Tuesday, January 31, 2012

Kisah Kerja Praktek (Minggu I)








Tim KP WJP-MDM Dari kiri : Dendy, Made(saya), Nazril, Ragil, Aryok



Terhitung sejak tanggal 25 Januari 2012 sampai sebulan kedepan saya mengikuti Kuliah Praktek dalam pemenuhan mata kuliah saya untuk S1 Perencanaan Wilayah dan Kota UGM di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat. Dengan sub-divisi bidang fisik, yaitu BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah). Namun dalam perjalanannya, dari pihak bidang fisik-Bappeda merekomendasikan kami untuk ikut dalam kegiatan fasilitas percepatan implementasi pembangunan infrastruktur strategis di 3 PKN dan PKN Provinsi di Jawa Barat melalui West Java Province Metropolitan Development Management (WJP-MDM). WJP-MDM terbentuk sejak bulan Februari 2011 untuk percepatan pembangunan kawasan metropolitan di Provinsi Jawa Barat. Tim WJP-MDM mempunyai tugas merumuskan, mengkoordinasikan, mengharmoniskan dan memantau program pengembangan metropolitan Bandung Raya, Bodebek dan Cirebon, serta mewujudkan PKNp Pelabuhanratu dan PKNp Pangandaran secara terintegrasi, terpadu dan berkesinambungan.

Saturday, January 28, 2012

Kembalikan hijau! Hijaukan!

How green are u? 
Mungkin itu kalimat Intro dari postingan saya kali ini. Begini, ditengah isu carut-marut bangsa kita, korupsi, diskriminasi, konflik agama, kriminalitas dan atau apapun lagi isu-isu di sekitar kita, mari kita menengok ke arah pohon-pohon di pinggiran jalan, rumput yang bergoyang dengan romansa irama kota beserta kebusukannya. Pohon yang malang, pohonku sayang..

Coba renungkan, bagaimana rintihan pohon-pohon atau tanaman lainnya yang diberanguskan akibat dari ‘pemaksaan’ oleh manusia, akibat konversi lahan besar-besaran oleh penguasa modal dalam rangka perluasan ‘lahan usaha’ untuk meningkatkan perolehan pundi-pundi rupiahnya untuk dinikmati keluarganya dan tragisnya terkadang menjadi sebuah persembahan untuk pihak asing. Damn! Kita dari kecil sudah diajarkan ‘menyembah’ uang, berpikir kapitalis dengan mengorbankan lingkungan. “Babatlah hutan! Dan kau akan kaya!”


Sejatinya, tumbuhan juga seorang makhluk hidup yang diciptakan oleh tuhan dalam fungsinya sebagai penyeimbang kehidupan. Dan kita sebagai manusia, yang diberi kelebihan kemampuan berupa pikiran. Tentunya kita sebagai manusia yang bertugas untuk pengelolaan kelangsungan hidup tumbuhan-tumbuhan itu atau alam dalam konteks lebih besar. Ini bukan tidak penting, dan akhirnya menjadi sangat penting, ketika kita sebagai manusia tidak menghargai saudara kita. Dalam konsep “Tat Twam Asi”, yaitu Aku adalah Kamu. Dalam pengertian saya, kita sebagai makhluk ciptaan tuhan adalah sama, dalam artian kesimpulannya, kita bersaudara dengan tumbuhan dan atau lingkungan. Apapun yang kita lakukan kepada tumbuhan, ‘dia’ pun akan melakukan yang sama kepada kita.  Sama-sama sebagai ciptaan tuhan yang mempunyai tugas untuk ‘mewarnai’ dunia. Begitu mungkin ya, anda pikir ini aneh?

Dan percayalah, apapun yang kita lakukan terhadap alam, alam pun merekam dan melakukan ‘pembalasan’ kepada kita. Sudah jelas, bencana alam yang terjadi trakhir ini merupakan ‘teguran’ oleh alam. Alam merasa ‘terkhianati’ dan kita sebagai manusia belum sadarkah?

Friday, January 20, 2012

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Tuesday, January 3, 2012

Semangat Nasionalisme dalam Keberagaman

Hiduplah Indonesia Raya
Seperti yang kita tahu, isu-isu ‘agama’ sedang marak di Indonesia. Sering kita semua lihat di media tentang terjadinya kekerasan, diskriminasi, fanatisme berlebihan dan aksi-aksi lain dengan mengatasnamakan dirinya ‘pembela umat’, ‘pembela tuhan’ atau apalah sebutan yang lainnya. Sering saya bertanya, apakah benar mereka ber-agama? Bukannya semua agama mengajarkan umatnya tentang perdamaian, anti-kekerasan? Setahu saya, yaitu: kasih sayang, kebenaran, kejujuran, kesetiakawanan, kebersamaan, kedamaian, kebajikan dan nilai-nilai lain yang universal ada dalam setiap agama. Nilai inilah yang seharusnya lebih ditonjolkan supaya kita bisa menumbuhkembangkan kebersamaan sosial untuk kedamaian dunia. Kalau benar mereka beragama, nah terus apa fungsi agama? Apa gunanya rajin sembahyang, tapi tidak menghargai mereka yang ‘lain’,intoleransi terhadap umat agama lain, diskriminasi terhadap kaum minoritas, meng-halalkan-kan kekerasan, atas alasan pembelaan ‘kebenaran’.

Ah, Katrok! Apalagi kita hidup di sebuah negara yang plural, multi-kultural, dan berideologi PANCASILA. Kita ini warga negara Indonesia, sebuah negara yang menjunjung tinggi PANCASILA sebagai acuan setiap gerak-gerik hidup warga negara. PANCASILA adalah naskah yang paling ‘tinggi’ di Indonesia. Pun kalau kita mau jadi warga negara Indonesia yang baik. Saya yakin, Founding Father kita merumuskan pancasila untuk upaya persatuan dan kesatuan seluruh warga negara Indonesia. Karena kita bukan Arab Saudi,  yang mempunyai ‘keseragaman’, sedangkan filosofi Indonesia adalah “Tampak Beda, tapi Sesungguhnya Satu!” yang merupakan hasil dari keberagaman Sumber Daya Alam, letak geografis, dan budaya kita.

Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa itu sumpah kita sebagai pemuda Indonesia. Ah, seharusnya ditambah dengan 1 point, yaitu Satu Hukum Persatuan, Hukum Nasional Indonesia.. Hehe. Tapi memang dualisme hukum yang terjadi di Indonesia, yaitu Hukum Nasional dengan Hukum dogma-dogma agama, takutnya bisa memecah bangsa kita. Diperlukan satu pengakuan tentang Hukum Indonesia, yang sesuai dengan Ideologi Pancasila. Untuk antisipasi pemasukan dogma-dogma agama. Menurut saya, ketika dogma-dogma agama tertentu masuk ke jajaran hukum dan ada upaya ‘konversi’ umat disana. Takutnya ini akan menjadi semacam bom waktu yang bisa meledak pada waktu tertentu. Tentu kita ingat, runtuhnya kejayaan Kerajaan Majapahit? Yes! Saya harap sejarah tidak berulang.. Jangan mengulangi kesalahan yang sama!

Bung Karno pernah mengatakan “Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”. Saya mengartikannya dengan, Nasionalisme kita bukan sekedar nasionalis sempit, tapi nasionalisme yang tetap dalam kerangka besar Internasionalisme. Yes! Ketertiban dunia! Kita menjaga hubungan baik negara-negara luar dengan siapapun. Tapi kita tidak mau dijajah dan dibodohi! Kita tentu tidak mau menjadi budak di rumah sendiri, di negeri sendiri, di Indonesia. Bung Karno juga mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” Yap! Beliau benar sekali, kita menghadapi maling di dalam rumah kita sendiri.

Sayangnya Pemerintah Indonesia sekarang, seperti acuh tak acuh untuk hal-hal semacam ini. Beliau terlalu sering ‘prihatin’ dan cenderung bermain ‘aman’. Ini memang gaya politik bapak yang satu ini. Terlalu menimbang-nimbang, Plin-Plan, terlalu ragu-ragu untuk ketegasan seperti ini. Ah, apa yang ditunggu? Tegakkan keadilan! Junjung tinggi kebersamaan beragama! Amalkan Pancasila! Saya berharap, setelah ini muncul sosok presiden yang mengerti bahwa sebenarnya Indonesia di takdirkan menjadi negara pluralis. Hehe.. Yes! Im Gusdurian.. Beliau memang sudah mati, tetapi semangat pluralisme takkan pernah mati. Inilah tugas pemuda Indonesia. Kami datang untuk menentang, mendobrak tembok kekar. Membela yang terdiskriminasi, menegakkan Pancasila, untuk sesuatu hal yang dinamakan kedamaian keberagaman. Semangat Nasionalisme dalam Keberagaman. 

Monday, January 2, 2012

Tahun Baru, Harapan Baru dan Cinta!

Selamat Tahun Baru 2012

Akhirnya saya bisa kembali melakukan aktifitas blogging, setelah akhir-akhir ini sibuk dengan aktifitas perkuliahan, kampanye DPM, penghitungan suara PEMIRA UGM, surat-menyurat perihal Kuliah Praktek, KKN, dan banyak lagi. Bisa dibilang mobilisasi saya di bulan terakhir ini dikategorikan tinggi. Haha.

Persetan dengan kiamat 2012, ramalan suku maya dan sebagainya, yang jelas saya menyambut 2012 dengan suka cita, berharap di tahun baru ini lebih menantang, lebih baik dari tahun sebelumnya, banyak baca buku dan rajin menulis. Yes! Ini resolusi yang paling di tekankan. Semoga saya bisa meng’upgrade’ diri dengan giat dan tekun. Perbanyak diskusi, koleksi hari-hari produtif, dan untuk BLOG ini, setelah postingan ini, mungkin saya akan membuat postingan yang lebih “berisi”. Maksudnya substansinya jelas, berupa gagasan, ide, entah opini saya, resensi buku atau banyak lagi lainnya. Toh..BLOG ini memang saya buat untuk sarana BERTERIAK!! Berpendapat bebas, berkreasi merdeka se-indah-indahnya.. hehee..

Dengan hasil kerja keras, saya akhirnya bisa mendapat dukungan 399 suara dari civitas akademika UGM dalam perolehan suara untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Hasil 399 suara berhasil meloloskan saya dalam perebutan kursi di DPM UGM. Tertinggi no.2 untuk perolehan suara dari DPM yang lain. Sedangkan di Partai, yaitu Partai Kampus Biru, saya adalah yang tertinggi. Partai Kampus Biru mendapat 3 kursi untuk duduk di parlemen DPM tahun depan. Sebanyak 1415 suara untuk keseluruhan Partai Kampus Biru menjadi peringkat 3 di bawah Partai Bunderan dan Partai Macan Kampus dengan total suara keseluruhan sekitar 11 ribuan.
Well, dipastikan untuk tahun baru 2012 ini, DPM masuk ke ranah timeline schedulle saya. Banyak lagi point-point penting yang membanjiri kalender. Wah, tahun ini bakalan seru. Dimulai sebentar lagi tanggal 9 dimulai Ujian Akhir Semester dan setelah itu ada Kerja Praktek di Bandung, Februari dan 1,5 bulan ke depan lah. Lumayan, bisa menjelajah Bandung beserta merasakan sensasi neng geulis nya. Haha..
Point penting lainnya, saya meng-kolaborasikan jabatan saya di organisasi kampus, selain tugas sebagai mahasiswa semester 6 yang semakin “berat” pastinya, yaitu Divisi Kreasi Seni di HMT-PWK, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Departemen Kajian, Penelitian dan Pengembangan di KMHD UGM, Ketua Bengkel Musik Wiswakharman yang akan menjadi warna-warni, dinamika dalam menelusuri bulan demi bulan di tahun baru 2012 ini.

Tahun 2012 ini memang tahun yang akan penuh warna-warni kehidupan saya sebagai mahasiswa. Penuh harapan saya di tahun baru ini. Ah, semoga bisa lebih baik di tahun ini. Mungkin kalimat “Simple Living, High Thinking” saya pake jadi tagline tahun baru 2012 ini. Banyak membaca dan rajin menulis menjadi pokok inti dari resolusi saya di tahun 2012. Semoga proses pembelajaran pendewasaan saya bisa berjalan mulus di 2012 ini. Akan banyak terdapat tantangan disini, diskusi, negosiasi, konflik, perbedaan pendapat, kreatif, demokrasi, seru, dinamika, penempaan mental, untuk yang lebih baik di terus-terus di tahun berikutnya.

Dan untuk resolusi dalam konteks cinta? Ah kita bahas dalam forum lainnya. Ga mungkin ditulis di BLOG, haha ini bukan konsumsi publik seperti kebanyakan selebritis di TV. Damn! Mereka menjual “kisah hidupnya”.
Semoga aku, kamu akan menjadi kita, cinta....! Ahh......