Tuesday, January 29, 2013

Gaul Tanda Kutip dan Tanda Tanya

Sebuah tulisan yang gaul

Seperti biasa. Masuk kamar kos dan langsung merebahkan badan di kasur. Menghubungkan Blackberry dengan charger nya. Sesekali membuka timeline twitter, itu-itu saja, tidak ada yang menarik. Lalu berbalas SMS dengan orang-orang terdekat. Dan menuju Blackberry Messenger (BBM), tidak ada yang spesial. Melakukan chat dengan orang-orang terdekat seperti biasa. Lalu membuka recent update maksud hati untuk sekedar iseng melihat update terbaru dari orang-orang. Dan disini akhirnya saya menemukan sesuatu yang menarik. Sekaligus disayangkan.

***

Sampai detik ini, masih ada yang menulis nama contact BBM dengan memakai nama gaul. Maksudnya, nama gaul kebanggaan diri sendiri yang (mungkin) dianggap mampu menunjukkan tingkat kegaulan masing-masing. Misalnya Jutekzx, CwepZ, Cutez. LoverZs dan segala macemnya. Mungkin anda yang lebih banyak tau :D

Sangat disayangkan apabila pemilik contact ini adalah cewe cantik. Sayang banget. Cantik-cantik kok gaul. Maksud saya tentu gaul yang memakai tanda kutip.

Ada lagi, orang yang senang memakai nama contact dengan font yang super canggih. Font berukir. Tidak bisa dibaca cuma sekali. Berkali-kali. Bernilai seni tinggi.

Sebenarnya bukan apa-apa, cuma menyulitkan dalam search apabila ingin melakukan chat dengan orang itu. Ribet dan sungguh gaul.
Kehadiran Blackberry Messenger memang sebuah fenomena baru dalam dunia gaul menggaul di remaja jaman sekarang

Ketemu pertama keren, cool. Ngomongnya tinggi kemana-mana. Lalu invite PIN BBM. Dan ternyata nama contactnya penuh ukiran, bahkan ada juga seperti taman bunga. Agak gimana gitu rasanya. Ga yakin gitu rasanya sama orangnya.

Oke. Nama aman. Lumayan bisa dibaca. Tidak terlalu berukir. Cuma sedikit ada ditambahin beberapa font canggih agar terlihat cantik. Namun ketika melakukan chat tidak jarang dikejutkan dengan autoteks yang bertebaran. Terkadang seru. Terkadang mata dibuat pusing. Gaul sekali.

Begitulah, memang terkadang kita dituntut harus lebih pintar dari gadget kita.

Di jaman instagram, tumblr, twitter, wordpress dan segala macem. Ternyata mental-mental friendster masih saja ada. Pertama, mungkin orang ini belum puas gaul di friendster. Atau mungkin pada saat jaman friendster orang-orang ini masih belum mengenal internet.

Menarik sebenernya menilik hal-hal seperti ini lebih dalam. Memang ternyata dunia semenarik ini.

Selamat bergaul kawan. Baik di dunia nyata, maupun di dunia maya. Hati-hati! :D