Saturday, November 24, 2012

Bahasa Cinta Diam (GagukGaguk Production)

Mungkin sudah terlalu mainstream membuat lagu, film, cerita, novel atau karya lain dengan bertema cinta. Aku sayang kamu. Kamu sayang aku. Kita sama-sama sayang. Mari kita pacaran. Lalu kita putus. Dan langit runtuh seketika.


Cuma sampai disana?


Tentu tidak, film pendek berikut ini bukan masalah cinta biasa, ini masalah cinta yang "diam". Kekuatan cinta diam. Cinta yang tak melulu diungkapkan melalui bibir manis. Entah rayuan gombal, ataupun sebatas pujian berbasis nafsu belaka.


Film pendek ini mencoba mengejawantahkan definisi cinta, bahwa cinta itu bersemayam di setiap jiwa-jiwa manusia. Semua orang sekiranya butuh untuk mengaktualisasi dan mengapresiasi rasa cinta dengan beragam ekpresi sesuai kata hati.


Adalah Lanang, Saya, Tika, Bian dan Agus. Kita berlima berbagi tugas untuk me-remake film pendek love languange versi Indonesia ini. Entah berhasil atau tidak, yang jelas silahkan dinilai! :)


Silahkan!



Nih ada sedikit behind the scene-nya. Kalo sempet mampir juga ya. :)



Dan saya rasa tanpa harus saya jelaskan, temen-temen yang berkunjung sudah mengerti kenapa nama kami GagukGaguk Production ;)


Nantikan project video kita selanjutnya! Cintailah cinta!

Nasionalis Romantis

Jogja lagi hujan terus akhir-akhir ini. Bikin males kemana-mana, banyak agenda yang ga jadi, banyak acara yang di cancel. Di media sosial juga banyak yang ngeluh karena kosan banjir, cucian ga kering, jadi ga produktif dan segala macem.


"Padahal bagi saya, hujan itu romantis.  Ya gitu, ini berlaku jikalau ada pacar disamping, minimal bisa menghangatkan tangan gitu. Buat yang jomblo kesepian,  tentu bisa menikmati hujan dengan cara masing-masing lah ya :D Ya apapun itu pokoknya menurut saya hujan itu romantis. Dingin-dingin empuk :) "


Nah. Demi menjaga eksistensi  produktifitas dan kreatifitas di musim hujan gini, saya, Lanang, mas Widi dan Awan (Genk Kos Pandega Karya 7) mencoba membuat sesuatu yang romantis. Bukan sekedar romantis biasa, ini romantis yang nasionalis. Romantisme pemuda yang bangga lahir dan menjadi orang Indonesia.


Dengan berbekal kamera pinjaman, kita mulai membuat video indoor akustikan. Dengan kualitas gambar dan lighting yang jauh dari standar klip pada umumnya, saya mulai memetik gitar bernada awal G, Lanang tetep setia menguasai microphone dan Mas Widi dengan anteng memukul-mukul cajoon. Di belakang camera ada Awan  --sebenarnya dalam video ini semua dari kita (terpaksa) menjadi kameramen :p


Hujan yang mengguyur Jogja sejak pagi, tidak membuat kita molor terus-terusan di kamar. Justru, karena hujan ini jiwa-jiwa nasionalis ala anak kos perantauan kita tumbuh. Kita juga menyempatkan untuk keliling untuk mengumpulkan testimoni dan harapan beberapa kalangan masyarakat terkait dengan permasalahan bangsa dan opini segala macem. Intinya kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Negeri romantis yang pas untuk melakukan sesuatu yang manis.


Untuk mempersingkat kata-kata --karena saya sudah jarang nulis di blog, mari kita simak video romantis yang menurut kita nasionalis ini. Sebuah persembahan dari kita untuk Indonesia.


Biarpun saya tidak yakin bahwa video ini bisa mengurangi angka kejahatan korupsi di Indonesia, setidaknya kita tetep optimis dengan negeri tercinta ini tempat lahir beta dibuai dibesarkan bunda. Selamat menikmati! :)



Thursday, November 15, 2012

Menjadi Pemimpin Pasukan Perang Melawan Korupsi!

Biarkan saya berandai-andai menjadi ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), seorang pemimpin pasukan dalam perang melawan gerombolan koruptor –yang konon mempunyai pasukan yang kuat, solid dan bertaburan uang. Ketua KPK merupakan sebuah profesi yang menjadi target utama dari “tembakan” musuh dan katanya banyak “godaan”. Tentu kita banyak belajar dari pengalaman kasus Bapak Antasari Azhar sebagai mantan ketua KPK yang dinonaktifkan karena terjebak dalam kasus pembunuhan –entahlah, kasus ini masih simpang siur antara fakta atau konspirasi?.


Sebagai ketua KPK, saya akan berusaha melakukan langkah inovatif yang sederhana dalam membebaskan Indonesia dari belenggu korupsi. Secara umum dijabarkan sebagai berikut:


1. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga


Sebelum menyatakan diri secara tegas untuk perang melawan korupsi, seharusnya terlebih dahulu menjamin diri dan keluarga terbebas dari perilaku korupsi. Hal ini sangat penting, karena sangat kurang ajar rasanya jika berkoar-koar memberantas korupsi, namun pada akhirnya terlibat juga dalam kasus korupsi.


2. Menumbuhkembangkan Perilaku Anti Korupsi (PAK)


Memupuk rasa cinta tanah air dan anti korupsi dalam dunia pendidikan dengan melakukan penambahan mata pelajaran PAK dalam kurikulum SD, SMP dan SMA dan mata kuliah wajib PAK bagi mahasiswa. Dalam dunia kerja, PAK juga dijadikan indikator penting dalam menentukan profesi, misalnya ditandai dengan sertifikat PAK untuk persyaratan diterima atau tidaknya pelamar dalam profesi yang diinginkan. Sosialisasi PAK juga dilakukan secara masif kepada masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di desa.


3. Dengan pendekatan art-culture based dalam memberantas korupsi


Bergabung bersama para seniman untuk sama-sama memberantas korupsi di negeri dengan melakukan aksi seni dan budaya. Sering mengadakan acara kesenian dan kebudayaan yang sarat akan nilai luhur ke-Nusantara-an dan mengajarkan bagaimana hidup harmonis Gemah Ripah Loh Jinawi sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.


Iklan, reklame dan kampanye tentang anti korupsi semakin digalakkan, bisa juga dengan memanfaatkan sosial media yang lagi trend di kalangan masyarakat. Dengan pendekatan art-culture based seperti ini, diharapkan bisa langsung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengepalkan tangan bersama melawan korupsi.


4. Membuat Pos Pemberantasan Korupsi (PPK)


PPK digunakan sebagai sarana pelayanan pengaduan korupsi berbasis 24 jam. Pos ini dibangun di setiap sudut kota dalam lingkup kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan dan mengoptimalkan pengawasan korupsi di daerah. Siapapun dan kapanpun masyarakat bisa melaporkan jika terjadi kasus yang dicurigai sebagai tindak korupsi. Dari kasus “kecil” sampai yang “besar” semua dilayani tanpa pandang bulu. Kasus yang diterima langsung diproses dan dikawal secara cepat sesuai prosedur yang berlaku.


5. Membuat Museum Pemberantasan Korupsi (MPK)


Museum ini merupakan tempat untuk memamerkan wajah para pelaku korupsi di hadapan publik. Dipermalukan dan dikucilkan oleh masyarakat merupakan konsekuensi yang sekiranya adil diterima oleh para penjahat sekelas koruptor. Dengan hukuman seperti ini diharapkan menimbulkan efek jera bagi koruptor. Selain itu, museum ini juga dibuat sebagai pusat informasi tentang semua hal yang terkait dengan korupsi. Sehingga, MPK yang dibangun selayaknya kebun binatang ini, diharapkan bisa menjadi sarana rekreasi (wisata korupsi?) dan edukasi bagi masyarakat.


Pada akhirnya, menyelesaikan permasalahan korupsi itu ibarat mengurai benang sekusut-kusutnya. Sulit, namun belum tentu tidak bisa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Indonesia, saya yakin penyakit korupsi ini bisa diselesaikan dan bangsa kita berangsur-angsur pulih dari keterpurukan. Oleh karena itu, saya akhiri tulisan ini dengan mengajak teman-teman generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mari kita kepalkan tangan ke atas dan berteriak: BERPERANG MELAWAN KORUPSI!


http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/744/Made%20Bhela%20Sanji%20Buana.html