya, hanya saya dan Lanang yang merancang konsep awal, cerita, cara kerja pengambilan gambar, cari talent,cari crew dan tetek bengek yang lain. Kali  ini kita kedatangan seseorang yang satu "visi" dengan GagukGaguk. Iya, dialah si pembuat ide  cerita film ini,  Fauzan Hasbi, Mahasiswa S-2 Kenotariatan FH UGM. Siapa sangka calon notaris ini bisa juga bikin cerita. Haha.

Tema film ini memang agak berbeda dari film-film sebelumnya. Tingkat kesulitan juga yang paling tinggi. Ribetnya minta  ampun. Ya, ini gara-gara cerita yang agak "aneh". Kalo yang dulu kan cuma cinta 'menye-menye' yang (relatif) lebih gampang. Kali ini tentang nasionalisme. Tentang Indonesia. Tentang Sang Saka Merah Putih yang Berkibar di Angkasa Biru. Asik.

Pengennya sih nasionalisme-nya sampai pada penonton, tapi pun kalau tidak sampai ya maklum. Kita pembuat film yang keterlaluan amatiran. Berkarya saja terus, sampai mampus.

Sementara gitu dulu. Saya sedang sulit menulis panjang. Langsung saja dinikmati film. Monggo.