Wednesday, December 26, 2012

Gede Bagus Narendra Buana

[caption id="attachment_323" align="alignleft" width="355"] Gede Bagus Narendra Buana[/caption]

Perkenalkan keponakan saya yang ganteng dan tidak jauh berbeda dengan saya. Gede Bagus Narendra Buana. Lahir pada 30 Mei 2012, Pukul 21.45 WITA di RSU Negara dengan berat 3,2 Kg 50 cm. Narendra merupakan anak pertama dari hasil perkawinan kakak sulung saya Gede Angga Wira Buana dan istri Kadek Ari Trisna.


Saya mendapat kesempatan yang terhormat dari keluarga untuk memberi nama terbaik keponakan pertama ini. Kata Narendra saya dapat dari nama kecil Swami Vivekananda, seorang tokoh hindu yang luar biasa. Arti Narendra dalam bahasa India berarti seorang raja pria. Selain itu Narendra juga berasal dari bahasa Jawa yang artinya kesatria bangsawan yang baik dan bijaksana. Bagus yang kami artikan sebagai anak lelaki yang gagah perkasa dan berparas menawan. Berwibawa dan tegas dalam perkataannya. Buana merupakan nama keluarga kami, yang merupakan identitas dan merupakan cikal bakal jiwa di dalam tubuh fisik Narendra. Buana juga berarti dunia, menjadikannya pemimpin dunia yang mampu menaklukkan dunia. Gede merupakan panggilan nama orang bali untuk anak pertama yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga. Jadilah Gede Bagus Narendra Buana. Semoga nama yang om berikan ini benar-benar menjadi representasi nyata dari watak dan perilakumu kelak.


Kehadiran Narendra menjadi kebahagiaan luar biasa di keluarga kita. Terutama Bapak dan Ibuk yang setiap harinya banyak menunda akifitas lainnya untuk bisa bercanda bersama cucu tersayang. Bapak selalu buru-buru pulang dari SD tempat mengajar untuk menimang dan menyanyikan lagu tidur buat cucu tercinta. Bapak memang luar biasa untuk ini. Saya masih inget waktu saya masih kecil, bapak juga sering menyanyikan lagu karangannya sendiri (mungkin) soalnya tanpa lirik, hanya bersenandung. Ibuk juga menutup tokonya lebih awal untuk bisa bersama Narendra, memandikan, menyuapi dan segala macem romansa antara nenek ke cucu tersayangnya.


Pagi ini, jam 10 tanggal 27 Desember 2012 saya dikirimin beberapa foto Narendra oleh kakak dan ibuk saya. Foto diatas itu salah satunya. Foto yang diambil oleh ibuk dan dikirimkan via MMS ke nomer HP saya.  Berikut ini juga foto yang dikirimin ibuk.




[caption id="attachment_324" align="aligncenter" width="288"]Potong rambut Upacara Otonan Potong rambut Upacara Otonan[/caption]

Akhir-akhir ini ibuk memang punya hobi baru, yaitu fotografi. Meng-capture Narendra dari berbagai sudut dan pose lalu "pamer" dengan orang terdekat, menjadikan wallpaper di HP dan beberapa dikirim ke saya. Beginilah salah satu cara ibuk saya untuk mengekpresikan kegembiraannya memiliki Narendra.




[caption id="attachment_325" align="aligncenter" width="384"]Narendra dan nenek :) Narendra dan nenek :)[/caption]

Bapak juga, dengan bangga ingin dipanggil Pekak (sebutan kakek dalam bahasa Bali). Pekak Narendra, yang berarti kakeknya Narendra. Bapak sudah menjadi "orang tua yang sempurna", dianugrahi cucu yang sehat dan gagah. Begitulah Bapak, dibalik senyum dinginnya, saya yakin Bapak merasa luar biasa bahagia dengan kehadiran Narendra di masa tuanya.


Saya juga dipanggil Pak Dek, sebutan lain dari om, yang berarti Bapak Kadek, Bapak "no-2" setelah Bapak Angga. Rasa rindu saya di dunia perantauan ini semakin memuncak karena kehadiran Narendra. Saya merasa menjadi orang tua. Siap menjadi Bapak yang kelak akan menjadi guru buat Narendra. Siap untuk menjewer telinga Narendra, jika Narendra nakal. Siap untuk menjadi teladan dan partner dalam mewujudkan cita-cita keluarga kita. Narendra akan menjadi jagoan di keluarga. Narendra akan menjadi pemimpin keluarga kelak.


Seperti itulah warna-warni hidup kami oleh Narendra. Pesona Narendra menjadikan saya semangat untuk berjuang merantau mencari ilmu di kota pelajar ini. Semoga kamu menjadi anak yang berbhakti kepada orang tua ya nak! We love you, Narendra.. :)


Peluk hangat dari Bapak Kadekmu di Jogja...




[caption id="attachment_326" align="aligncenter" width="640"]Narendra sang pemimpin Narendra sang pemimpin[/caption]