Tuesday, October 1, 2013

Bapak, Ibuk. Dek Bhela sudah Sarjana!

Ruang Sidang, K-5 Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM. 30 September 2013. Pukul 14.00 WIB. 


Perlahan, saya menuju panggung presentasi, saatnya saya melakukan pertunjukan, pikir saya. Pak Sani selaku dosen pembimbing sudah mulai menyebut nama saya, lengkap dengan judul skripsi saya, pertanda bahwa sebentar lagi waktu dan panggung ini benar-benar milik saya sepenuhnya. Pak Didik dan Bu Yori sebagai dosen penguji sudah mulai bertualang dengan lembar demi lembar draft skripsi saya. Jika saja kertas bisa merasakan, sudah pasti dia juga harap harap cemas. 


Jantung berdegup kencang. Dentuman berdentum makin terasa di dada, tapi beruntung tak sampai sesak. Sebisa mungkin tetap tenang. Saya menampilkan pertunjukan yang terbaik. Powerpoint presentasi saya buatkan se-powerful mungkin. Ini adalah pertunjukan hasil kerja keras saya semenjak bulan April. Persiapan pertunjukkan yang memakan tenaga, menyita waktu dan menguras uang. Akhirnya saya berhasil. Dosen pembimbing dan dosen penguji telah ketok palu bahwa saya sudah lulus ujian menjadi seorang Sarjana Teknik di bidang teknik perencanaan wilayah dan kota. Dengan demikian, secara de facto nama saya bertambah dua huruf kapital yang asyik, Made Bhela Sanji Buana, ST. 




[caption id="attachment_1249" align="aligncenter" width="216"]Made Bhela Sanji Buana, ST Made Bhela Sanji Buana, ST[/caption]


***


Hari itu merupakan penantian sepanjang  4 tahun. Diterima di UGM tahun 2009, kemudian berjibaku menjalani kuliah demi kuliah, akhirnya saya melalui tahapan akhir sidang ujian skripsi pada tanggal 30 September 2013. Semua sudah terjawab. Rasa penasaran, cemas, takut, grogi dan segala macamnya sudah terjawab. Saya telah melewati salah satu tahapan yang penting dalam hidup saya.


Kalau dulu pada semester awal cuma bisa terkagum menyaksikan kakak angkatan yang sudah pakai jas, celana bahan kain, kemeja necis lengkap dengan dasi kemudian masuk ruang sidang melakukan presentasi skripsi atau pendadaran --awal-awal semester dulu, istilah pendadaran terasa asing betul. Saat itu saya sudah membayangkan, cepat atau lambat saya juga akan seperti itu. Seru sekali saya pikir.


Dan tak terasa waktu berjalan, tibalah saatnya saya pada posisi itu. Memakai jas, celana bahan kain, kemeja putih, berdasi, kemudian keluar ruang sidang, berteriak "Aku Sarjana" dan disambut teman-teman yang sedari tadi cemas menunggu. Setiap detik prosesnya saya nikmati betul. Begini toh rasanya.


"Setelah melakukan diskusi dan pertimbangan, kami menyatakan bahwa saudara Made Bhela Sanji Buana lulus ujian skripsi. Selamat!". Itu kata Pak Sani mewakili kedua dosen penguji. Seketika hembusan angin entah dari mana datangnya, terasa berhembus kearah wajah saya. Sejuk sekali. Lega banget.




[caption id="attachment_1257" align="aligncenter" width="225"]Dosen pembimbing sekaligus dosen favorit di kampus: M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng, D.Eng. Dosen pembimbing sekaligus dosen favorit di kampus: M. Sani Roychansyah, ST, M.Eng, D.Eng.[/caption]

Diluar ruang sidang sudah berkumpul teman-teman tercinta yang siap memberi ucapan selamat, berjabat tangan, memberi pelukan hangat. Terimakasih buat dukungan dan cinta yang diberikan. Ada yang sudah terlebih dahulu di tahap ini, ada yang segera menyusul. Selamat berjuang teman-teman!




[caption id="attachment_1259" align="aligncenter" width="300"]Kita menamai diri, THE BABS Kita menamai diri, THE BABS[/caption]

 

[caption id="attachment_1258" align="aligncenter" width="300"]Sahabat lintas fakultas, lintas universitas, sepergaulan dan satu cinta Sahabat lintas fakultas, lintas universitas, sepergaulan dan satu cinta[/caption]

 

[caption id="attachment_1265" align="aligncenter" width="225"]Fatur dan Astri yang sudah ST juga Fatur dan Astri[/caption]

 

[caption id="attachment_1260" align="aligncenter" width="225"]Azizah yang sebentar lagi ST juga Azizah[/caption]

 

Terimakasih juga buat partner cewe batak Ria Sitompul yang sudah ST dari 3 minggu yang lalu. Terimakasih untuk dukungannya. Juga untuk hadiahnya yang asyik banget. Bingkai perjalanan hidup saya dari 2009-2013. Ternyata kamu romantis juga. Sukses untuk kedepannya, Rii.




[caption id="" align="aligncenter" width="225"]Ria Sitompul sudah ST Ria Sitompul[/caption]

Terimakasih spesial juga untuk Putri Tika Pratiwi yang seminggu lalu sudah S.IP (Sarjana Ilmu Politik). Partner terbaik saat mengerjakan skripsi dan teman terdekat untuk diskusi berbagai hal sejak setahun terakhir ini, sekaligus editor skripsi saya yang handal. Matur nuhun, Tik. Terimakasih untuk dukungannya dan pelajaran hidup yang sering kita diskusikan. Thanks untuk buket bunga rasa cinta yang indah banget. Sukses buat step berikutnya ya.




[caption id="attachment_1262" align="aligncenter" width="225"]Putri Tika yang baru saja Sarjana Putri Tika Pratiwi[/caption]

Walaupun saat ini menjadi Sarjana sudah hal yang lumrah, biasa saja dan tidak perlu terlalu dibangga-banggakan. Namun, bagaimanapun juga, gelar Sarjana ini saya anggap sebagai prestasi. Bukan hanya prestasi bagi saya, namun yang lebih berhak atas prestasi ini adalah kedua orang tua saya. Bapak Wayan Sumpang dan Ibu Ni Putu Estiasih. Beliau yang mendapat prestasi ini. Prestasi mampu membawa anak bungsunya mencapai titik ini. Terimakasih Bapak dan Ibuk, sudah memberi kesempatan saya mengenyam pendidikan di salah satu kampus terbaik negeri, memberi ijin untuk merantau dan memberikan kepercayaan. Matur suksma atas doa, dukungan dan semuanya. Astungkara, saya akan terus berjuang. Bakti ini sepenuhnya untuk kalian. Semoga Bapak Ibuk selalu sehat dan berbahagia.


Terimakasih juga untuk kakanda tercinta dirumah, Blide Angga Wira Buana beserta istrinya, Mbok Kadek Trisna yang selalu mendukung sepenuhnya. Saat ini kita adalah tim. Semoga kerja sama yang terjalin ini selalu baik selamanya. Keponakan Jagoan saya, Narendra Buana, Pak Kadekmu sudah Sarjana lho. Cepet gede, besok tak ajak main ya.


Tidak lupa, saya mengucap puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas kesehatan dan kelancaran hingga saya berada di titik ini. Semoga selanjutnya diberi bimbingan untuk menempuh jalan terbaik. Semoga Bapak dan Ibuk saya selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan selamanya.


Saya sadar, menjadi Sarjana bukan akhir dari perjuangan. Bukan pula, pencapaian puncak yang membuat saya puas begitu saja. Ini belum apa-apa. Perjalanan masih jauh. Pilihan-pilihan sudah menunggu di depan. Semoga diberi kemudahan untuk menjalaninya. Perjuangan di level selanjutnya baru saja dimulai! Om Awighnam Astu Namo Siddam. Semoga kebaikan selalu hadir dari segala penjuru.


Setelah postingan ini selesai diketik, mari biarkan saya kembali lagi ke jendela Ms. Word untuk melakukan revisi skripsi dari beberapa kritik dan saran yang diberikan dosen penguji kemarin. Yakinlah, bagian inilah yang paling bikin males.


"...Gedung Grha Sabha Permana UGM, sampai jumpa di Bulan November. Orang tua saya akan datang ke Jogja untuk kali pertama. Beri kesan terbaik. Saya akan kenalkan kamu dengan orang tua saya yang sepertinya sudah tidak sabar berjumpa denganmu. Saya akan gagah mengenakan toga. Saya akan resmi menjadi seorang Sarjana." --saya bergumam.