Friday, January 25, 2013

Habis Tanggal Tua, Terbitlah Tanggal Muda

Menjelang akhir bulan seperti ini, kita sebagai mahasiswa perantau memang harus cerdik dalam mencari celah untuk bertahan hidup. Memang dibutuhkan semacam survival-strategy dalam mengatur kehidupan di tanggal tua seperti ini. Jika tidak, kita akan jatuh ke lobang kegelapan tanggal tua. Memang hal ini gawat, namun bukan itu faktor tunggal yang menentukan kita tidak bisa bersenang-senang.
Biarpun kantong tipis, bukan berarti kita meringis.

Seni pertahanan hidup di tanggal yang sudah terlanjur tua justru menjadi keseruan tersendiri dalam pergaulan mahasiswa perantau. Saling pinjam meminjam duit dengan teman ternyata bukan masalah. Kesamaan nasib sepenanggungan memang sering berakhir manis. Persahabatan terjalin semakin erat. Aroma kekeluargaan yang terasa sangat harum. Pokoknya teman menjadi sesuatu yang berharga disaat masa-masa darurat seperti ini.

Bukan! Tentunya, tidak hanya di tanggal tua saja baru kita inget dengan teman. Justru setelah sukses melewati masa-masa kritis, segera kita bersama-sama bersiap untuk menyongsong tanggal muda. Sebuah cahaya terang beraroma rupiah dari orang tua tercinta dirumah. Mari kita sambut tanggal muda dengan gegap gempita.
Bertahanlah kawan. Percayalah kegelapan ini akan segera terlewati.

Jangan heran. Tulisan ini memang terlalu penuh berisikan efek dramatisir akibat sindrom tanggal tua yang mendesak. Selamat tanggal tua, kawan. Bertahanlah! Bersenang-senanglah! :)