Thursday, February 9, 2012

Kisah Kerja Praktek (Minggu II)



Pada minggu kedua, yaitu mulai hari Senin, 30 Januari 2012. Kita berkesempatan ikut dalam rapat internal oleh External Advicer dalam tim WJP-MDM (West Java Province Metropolitan Development Management) mengenai persiapan launching TIM WJP-MDM pada awal bulan depan. Rapat ini berisikan tentang pembahasan mengenai pemantapan materi dari WJP-MDM, membahas bagaimana mempresentasikannya, pematangan konsep pengembangan metropolitan, skenario pengembangan dan pertimbangan-pertimbangan lainnya sebagai substansi dalam pengembangan kawasan Metropolitan di Provinsi Jawa Barat. 




Selanjutnya, kami mendapat penugasan untuk membuat struktur kelembagaan pemerintah daerah Jawa Barat, untuk memperjelas posisi struktural dari WJP-MDM itu sendiri. Pada hari Selasa, 31 Januari 2012 kami langsung mempresentasikan tentang pemahaman kami tentang struktur pemerintahan Jawa Barat. Berlangsung diskusi interaktif dengan tim WJP-MDM mengenai posisi struktural dalam pemerintahan Provinsi Jawa Barat. 



Pada hari Rabu, 1 Februari 2012. Kami mulai mengkaji mengenai berkas perencanaan di dalam 3 PKN/Metropolitan (Bodebek, Bandung, Cirebon) dan 2 Growth Center (Pelabuhan Ratu, Pangandaran). Saya mendapat pembagian tugas untuk pengkajian/review/evaluasi berkas penataan ruang di kawasan Growth Center Pangandaran. 













Saya presentasi mengenai Optimal Scientific Solutions

Hari Kamis, 2 Februari 2012 kami diberikan literatur mengenai A New Direction of Planning in Indonesia, yaitu tulisan dari pak Jonny Patta. Mengenai teori-teori perencanaan dari masa ke masa, tentang bagaimana metode yang dilakukan yang disesuaikan dengan ruang dan waktu dan mengenai runtuhnya setiap teori dan digantikan oleh alternatif teori baru yang muncul pada setiap masa. Ini dilakukan untuk memberi pemahaman tentang jenis teori perencanaan yang nantinya akan terlihat pendekatan teori yang mana yang dipakai dalam konteks WJP-MDM ini dan untuk bahan acuan me-review berkas perencanaan di kawasan growth center Pangandaran. Kami membagi setiap teori untuk masing-masing 5 orang. Saya mendapat bagian Optimal Scientific Solution Planning dan Political Planning. Pada hari Jumat, 3 Februari 2012 langsung dipresentasikan dan dilanjutkan dengan diskusi. 



Pelajaran dan komentar kritis yang diperoleh dari kegiatan minggu ini : 


Saya mendapat kesempatan untuk ikut dalam rapat internal WJP-MDM dengan eksternal advicer. Banyak juga mendapat pelajaran mengenai cara mengeluarkan pendapat, memainkan dinamika rapat, memainkan intonasi suara agar ‘lawan’ bicara tidak tersinggung. Banyak terjadi konflik-konflik perbedaan tanggapan dan gagasan antar eksternal advicer. Ini mengingat, beliau semua memiliki sebuah idealis yang kokoh yang berlandaskan atas pengalamannya. Saya pikir ini sangat menarik, banyak solusi dan gagasan yang ditawarkan terkait dengan pengembangan kawasan metropolitan Jawa Barat, yang menambah pengetahuan atau ‘pembendaharaan’ solusi perkotaan saya dan mengenai isu-isu perkotaan di Indonesia pada umumnya, atas pemaparan dari masing-masing eksternal advicer. 



Mengenai struktur kelembagaan, berdasarkan Keputusan Gubernur tim WJP-MDM diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat dan Wakil Ketua oleh Kepala Bappeda Jawa Barat. Jadi dalam struktur kelembagaan pemerintah Provinsi Jawa Barat, tim WJP-MDM ini berada langsung dibawah Sekretaris Daerah. Untuk sementara ini, tim WJP-MDM ‘bermarkas’ di Kantor Bappeda bagian fisik di ruang sidang. Dikatakan sekitar 2 minggu lagi, semua perangkat dan aktifitas WJP-MDM akan pindah ke kantor resmi West Java Province Metropolitan Development Management. (karena saat ini masih dalam tahap renovasi) 













Suasana Presentasi di Ruang Sidang Bappeda-fisik

Kemudian presentasi tentang literatur berjudul A New Direction of Planning in Indonesia. Bagaimana suatu metode digunakan pada ruang dan waktu padaa saat itu, bagaimana penyebab runtuhnya. Dari periode 1880an – 1990an, yaitu Ideal City (estetika, filosofis), Practical City (Zoning, Regulation), Rational Komprehensif (Perencanaan Komprehensif), Scientific Solution (teori, statistik, proyeksi), Political Solution (pendekatan politik, advokasi kaum marjinal), Enterpreuneur Solution (market driven, pemodal). Dilanjutkan dengan diskusi dengan tim WJP-MDM, kami dipersilahkan bertanya maupun mengeluarkan pendapat. Suasana diskusinya sangat interaktif, bagaimana tim WJP-MDM bisa mengatakan salah atau kurang tepat mengenai pendapat/pemahaman saya. Ini kesempatan yang baik menurut saya, tentang pembelajaran (tambahan) mengenai teori perencanaan yang telah saya ambil mata kuliahnya pada semester sebelumnya. Pada hakekatnya, seluruh teori ini bagus pada saat eranya tersebut, kaitannya dengan ruang dan waktu maupun keadaan cultural historis pada era itu dan dirasa metode/teori perencanaan seperti itulah yang paling cocok. 




Akhirnya itu saja yang bisa saya ceritakan untuk minggu kedua Kerja Praktek ini, semoga mendapat banyak dan banyak lagi pengalaman dan cerita baru lagi. Viva la Planologi! 



Salam Semangat! 



Made Bhela Sanji Buana’PWK 09