Saturday, January 26, 2013

Event Sebagai Pemicu Regenerasi Kota (Kasus : Genoa, Italy)

Sebagai pemicu awal untuk membuka peluang investasi di Kota Genoa maka diselenggarakan event besar yang bisa mendatangkan banyak orang dan mempercepat pembangunan infrastruktur. Pemerintah kota setempat juga membuat kebijakan untuk proses regenerasi dan berupaya melaksanakan proyek yang terpadu dan terintegrasi untuk menangani masalah fisik serta regenerasi ekonomi dan sosial. Hal ini dilakukan untuk mengubah citra kota Genoa dari kota industri menjadi kota pariwisata yang layak untuk dikunjungi.

Penyelenggaraan event merupakan sebuah keuntungan bagi kota sebagai pemicu untuk mempercepat pembangunan kota. Dalam konteks kota Genoa penyelenggaranya event seperti, World Cup tahun 1990; Columbus Celebration 1992; G8 summit 2001 dan 2004 penunjukkan Genoa sebagai European Capital of Culture dapat meningkatkan eksistensi kota Genoa dalam persaingan global diantara negara-negara Eropa maupun dunia. Oleh karena itu, Genoa bisa segera merubah citra buruk dari kota pasca industri yang kumuh menjadi kota yang menyenangkan. Tentunya hal ini mengakibatkan kunjungan wisatawan meningkat signifikan setiap tahunnya diikuti dengan pembangunan infrastruktur yang semakin baik. Penyelenggaraan event besar dikatakan oleh Galdini (2007) bisa menjadi stimulan untuk perkembangan perkotaan Genoa secara menyeluruh. Selanjutnya diharapkan bisa mengoptimalkan kembali fungsi kawasan pelabuhan tua, Porto Antico maupun daya tarik wisata perkotaan Centro Storico. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut dilakukan renovasi bangunan di Centro Storico serta redevelopment pelabuhan yang lama.

Mascotte-Italia-90

23

Kronologis
i.    1992
Meskipun proyek regenerasi sebagian besar dilaksanakan pada penyelenggaraan dua event besar di Genoa, yaitu G8 summit pada tahun 2001  dan European Capital of Culture 2004, perubahan terkait regenerasi berawal dari tahun 1992 ketika penyelenggaraan Colombus International Expo yang diselenggarakan di Old Port, Proyek ini dikerjakan oleh Renzo Piano’s studio dan The Old Port zone, dikelola oleh Porto Antico Company, sebuah perusahaan negeri.
Semua hal meliputi penggunaan ruang kawasan, pemeliharaan bangunan, investasi, pendapatan dari sewa ruang dikelola oleh Porto Antico Company. Kawasan ini merupakan bagian penting dari kota Genoa, yaitu : The Aquarium, The Congress Centre, The Citta dei Bambini dan The De Amicis Library (perpustakaan anak-anak) dan sarana rekreasi lainnya. Kawasan ini juga dipersiapkan untuk penyelenggaraan event G8 Summit pada tahun 2001.

ii.    2001
G8 Summit berlangsung di dua lokasi strategis, yaitu Palazzo Ducal sebagai pusat pertemuan dan Magazzini del Cotone sebagai tempat pers internasional. Untuk menghubungkan kedua tempat ini, dibangun pedestrian route.
Pembangunan infrastruktur jalan juga dilakukan, untuk kelancaran aksesibilitas dan mobilitas para peserta. Pedestrianisasi dilakukan untuk mensukseskan acara G8 summit. Selain itu, dari sektor swasta menghasilkan rumah, hotel dan pelabuhan wisata Ponte Morosini, letaknya diantara Aquarium dan dermaga (Darsena).

iii.    2004
Genoa ditunjuk sebagai European Capital of Culture. Program pemeliharaan perkotaan terus dilanjutkan untuk mempertegas posisi “capital” kota Genoa di Eropa . Proyek pedestrianisasi terus dilakukan, fasad dibenahi dan museum juga dibangun untuk mendukung Genoa sebagai European Capital of Culture.  Tiga museum yang dibangun, adalah sebagai berikut:
1.    The Ancient Art Museum Centre, didasarkan pada ketertarikan historis dua istana di Via Garibaldi dan satu di the Town Hall
2.    Museum of The Sea dan Navigation di area dermaga Darsena. Sebuah kompetisi arsitektur internasional diselenggarakan pada tahun 200 dan dimenangkan oleh Guilermo Consuegra’s Project. Museum dibuka pada bulan Juli 2004.
3.    The Modern Art Centre terletak di taman timur kota, Nervi. Museum ini dibuka November 2004, setelah perbaikan menyeluruh. Selain itu juga dibuka Wolfson Museum di area taman dan menampilkan koleksi seni tahun 1920-an sampai 1930-an.

Proses regenerasi pusat kota bersejarah Centro Storico
Program untuk meregenerasi kota diterbitkan tahun 2000 sebagai Operational Plan, yang merupakan sebuah rencana kota yang terpadu dan komprehensif sebagai persiapan event G8 Summit pada tahun 2001. Rencana tersebut terdiri dari berbagai bidang tindakan: ruang publik, pedestrianisasi, fasad, akses mudah, intervensi sosial ekonomi dan pusat informasi.

4

a)    Ruang Publik
Strategi regenerasi yang paling utama adalah menyediakan ruang publik untuk menambah kualitas maupun kuantitas ruang publik untuk memberi ruang bagi investasi swasta.
b)    Pedestrianisasi
Pemakaian paving dan penambahan pencahayaan di setiap jalan untuk menambah kenyamanan bagi para pengguna jalan.
c)    Fasad
Genoa memiliki tradisi untuk men-cat tembok untuk memperindah fasad, dimulai pada abad ke-15, puncaknya pada abad 16-18 dan dilanjutkan kembali pada abad ke-19
d)    Akses mudah
Masalah aksesbilitas menjadi sangat penting diperhatikan untuk kelancaran transportasi. Dibangun 5 stasiun kereta bawah tanah (Principe, Darsena, San Giorgio, Sarzano dan De Ferrari dan 3 diantaranya sudah berfungsi)
e)    Intervensi sosial ekonomi
Insentif yang diberikan mendorong untuk pembukaan usaha baru, toko, café maupun artshop. Gabrielli (2010) mengatakan bahwa insentif ini memiliki peran penting dalam kelahiran kembali Centro Storico.
f)    Pusat Informasi
Dibangunnya CIVIS sebagai pusat informasi sejarah. CIVIS dibangun untuk pusat studi sejarah Centro Storico yang melakukan penelitian, pencataan dan pendataan unsur sejarah.

Proses regenerasi waterfront dan pembangunan Ponte Parodi
a)    Darsena
Di kawasan Darsena, gedung-gedung tua difungsikan kembali yang mempertahankan fitur aslinya. Pembangunan Museo del Mare merupakan konversi dari bekas gudang menjadi tempat penyelenggaraan seni. Pembangunan ini dilaksanakan dengan bantuan pihak swasta

5

b)    Ponte Parodi
Proyek Ponte Parodi merupakan bagian dari kota Genoa yang dilakukan tahun 2000 dalam upaya untuk revitalisasi daerah depan pelabuhan. Reklamasi pantai juga dilakukan untuk memperluas ruang investasi.

A new dimension for the city
Efek dari regenerasi kota Genoa yang menjadikan event sebagai perangsang percepatan pembangunan kota sejak tahun 2000 merupakan sebuah citra kota Genoa menjadi kota yang seru dan menyenangkan untuk dikunjungi. Perubahan secara fisik, ekonomi dan sosial bisa terlihat dari berubahnya wajah fisik kota Genoa secara keseluruhan. Dari aspek sosial ekonomi bisa dilihat dari meningkatnya jumlah lapangan kerja, menurunnya jumlah pengangguran dan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan setiap tahunnya (Galdini, 2007)

6

Untuk hasil dari proses regenerasi ini, Galdini (2007) mengemukakan sebagai berikut :
Today Genoa appears as an example of urban and socio-economic regeneration. A city with a glorious past as a maritime republic, home of great explores, centre of the state- controlled industry for a long time. After a long economic crisis has managed to renew itself, adapt to the present and plan for the future (Galdini, 2007)

Pendekatan yang diambil oleh regenerasi Genoa ini banyak mendapat pujian sebagai model yang bisa diikuti kota-kota lainnya di Italia.
Keberhasilan Genoa telah didefinisikan sebagai “a synergy between the extraordinary financial talents connected with the events within a complex urban identity and upgrading strategy [that] has contributed to changing the face of the city”

Terkait dengan keberhasilan kota Genoa ini, Giuseppe Pericu, Walikota Genoa mengemukakan sebagai berikut:
Genoa is a city of great ferment and vitality, which is rethinking its pre-eminent role in Italy and in the world, after profound changes that are still underway

Lesson learned
Setelah berusaha menjabarkan bagaimana proses regenerasi di kota Genoa, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan pelajaran dari keberhasilan Genoa dari citra sebagai kota industri dan akhirnya deindutrialisasi menjadi sebuah kota atraktif yang menyenangkan adalah sebagai berikut:
1.    Kebudayaan menjadi unsur yang ampuh untuk membangun kota yang berkelanjutan
2.    Penyelenggaraan event merupakan alternatif yang sangat baik untuk percepatan pembangunan infrastruktur perkotaan
3.    Model regenerasi kota seperti ini harusnya bisa diimplementasikan untuk kota-kota di Indonesia
4.    Kota Genoa adalah salah satu kota yang berhasil menjadikan citra kota sebagai kota yang menyenangkan untuk dikunjungi

Bacaan :


Galdini, Rossana. 2005. Urban Regeneration Process: The Case Of Genoa, An Example Of Integrated Urban Development Approach. Dipresentasikan pada 45th Congress of the European Regional Science Association "Land Use and Water Management in a Sustainable Network Society" Vrije Universiteit Amsterdam 23-27 August 2005

Galdini, Rossana. 2007. Tourism And The City: Opportunity For Regeneration. Tourismos : An International Multidisciplinary Journal Of TourismVolume 2, Number 2, Autumn 2007, pp. 95-111

Gabrielli, Bruno. 2010. Tourism And Mega Events : The Case Of Genoa. University of Genoa. Former Genoa Municipality Councillor

LUDA project. Centro Storico & Porto Antico, Genoa, Italy E-Compendium: Good Practice Case Studies.

http://ec.europa.eu/culture/our-programmes-and-actions/capitals/european-capitals-of-culture_en.htm

http://www.e-architect.co.uk/italy/ponte_parodi_genoa.htm

http://www.ar-p-architecture.eu/index.php?fl=3&op=mcs&id_cont=143&eng=CORNIGLIANO,%20GENOA,%20ITALY&idm=187