Wednesday, December 26, 2012

Balada Mahasiswa Perantau 600 km (part 1)

[caption id="attachment_304" align="alignleft" width="336"]Made Bhela Kecil Sang Pemimpi kecil[/caption]

Berada di sebuah tempat asing yang berjarak  600 km dari tanah kelahiran merupakan sebuah pengalaman hidup yang luar biasa. Sebuah proses yang menegangkan. Sebuah kondisi bebas dari "pantauan" orang tua. Sebuah fase dimana rasa rindu menusuk-nusuk hingga air mata menetes tipis. Kondisi dimana Jembrana dan Jogja mengajarkan banyak hal tentang doa dan perjuangan. Di satu tempat mereka mendoakan dan di tempat yang lainnya seseorang harus berjuang. Demi sebuah impian dan pengabdian untuk keluarga.


Kerinduan seperti saat ini sering menghampiri. Di ruangan 2 x 3 meter ini pada tanggal 26 Desember 2012, saya mencoba memaksimalkan rasa rindu menjadi sebuah refleksi atas apa saja yang sudah terjadi sejak 3 Agustus 2009. Harapannya dengan menulis, rasa rindu bisa sedikit terobati dan rindu-rindu ini menyatu berubah menjadi jawaban untuk pertanyaan 'untuk apa saya berada disini'. Dan akhirnya serpihan rindu yang tersisa terbang di ruangan ini menjadi saksi perjuangan dan menari-nari di atas kepala menjadi pemicu semangat dalam berkarya dan berjuang.


3 tahun sudah tinggal di kota Jogja dengan segala kisah indah dan masalah yang diberikan. Memunculkan rindu yang tak bisa dihindari. Kerinduan 600 km. Kerinduan akan cinta kasih dan pembelajaran menjadi dewasa oleh Bapak, belaian lembut kasih sayang dan segala bentuk kecerewetan dari Ibu dan sampai pada rindu romansa bersama kakak sulung dengan segala bentuk keras kepala dan marah ketika adiknya ini melakukan kesalahan. Aku rindu kalian semua.