Monday, December 31, 2012

Kompilasi Lini Masa 2012

Sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru 2013. Banyak sudah resolusi-resolusi yang terlontar, baik di sosial media maupun dari obrolan-obrolan untuk menyambut 2013 yang penuh mimpi dan misteri. Resolusi merupakan sebuah harapan atas mimpi yang sekiranya belum tercapai pada tahun 2012, secepat-cepatnya harus digapai di tahun 2013. Sebuah rutinitas yang sangat baik, mengingat memang kita hidup harus punya mimpi. Sangat setuju untuk orang yang mengatakan bahwa mimpi itu harus dipublikasi. Mimpi yang tak sekedar mimpi, namun mimpi yang dirangkum menjadi janji untuk menempuh tahun 2013 lebih baik.  Umur sudah pasti akan semakin tua, pembelajaran yang di dapat di tahun 2012 kita jadikan bekal untuk menghadapi tahun baru 2013.


Sambil menunggu detik-detik menuju matahari 2013, ingin rasanya saya me-review kembali apa saja yang telah saya lakukan di tahun 2012. Semacam  membuat kaleidoskop secara kronologis setiap bulannya dengan memakai lini masa twitter sebagai sumber yang dipercaya. Apa yang ditwit di akun saya (@madebhela) adalah kira-kira penggambaran kondisi apa yang saya kerjakan, pikirkan dan rasakan pada saat itu. Ya, saya rasa sejauh ini saya masih jujur dengan twitter :) Karena di dapat dari twitter, jadi lebih baik membaca capture image lini massa yang ditampilkan dari bawah ke atas, agar sistematis dan kronologisnya bisa tersampaikan.


Ini lah dokumentasi saya selama setahun! Mana dokumentasimu?


JANUARI


Awal januari diisi dengan Ujian Akhir Semester dan tanggal 16 Januari saya pulang ke Bali untuk upacara pernikahan Kakak saya tanggal 18 Januari. Tak berlama-lama dirumah. Saya langsung meluncur ke Jogja dan tanpa basa-basi langsung menuju Bandung untuk melaksanakan Kerja Praktek. Cerita tentang Kerja Praktek di lanjutkan pada bulan Februari.


Tak bisa menampilkan lini masa di bulan Januari. Entahlah twitter sedang error mungkin :D


FEBRUARI


Pada bulan februari saya melaksanakan kegiatan Kerja Praktek (KP) di bidang fisik Badan Perencanaan Pembangunan Jawa Barat. Saya ditempatkan di kantor West Java Province Metropolitan Management. Waktu pelaksanaan KP cukup lama, yaitu 2 bulan. Jadi kami mengontrak rumah untuk 7 orang di daerah Kanayakan, Dago Atas, di belakangnya kampus Politeknik Manufaktur (POLMAN). Deket dengan Kantor Bappeda Jawa Barat.


Februari1


Mumpung lagi di Bandung, saya berkunjung ke ITB fair, sebuah acara pameran produk yang dilaksanakan oleh anak2 ITB. Acara lumayan seru. Cewenya geulis :p


februari2


Karena di Bandung suhunya dingin, beda sama di Jogja. Hangat. Jadinya rasa kangen Jogja tak bisa dihindari, kangen makanannya yang murah. Twit yang dibawah ini yang muncul  sekiranya menggambarkan begitulah yang saya rasakan pada waktu itu


februari3februari4


Kembali bekerja, berdiskusi dan cek-in 4square di kantor.


februari5


Lalu mendengar kabar bahwa band idola saya Efek Rumah Kaca perform di Dayeuh Kolot.


februari6


Hari Valentine saya rayakan di Bandung. Beginilah sedikit twit tentang cinta dari saya.


februari7


Sebuah harapan untuk Bandung yang katanya akan menjadi kota Metropolitan.


februari8


Akhirnya impian saya untuk mengunjungi Kawah Putih tercapai di bulan Februari 2012.


februari9


26 Februari lini masa rame tentang isu kematian Habibie yang ternyata Hoax!


februari10


Lalu tugas sebagai Ketua Bengkel Musik Wiswakharman (BMW UGM) yang mengajak untuk genjreng-genjreng di kampus.


februari11


Sebagai Senator Mahasiswa, saya mentwit hasil dari paripurna pemilihan pimpinan senat.


februari12


MARET


Sebagai Kepala Departemen Kajian dan Pengembangan di kepengurusan KMHD UGM 2012, tanggal 3 Maret saya ikut Kriya Sabha KMHD UGM 2012, yaitu rapat besar untuk membuat program kerja setahun kedepan.


Maret1Sempet juga menyaksikan konser yang diselenggarakan oleh GMCO dan PSM UGM yang bertajuk "Menjadi Manusia Indonesia". Luar biasa acara ini!


maret2


Lalu di bulan Maret ini saya disibukkan oleh agenda Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) yang menyelenggarakan rapat koordinasi IMPI korwil jateng-DIY di Ambarbinangun.


maret3


Lalu tanggal 18 Maret mengikuti prosesi acara melasti dengan seluruh umat Hindu Jogja.


maret4

Friday, December 28, 2012

Pertemuan, Guru dan Hidup (part 1)

"Bahwasanya setiap pertemuan adalah pembelajaran. Semua org yg diajak berinteraksi itulah guru besar sebenarnya. Inilah hidup men! ;)"


Dimulai dari twit saya pada tanggal 28 Desember 2012, sekitar jam 9 malem. Ya, saya menganggap semua orang yang pernah bertemu dengan saya adalah guru. Baik itu mencela, memuji, mengejek, memfitnah, memberi tahu, membuat menangis dan segala bentuk interaksi dari orang lain. Semua itu tersusun rapi dalam agenda yang dibuat oleh Tuhan untuk saya yang bernama HIDUP.


Sesungguhnya tidak sulit untuk dimengerti, bahwa setiap pertemuan merupakan sebuah pembelajaran. Dan sudah sangat jelas bahwa yang mengantarkan kita menjadi individu yang seperti sekarang ini adalah intervensi dari semua makhluk yang pernah berhubungan dengan kita. Oke, lahir dari rahim Ibuk, kita bagaikan kertas putih yang siap untuk menyerap apapun yang dirasakan, dilihat dan didengar. Pertemuan dengan orang tua untuk pertama kalinya menjadikan orangtua merupakan guru yang pertama dan paling utama. Tentu saja sebagai kertas putih kita tidak bisa untuk tidak percaya dari setiap apa yang dituturkan oleh orang tua.  Semua ajaran dan teladan yang diberikan oleh orang tua kita serap dan kita tirukan bahkan secara mentah-mentah. Itu pembelajaran hidup yang menjadi cikal bakal kita untuk terjun ke lapangan kehidupan yang luas.


Pertemuan dalam lingkup keluarga membentuk karakteristik watak dan cara kita untuk menyikapi kehidupan. Ini baru bekal awal untuk mengarungi samudra kehidupan yang luas dan penuh misteri. Guru-guru berikutnya kita jumpai dalam pertemuan dengan orang-orang diluar rumah. Inilah guru yang lebih keras. Maksudnya, beliau tidak hanya mengajarkan tentang kebaikan atau keburukan, namun telah memberikan bahan ajar untuk dimensi cara pandang, watak dan tingkah laku sebagai makhluk sosial. Guru-guru ini mengajarkan kita tentang dendam, ketidakadilan, iri hati dan kesombongan. Bukan tidak mungkin semua ini mengintervensi karakteristik kita sebagai makhluk pembelajar. Sekarang kembali kepada personal kita masing-masing. Sikap dan cara pandang seperti apa yang kita kehendaki sesuai hati nurani kita untuk menjalani kehidupan yang keras dan serba misteri ini.


Sedemikan rupa perjalanan kita sampai pada saat ini. Tak terhitung banyaknya guru yang telah mengajari kita banyak hal. Tak sulit menemukan guru. Guru yang tidak hanya di kelas-kelas formal. Guru yang tidak hanya memakai powerpoint dalam ruang seminar. Guru yang tidak hanya memberi tugas dengan deadline tidak wajar. Ini semua adalah tentang Guru yang sebenarnya. Guru kehidupan!


Sebagai penutup saya mengutip sedikit kata Eep S.F bahwa hidup adalah kesediaan saling belajar dari dan dengan siapapun.


Hiduplah hari ini, esok dan seterusnya bro! ;)

Wednesday, December 26, 2012

Gede Bagus Narendra Buana

[caption id="attachment_323" align="alignleft" width="355"] Gede Bagus Narendra Buana[/caption]

Perkenalkan keponakan saya yang ganteng dan tidak jauh berbeda dengan saya. Gede Bagus Narendra Buana. Lahir pada 30 Mei 2012, Pukul 21.45 WITA di RSU Negara dengan berat 3,2 Kg 50 cm. Narendra merupakan anak pertama dari hasil perkawinan kakak sulung saya Gede Angga Wira Buana dan istri Kadek Ari Trisna.


Saya mendapat kesempatan yang terhormat dari keluarga untuk memberi nama terbaik keponakan pertama ini. Kata Narendra saya dapat dari nama kecil Swami Vivekananda, seorang tokoh hindu yang luar biasa. Arti Narendra dalam bahasa India berarti seorang raja pria. Selain itu Narendra juga berasal dari bahasa Jawa yang artinya kesatria bangsawan yang baik dan bijaksana. Bagus yang kami artikan sebagai anak lelaki yang gagah perkasa dan berparas menawan. Berwibawa dan tegas dalam perkataannya. Buana merupakan nama keluarga kami, yang merupakan identitas dan merupakan cikal bakal jiwa di dalam tubuh fisik Narendra. Buana juga berarti dunia, menjadikannya pemimpin dunia yang mampu menaklukkan dunia. Gede merupakan panggilan nama orang bali untuk anak pertama yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga. Jadilah Gede Bagus Narendra Buana. Semoga nama yang om berikan ini benar-benar menjadi representasi nyata dari watak dan perilakumu kelak.


Kehadiran Narendra menjadi kebahagiaan luar biasa di keluarga kita. Terutama Bapak dan Ibuk yang setiap harinya banyak menunda akifitas lainnya untuk bisa bercanda bersama cucu tersayang. Bapak selalu buru-buru pulang dari SD tempat mengajar untuk menimang dan menyanyikan lagu tidur buat cucu tercinta. Bapak memang luar biasa untuk ini. Saya masih inget waktu saya masih kecil, bapak juga sering menyanyikan lagu karangannya sendiri (mungkin) soalnya tanpa lirik, hanya bersenandung. Ibuk juga menutup tokonya lebih awal untuk bisa bersama Narendra, memandikan, menyuapi dan segala macem romansa antara nenek ke cucu tersayangnya.


Pagi ini, jam 10 tanggal 27 Desember 2012 saya dikirimin beberapa foto Narendra oleh kakak dan ibuk saya. Foto diatas itu salah satunya. Foto yang diambil oleh ibuk dan dikirimkan via MMS ke nomer HP saya.  Berikut ini juga foto yang dikirimin ibuk.




[caption id="attachment_324" align="aligncenter" width="288"]Potong rambut Upacara Otonan Potong rambut Upacara Otonan[/caption]

Akhir-akhir ini ibuk memang punya hobi baru, yaitu fotografi. Meng-capture Narendra dari berbagai sudut dan pose lalu "pamer" dengan orang terdekat, menjadikan wallpaper di HP dan beberapa dikirim ke saya. Beginilah salah satu cara ibuk saya untuk mengekpresikan kegembiraannya memiliki Narendra.




[caption id="attachment_325" align="aligncenter" width="384"]Narendra dan nenek :) Narendra dan nenek :)[/caption]

Bapak juga, dengan bangga ingin dipanggil Pekak (sebutan kakek dalam bahasa Bali). Pekak Narendra, yang berarti kakeknya Narendra. Bapak sudah menjadi "orang tua yang sempurna", dianugrahi cucu yang sehat dan gagah. Begitulah Bapak, dibalik senyum dinginnya, saya yakin Bapak merasa luar biasa bahagia dengan kehadiran Narendra di masa tuanya.


Saya juga dipanggil Pak Dek, sebutan lain dari om, yang berarti Bapak Kadek, Bapak "no-2" setelah Bapak Angga. Rasa rindu saya di dunia perantauan ini semakin memuncak karena kehadiran Narendra. Saya merasa menjadi orang tua. Siap menjadi Bapak yang kelak akan menjadi guru buat Narendra. Siap untuk menjewer telinga Narendra, jika Narendra nakal. Siap untuk menjadi teladan dan partner dalam mewujudkan cita-cita keluarga kita. Narendra akan menjadi jagoan di keluarga. Narendra akan menjadi pemimpin keluarga kelak.


Seperti itulah warna-warni hidup kami oleh Narendra. Pesona Narendra menjadikan saya semangat untuk berjuang merantau mencari ilmu di kota pelajar ini. Semoga kamu menjadi anak yang berbhakti kepada orang tua ya nak! We love you, Narendra.. :)


Peluk hangat dari Bapak Kadekmu di Jogja...




[caption id="attachment_326" align="aligncenter" width="640"]Narendra sang pemimpin Narendra sang pemimpin[/caption]

Balada Mahasiswa Perantau 600 km (part 2)

home_sick_by_thebentruong-d37sq4kSekitaran jam 9 pagi tanggal 26 Desember 2012, Blackberry berbunyi panggilan dari IBUK membangunkan saya dari tidur. Dengan setengah sadar saya dengar suara itu. Suara manis seorang ibu yang hangat. Suara kehangatan dari beliau yang saya rindukan. Beliau adalah wanita yang paling saya cintai di muka bumi. Biarpun bawel dan cerewet, semua itu adalah anugrah yang paling indah buat saya. Saya harus segera membanggakan beliau. Beliau dengan semangat menggebu-gebu mengabarkan bahwa hari ini Buda Cemeng Klawu dirumah Negara ada acara Otonan keponakan saya, anaknya Kakak tersulung saya Gede Bagus Narendra Buana. Dirumah lagi rame, keluarga semua datang dan menanyakan kabar saya. Sebagai cucu pertama, kehadiran Narendra memang menjadi kebahagiaan luar biasa di keluarga kita. Jadi, semua keluarga menyambut Otonan Narendra dengan semarak. Memang luar biasa kehadiran Narendra, kamu harus jadi jagoan, nak!


Setelah Ibuk, telpon diambil alih oleh Bapak dengan ciri khas suara pelan dan berwibawa, beliau langsung memarahi saya 'kenapa baru bangun jam segini', ya memang kalo dirumah saya harus bangun jam 7 pagi maksimal. Itupun tidak boleh bermalas-malasan, langsung ambil sapu dan bersihin rumah. Rutinitas yang dulu sangat saya sebalkan, namun sekarang bahkan sampai kangen.. Beliau juga menyebut satu persatu keluarga yang datang ke Negara, menggambarkan keadaan rumah negara yang meriah dan semarak. Dan akhirnya beliau langsung mematikan telponnya, karena terburu-buru mungkin.


Saya kangen kalian semua. Banyak acara penting keluarga yang saya lewatkan. Karena saya di Jogja, 600-an Km dari rumah. Tempat perantauan. Tempat yang "tidak-nyaman". Tempat dimana saya menjadi individu "sebatang-kara". Sebagai anak bungsu, saya tetaplah Made Bhela yang manja. Kangen Bapak, Ibuk dan Kakak. Kangen Narendra juga. Kangen rumah Negara.


Untuk semua yang dirumah, bhakti ini untuk kalian!


Om Awighnam Astu Namo Siddam..


Balada Mahasiswa Perantau 600 km (part 1)

[caption id="attachment_304" align="alignleft" width="336"]Made Bhela Kecil Sang Pemimpi kecil[/caption]

Berada di sebuah tempat asing yang berjarak  600 km dari tanah kelahiran merupakan sebuah pengalaman hidup yang luar biasa. Sebuah proses yang menegangkan. Sebuah kondisi bebas dari "pantauan" orang tua. Sebuah fase dimana rasa rindu menusuk-nusuk hingga air mata menetes tipis. Kondisi dimana Jembrana dan Jogja mengajarkan banyak hal tentang doa dan perjuangan. Di satu tempat mereka mendoakan dan di tempat yang lainnya seseorang harus berjuang. Demi sebuah impian dan pengabdian untuk keluarga.


Kerinduan seperti saat ini sering menghampiri. Di ruangan 2 x 3 meter ini pada tanggal 26 Desember 2012, saya mencoba memaksimalkan rasa rindu menjadi sebuah refleksi atas apa saja yang sudah terjadi sejak 3 Agustus 2009. Harapannya dengan menulis, rasa rindu bisa sedikit terobati dan rindu-rindu ini menyatu berubah menjadi jawaban untuk pertanyaan 'untuk apa saya berada disini'. Dan akhirnya serpihan rindu yang tersisa terbang di ruangan ini menjadi saksi perjuangan dan menari-nari di atas kepala menjadi pemicu semangat dalam berkarya dan berjuang.


3 tahun sudah tinggal di kota Jogja dengan segala kisah indah dan masalah yang diberikan. Memunculkan rindu yang tak bisa dihindari. Kerinduan 600 km. Kerinduan akan cinta kasih dan pembelajaran menjadi dewasa oleh Bapak, belaian lembut kasih sayang dan segala bentuk kecerewetan dari Ibu dan sampai pada rindu romansa bersama kakak sulung dengan segala bentuk keras kepala dan marah ketika adiknya ini melakukan kesalahan. Aku rindu kalian semua.


Hingar Bingar Pariwisata VS Lingkungan Bali

[caption id="attachment_294" align="alignleft" width="509"]Sumber : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2011/12/01/siapa-yang-menghancurkan-bali.html Ilustrasi : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2011/12/01/siapa-yang-menghancurkan-bali.html[/caption]

 

Perkembangan pariwisata di Pulau Dewata Bali ternyata tidak selalu berdampak positif terhadap pembangunan di Bali. Banyak konversi lahan dari pertanian menjadi  bangunan villa, hotel, restoran dan bangunan pariwisata lainnya. Tentunya ini merupakan kemunduran bagi kelangsungan lingkungan yang semakin hari semakin “dijajah”. Berikut rangkuman fakta dari Komite Kerja Advokasi Lingkungan Hidup (KEKAL) Bali,  sebagai berikut:

Monday, December 17, 2012

Serpihan Cinta Gadjah Mada

Berikut merupakan video tentang cinta dan kepedulian sahabat gadjah mada yang mengajak seluruh civitas akademika UGM ikut berpartisipasi dalam perhelatan demokrasi Pemilihan Raya Mahasiswa UGM (PEMIRA UGM) 2012, yang akan diselenggarakan pemungutan suara pada tanggal 18-20 Desember 2012.








Ayo seluruh masyarakat UGM mari kita beranjak ke TPS masing-masing fakultas untuk memilih Presiden Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang sekiranya dapat membawa Keluarga Mahasiswa (KM) UGM menuju yang lebih baik. Pilihlah sesuai cintamu! :)