Monday, December 31, 2012

Kompilasi Lini Masa 2012

Sebentar lagi kita akan menyambut tahun baru 2013. Banyak sudah resolusi-resolusi yang terlontar, baik di sosial media maupun dari obrolan-obrolan untuk menyambut 2013 yang penuh mimpi dan misteri. Resolusi merupakan sebuah harapan atas mimpi yang sekiranya belum tercapai pada tahun 2012, secepat-cepatnya harus digapai di tahun 2013. Sebuah rutinitas yang sangat baik, mengingat memang kita hidup harus punya mimpi. Sangat setuju untuk orang yang mengatakan bahwa mimpi itu harus dipublikasi. Mimpi yang tak sekedar mimpi, namun mimpi yang dirangkum menjadi janji untuk menempuh tahun 2013 lebih baik.  Umur sudah pasti akan semakin tua, pembelajaran yang di dapat di tahun 2012 kita jadikan bekal untuk menghadapi tahun baru 2013.


Sambil menunggu detik-detik menuju matahari 2013, ingin rasanya saya me-review kembali apa saja yang telah saya lakukan di tahun 2012. Semacam  membuat kaleidoskop secara kronologis setiap bulannya dengan memakai lini masa twitter sebagai sumber yang dipercaya. Apa yang ditwit di akun saya (@madebhela) adalah kira-kira penggambaran kondisi apa yang saya kerjakan, pikirkan dan rasakan pada saat itu. Ya, saya rasa sejauh ini saya masih jujur dengan twitter :) Karena di dapat dari twitter, jadi lebih baik membaca capture image lini massa yang ditampilkan dari bawah ke atas, agar sistematis dan kronologisnya bisa tersampaikan.


Ini lah dokumentasi saya selama setahun! Mana dokumentasimu?


JANUARI


Awal januari diisi dengan Ujian Akhir Semester dan tanggal 16 Januari saya pulang ke Bali untuk upacara pernikahan Kakak saya tanggal 18 Januari. Tak berlama-lama dirumah. Saya langsung meluncur ke Jogja dan tanpa basa-basi langsung menuju Bandung untuk melaksanakan Kerja Praktek. Cerita tentang Kerja Praktek di lanjutkan pada bulan Februari.


Tak bisa menampilkan lini masa di bulan Januari. Entahlah twitter sedang error mungkin :D


FEBRUARI


Pada bulan februari saya melaksanakan kegiatan Kerja Praktek (KP) di bidang fisik Badan Perencanaan Pembangunan Jawa Barat. Saya ditempatkan di kantor West Java Province Metropolitan Management. Waktu pelaksanaan KP cukup lama, yaitu 2 bulan. Jadi kami mengontrak rumah untuk 7 orang di daerah Kanayakan, Dago Atas, di belakangnya kampus Politeknik Manufaktur (POLMAN). Deket dengan Kantor Bappeda Jawa Barat.


Februari1


Mumpung lagi di Bandung, saya berkunjung ke ITB fair, sebuah acara pameran produk yang dilaksanakan oleh anak2 ITB. Acara lumayan seru. Cewenya geulis :p


februari2


Karena di Bandung suhunya dingin, beda sama di Jogja. Hangat. Jadinya rasa kangen Jogja tak bisa dihindari, kangen makanannya yang murah. Twit yang dibawah ini yang muncul  sekiranya menggambarkan begitulah yang saya rasakan pada waktu itu


februari3februari4


Kembali bekerja, berdiskusi dan cek-in 4square di kantor.


februari5


Lalu mendengar kabar bahwa band idola saya Efek Rumah Kaca perform di Dayeuh Kolot.


februari6


Hari Valentine saya rayakan di Bandung. Beginilah sedikit twit tentang cinta dari saya.


februari7


Sebuah harapan untuk Bandung yang katanya akan menjadi kota Metropolitan.


februari8


Akhirnya impian saya untuk mengunjungi Kawah Putih tercapai di bulan Februari 2012.


februari9


26 Februari lini masa rame tentang isu kematian Habibie yang ternyata Hoax!


februari10


Lalu tugas sebagai Ketua Bengkel Musik Wiswakharman (BMW UGM) yang mengajak untuk genjreng-genjreng di kampus.


februari11


Sebagai Senator Mahasiswa, saya mentwit hasil dari paripurna pemilihan pimpinan senat.


februari12


MARET


Sebagai Kepala Departemen Kajian dan Pengembangan di kepengurusan KMHD UGM 2012, tanggal 3 Maret saya ikut Kriya Sabha KMHD UGM 2012, yaitu rapat besar untuk membuat program kerja setahun kedepan.


Maret1Sempet juga menyaksikan konser yang diselenggarakan oleh GMCO dan PSM UGM yang bertajuk "Menjadi Manusia Indonesia". Luar biasa acara ini!


maret2


Lalu di bulan Maret ini saya disibukkan oleh agenda Ikatan Mahasiswa Perencanaan Indonesia (IMPI) yang menyelenggarakan rapat koordinasi IMPI korwil jateng-DIY di Ambarbinangun.


maret3


Lalu tanggal 18 Maret mengikuti prosesi acara melasti dengan seluruh umat Hindu Jogja.


maret4

Friday, December 28, 2012

Pertemuan, Guru dan Hidup (part 1)

"Bahwasanya setiap pertemuan adalah pembelajaran. Semua org yg diajak berinteraksi itulah guru besar sebenarnya. Inilah hidup men! ;)"


Dimulai dari twit saya pada tanggal 28 Desember 2012, sekitar jam 9 malem. Ya, saya menganggap semua orang yang pernah bertemu dengan saya adalah guru. Baik itu mencela, memuji, mengejek, memfitnah, memberi tahu, membuat menangis dan segala bentuk interaksi dari orang lain. Semua itu tersusun rapi dalam agenda yang dibuat oleh Tuhan untuk saya yang bernama HIDUP.


Sesungguhnya tidak sulit untuk dimengerti, bahwa setiap pertemuan merupakan sebuah pembelajaran. Dan sudah sangat jelas bahwa yang mengantarkan kita menjadi individu yang seperti sekarang ini adalah intervensi dari semua makhluk yang pernah berhubungan dengan kita. Oke, lahir dari rahim Ibuk, kita bagaikan kertas putih yang siap untuk menyerap apapun yang dirasakan, dilihat dan didengar. Pertemuan dengan orang tua untuk pertama kalinya menjadikan orangtua merupakan guru yang pertama dan paling utama. Tentu saja sebagai kertas putih kita tidak bisa untuk tidak percaya dari setiap apa yang dituturkan oleh orang tua.  Semua ajaran dan teladan yang diberikan oleh orang tua kita serap dan kita tirukan bahkan secara mentah-mentah. Itu pembelajaran hidup yang menjadi cikal bakal kita untuk terjun ke lapangan kehidupan yang luas.


Pertemuan dalam lingkup keluarga membentuk karakteristik watak dan cara kita untuk menyikapi kehidupan. Ini baru bekal awal untuk mengarungi samudra kehidupan yang luas dan penuh misteri. Guru-guru berikutnya kita jumpai dalam pertemuan dengan orang-orang diluar rumah. Inilah guru yang lebih keras. Maksudnya, beliau tidak hanya mengajarkan tentang kebaikan atau keburukan, namun telah memberikan bahan ajar untuk dimensi cara pandang, watak dan tingkah laku sebagai makhluk sosial. Guru-guru ini mengajarkan kita tentang dendam, ketidakadilan, iri hati dan kesombongan. Bukan tidak mungkin semua ini mengintervensi karakteristik kita sebagai makhluk pembelajar. Sekarang kembali kepada personal kita masing-masing. Sikap dan cara pandang seperti apa yang kita kehendaki sesuai hati nurani kita untuk menjalani kehidupan yang keras dan serba misteri ini.


Sedemikan rupa perjalanan kita sampai pada saat ini. Tak terhitung banyaknya guru yang telah mengajari kita banyak hal. Tak sulit menemukan guru. Guru yang tidak hanya di kelas-kelas formal. Guru yang tidak hanya memakai powerpoint dalam ruang seminar. Guru yang tidak hanya memberi tugas dengan deadline tidak wajar. Ini semua adalah tentang Guru yang sebenarnya. Guru kehidupan!


Sebagai penutup saya mengutip sedikit kata Eep S.F bahwa hidup adalah kesediaan saling belajar dari dan dengan siapapun.


Hiduplah hari ini, esok dan seterusnya bro! ;)

Wednesday, December 26, 2012

Gede Bagus Narendra Buana

[caption id="attachment_323" align="alignleft" width="355"] Gede Bagus Narendra Buana[/caption]

Perkenalkan keponakan saya yang ganteng dan tidak jauh berbeda dengan saya. Gede Bagus Narendra Buana. Lahir pada 30 Mei 2012, Pukul 21.45 WITA di RSU Negara dengan berat 3,2 Kg 50 cm. Narendra merupakan anak pertama dari hasil perkawinan kakak sulung saya Gede Angga Wira Buana dan istri Kadek Ari Trisna.


Saya mendapat kesempatan yang terhormat dari keluarga untuk memberi nama terbaik keponakan pertama ini. Kata Narendra saya dapat dari nama kecil Swami Vivekananda, seorang tokoh hindu yang luar biasa. Arti Narendra dalam bahasa India berarti seorang raja pria. Selain itu Narendra juga berasal dari bahasa Jawa yang artinya kesatria bangsawan yang baik dan bijaksana. Bagus yang kami artikan sebagai anak lelaki yang gagah perkasa dan berparas menawan. Berwibawa dan tegas dalam perkataannya. Buana merupakan nama keluarga kami, yang merupakan identitas dan merupakan cikal bakal jiwa di dalam tubuh fisik Narendra. Buana juga berarti dunia, menjadikannya pemimpin dunia yang mampu menaklukkan dunia. Gede merupakan panggilan nama orang bali untuk anak pertama yang akan menjadi pemimpin dalam keluarga. Jadilah Gede Bagus Narendra Buana. Semoga nama yang om berikan ini benar-benar menjadi representasi nyata dari watak dan perilakumu kelak.


Kehadiran Narendra menjadi kebahagiaan luar biasa di keluarga kita. Terutama Bapak dan Ibuk yang setiap harinya banyak menunda akifitas lainnya untuk bisa bercanda bersama cucu tersayang. Bapak selalu buru-buru pulang dari SD tempat mengajar untuk menimang dan menyanyikan lagu tidur buat cucu tercinta. Bapak memang luar biasa untuk ini. Saya masih inget waktu saya masih kecil, bapak juga sering menyanyikan lagu karangannya sendiri (mungkin) soalnya tanpa lirik, hanya bersenandung. Ibuk juga menutup tokonya lebih awal untuk bisa bersama Narendra, memandikan, menyuapi dan segala macem romansa antara nenek ke cucu tersayangnya.


Pagi ini, jam 10 tanggal 27 Desember 2012 saya dikirimin beberapa foto Narendra oleh kakak dan ibuk saya. Foto diatas itu salah satunya. Foto yang diambil oleh ibuk dan dikirimkan via MMS ke nomer HP saya.  Berikut ini juga foto yang dikirimin ibuk.




[caption id="attachment_324" align="aligncenter" width="288"]Potong rambut Upacara Otonan Potong rambut Upacara Otonan[/caption]

Akhir-akhir ini ibuk memang punya hobi baru, yaitu fotografi. Meng-capture Narendra dari berbagai sudut dan pose lalu "pamer" dengan orang terdekat, menjadikan wallpaper di HP dan beberapa dikirim ke saya. Beginilah salah satu cara ibuk saya untuk mengekpresikan kegembiraannya memiliki Narendra.




[caption id="attachment_325" align="aligncenter" width="384"]Narendra dan nenek :) Narendra dan nenek :)[/caption]

Bapak juga, dengan bangga ingin dipanggil Pekak (sebutan kakek dalam bahasa Bali). Pekak Narendra, yang berarti kakeknya Narendra. Bapak sudah menjadi "orang tua yang sempurna", dianugrahi cucu yang sehat dan gagah. Begitulah Bapak, dibalik senyum dinginnya, saya yakin Bapak merasa luar biasa bahagia dengan kehadiran Narendra di masa tuanya.


Saya juga dipanggil Pak Dek, sebutan lain dari om, yang berarti Bapak Kadek, Bapak "no-2" setelah Bapak Angga. Rasa rindu saya di dunia perantauan ini semakin memuncak karena kehadiran Narendra. Saya merasa menjadi orang tua. Siap menjadi Bapak yang kelak akan menjadi guru buat Narendra. Siap untuk menjewer telinga Narendra, jika Narendra nakal. Siap untuk menjadi teladan dan partner dalam mewujudkan cita-cita keluarga kita. Narendra akan menjadi jagoan di keluarga. Narendra akan menjadi pemimpin keluarga kelak.


Seperti itulah warna-warni hidup kami oleh Narendra. Pesona Narendra menjadikan saya semangat untuk berjuang merantau mencari ilmu di kota pelajar ini. Semoga kamu menjadi anak yang berbhakti kepada orang tua ya nak! We love you, Narendra.. :)


Peluk hangat dari Bapak Kadekmu di Jogja...




[caption id="attachment_326" align="aligncenter" width="640"]Narendra sang pemimpin Narendra sang pemimpin[/caption]

Balada Mahasiswa Perantau 600 km (part 2)

home_sick_by_thebentruong-d37sq4kSekitaran jam 9 pagi tanggal 26 Desember 2012, Blackberry berbunyi panggilan dari IBUK membangunkan saya dari tidur. Dengan setengah sadar saya dengar suara itu. Suara manis seorang ibu yang hangat. Suara kehangatan dari beliau yang saya rindukan. Beliau adalah wanita yang paling saya cintai di muka bumi. Biarpun bawel dan cerewet, semua itu adalah anugrah yang paling indah buat saya. Saya harus segera membanggakan beliau. Beliau dengan semangat menggebu-gebu mengabarkan bahwa hari ini Buda Cemeng Klawu dirumah Negara ada acara Otonan keponakan saya, anaknya Kakak tersulung saya Gede Bagus Narendra Buana. Dirumah lagi rame, keluarga semua datang dan menanyakan kabar saya. Sebagai cucu pertama, kehadiran Narendra memang menjadi kebahagiaan luar biasa di keluarga kita. Jadi, semua keluarga menyambut Otonan Narendra dengan semarak. Memang luar biasa kehadiran Narendra, kamu harus jadi jagoan, nak!


Setelah Ibuk, telpon diambil alih oleh Bapak dengan ciri khas suara pelan dan berwibawa, beliau langsung memarahi saya 'kenapa baru bangun jam segini', ya memang kalo dirumah saya harus bangun jam 7 pagi maksimal. Itupun tidak boleh bermalas-malasan, langsung ambil sapu dan bersihin rumah. Rutinitas yang dulu sangat saya sebalkan, namun sekarang bahkan sampai kangen.. Beliau juga menyebut satu persatu keluarga yang datang ke Negara, menggambarkan keadaan rumah negara yang meriah dan semarak. Dan akhirnya beliau langsung mematikan telponnya, karena terburu-buru mungkin.


Saya kangen kalian semua. Banyak acara penting keluarga yang saya lewatkan. Karena saya di Jogja, 600-an Km dari rumah. Tempat perantauan. Tempat yang "tidak-nyaman". Tempat dimana saya menjadi individu "sebatang-kara". Sebagai anak bungsu, saya tetaplah Made Bhela yang manja. Kangen Bapak, Ibuk dan Kakak. Kangen Narendra juga. Kangen rumah Negara.


Untuk semua yang dirumah, bhakti ini untuk kalian!


Om Awighnam Astu Namo Siddam..


Balada Mahasiswa Perantau 600 km (part 1)

[caption id="attachment_304" align="alignleft" width="336"]Made Bhela Kecil Sang Pemimpi kecil[/caption]

Berada di sebuah tempat asing yang berjarak  600 km dari tanah kelahiran merupakan sebuah pengalaman hidup yang luar biasa. Sebuah proses yang menegangkan. Sebuah kondisi bebas dari "pantauan" orang tua. Sebuah fase dimana rasa rindu menusuk-nusuk hingga air mata menetes tipis. Kondisi dimana Jembrana dan Jogja mengajarkan banyak hal tentang doa dan perjuangan. Di satu tempat mereka mendoakan dan di tempat yang lainnya seseorang harus berjuang. Demi sebuah impian dan pengabdian untuk keluarga.


Kerinduan seperti saat ini sering menghampiri. Di ruangan 2 x 3 meter ini pada tanggal 26 Desember 2012, saya mencoba memaksimalkan rasa rindu menjadi sebuah refleksi atas apa saja yang sudah terjadi sejak 3 Agustus 2009. Harapannya dengan menulis, rasa rindu bisa sedikit terobati dan rindu-rindu ini menyatu berubah menjadi jawaban untuk pertanyaan 'untuk apa saya berada disini'. Dan akhirnya serpihan rindu yang tersisa terbang di ruangan ini menjadi saksi perjuangan dan menari-nari di atas kepala menjadi pemicu semangat dalam berkarya dan berjuang.


3 tahun sudah tinggal di kota Jogja dengan segala kisah indah dan masalah yang diberikan. Memunculkan rindu yang tak bisa dihindari. Kerinduan 600 km. Kerinduan akan cinta kasih dan pembelajaran menjadi dewasa oleh Bapak, belaian lembut kasih sayang dan segala bentuk kecerewetan dari Ibu dan sampai pada rindu romansa bersama kakak sulung dengan segala bentuk keras kepala dan marah ketika adiknya ini melakukan kesalahan. Aku rindu kalian semua.


Hingar Bingar Pariwisata VS Lingkungan Bali

[caption id="attachment_294" align="alignleft" width="509"]Sumber : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2011/12/01/siapa-yang-menghancurkan-bali.html Ilustrasi : http://www.balebengong.net/kabar-anyar/2011/12/01/siapa-yang-menghancurkan-bali.html[/caption]

 

Perkembangan pariwisata di Pulau Dewata Bali ternyata tidak selalu berdampak positif terhadap pembangunan di Bali. Banyak konversi lahan dari pertanian menjadi  bangunan villa, hotel, restoran dan bangunan pariwisata lainnya. Tentunya ini merupakan kemunduran bagi kelangsungan lingkungan yang semakin hari semakin “dijajah”. Berikut rangkuman fakta dari Komite Kerja Advokasi Lingkungan Hidup (KEKAL) Bali,  sebagai berikut:

Monday, December 17, 2012

Serpihan Cinta Gadjah Mada

Berikut merupakan video tentang cinta dan kepedulian sahabat gadjah mada yang mengajak seluruh civitas akademika UGM ikut berpartisipasi dalam perhelatan demokrasi Pemilihan Raya Mahasiswa UGM (PEMIRA UGM) 2012, yang akan diselenggarakan pemungutan suara pada tanggal 18-20 Desember 2012.








Ayo seluruh masyarakat UGM mari kita beranjak ke TPS masing-masing fakultas untuk memilih Presiden Mahasiswa dan Senat Mahasiswa yang sekiranya dapat membawa Keluarga Mahasiswa (KM) UGM menuju yang lebih baik. Pilihlah sesuai cintamu! :)

Saturday, November 24, 2012

Bahasa Cinta Diam (GagukGaguk Production)

Mungkin sudah terlalu mainstream membuat lagu, film, cerita, novel atau karya lain dengan bertema cinta. Aku sayang kamu. Kamu sayang aku. Kita sama-sama sayang. Mari kita pacaran. Lalu kita putus. Dan langit runtuh seketika.


Cuma sampai disana?


Tentu tidak, film pendek berikut ini bukan masalah cinta biasa, ini masalah cinta yang "diam". Kekuatan cinta diam. Cinta yang tak melulu diungkapkan melalui bibir manis. Entah rayuan gombal, ataupun sebatas pujian berbasis nafsu belaka.


Film pendek ini mencoba mengejawantahkan definisi cinta, bahwa cinta itu bersemayam di setiap jiwa-jiwa manusia. Semua orang sekiranya butuh untuk mengaktualisasi dan mengapresiasi rasa cinta dengan beragam ekpresi sesuai kata hati.


Adalah Lanang, Saya, Tika, Bian dan Agus. Kita berlima berbagi tugas untuk me-remake film pendek love languange versi Indonesia ini. Entah berhasil atau tidak, yang jelas silahkan dinilai! :)


Silahkan!



Nih ada sedikit behind the scene-nya. Kalo sempet mampir juga ya. :)



Dan saya rasa tanpa harus saya jelaskan, temen-temen yang berkunjung sudah mengerti kenapa nama kami GagukGaguk Production ;)


Nantikan project video kita selanjutnya! Cintailah cinta!

Nasionalis Romantis

Jogja lagi hujan terus akhir-akhir ini. Bikin males kemana-mana, banyak agenda yang ga jadi, banyak acara yang di cancel. Di media sosial juga banyak yang ngeluh karena kosan banjir, cucian ga kering, jadi ga produktif dan segala macem.


"Padahal bagi saya, hujan itu romantis.  Ya gitu, ini berlaku jikalau ada pacar disamping, minimal bisa menghangatkan tangan gitu. Buat yang jomblo kesepian,  tentu bisa menikmati hujan dengan cara masing-masing lah ya :D Ya apapun itu pokoknya menurut saya hujan itu romantis. Dingin-dingin empuk :) "


Nah. Demi menjaga eksistensi  produktifitas dan kreatifitas di musim hujan gini, saya, Lanang, mas Widi dan Awan (Genk Kos Pandega Karya 7) mencoba membuat sesuatu yang romantis. Bukan sekedar romantis biasa, ini romantis yang nasionalis. Romantisme pemuda yang bangga lahir dan menjadi orang Indonesia.


Dengan berbekal kamera pinjaman, kita mulai membuat video indoor akustikan. Dengan kualitas gambar dan lighting yang jauh dari standar klip pada umumnya, saya mulai memetik gitar bernada awal G, Lanang tetep setia menguasai microphone dan Mas Widi dengan anteng memukul-mukul cajoon. Di belakang camera ada Awan  --sebenarnya dalam video ini semua dari kita (terpaksa) menjadi kameramen :p


Hujan yang mengguyur Jogja sejak pagi, tidak membuat kita molor terus-terusan di kamar. Justru, karena hujan ini jiwa-jiwa nasionalis ala anak kos perantauan kita tumbuh. Kita juga menyempatkan untuk keliling untuk mengumpulkan testimoni dan harapan beberapa kalangan masyarakat terkait dengan permasalahan bangsa dan opini segala macem. Intinya kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Negeri romantis yang pas untuk melakukan sesuatu yang manis.


Untuk mempersingkat kata-kata --karena saya sudah jarang nulis di blog, mari kita simak video romantis yang menurut kita nasionalis ini. Sebuah persembahan dari kita untuk Indonesia.


Biarpun saya tidak yakin bahwa video ini bisa mengurangi angka kejahatan korupsi di Indonesia, setidaknya kita tetep optimis dengan negeri tercinta ini tempat lahir beta dibuai dibesarkan bunda. Selamat menikmati! :)



Thursday, November 15, 2012

Menjadi Pemimpin Pasukan Perang Melawan Korupsi!

Biarkan saya berandai-andai menjadi ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), seorang pemimpin pasukan dalam perang melawan gerombolan koruptor –yang konon mempunyai pasukan yang kuat, solid dan bertaburan uang. Ketua KPK merupakan sebuah profesi yang menjadi target utama dari “tembakan” musuh dan katanya banyak “godaan”. Tentu kita banyak belajar dari pengalaman kasus Bapak Antasari Azhar sebagai mantan ketua KPK yang dinonaktifkan karena terjebak dalam kasus pembunuhan –entahlah, kasus ini masih simpang siur antara fakta atau konspirasi?.


Sebagai ketua KPK, saya akan berusaha melakukan langkah inovatif yang sederhana dalam membebaskan Indonesia dari belenggu korupsi. Secara umum dijabarkan sebagai berikut:


1. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga


Sebelum menyatakan diri secara tegas untuk perang melawan korupsi, seharusnya terlebih dahulu menjamin diri dan keluarga terbebas dari perilaku korupsi. Hal ini sangat penting, karena sangat kurang ajar rasanya jika berkoar-koar memberantas korupsi, namun pada akhirnya terlibat juga dalam kasus korupsi.


2. Menumbuhkembangkan Perilaku Anti Korupsi (PAK)


Memupuk rasa cinta tanah air dan anti korupsi dalam dunia pendidikan dengan melakukan penambahan mata pelajaran PAK dalam kurikulum SD, SMP dan SMA dan mata kuliah wajib PAK bagi mahasiswa. Dalam dunia kerja, PAK juga dijadikan indikator penting dalam menentukan profesi, misalnya ditandai dengan sertifikat PAK untuk persyaratan diterima atau tidaknya pelamar dalam profesi yang diinginkan. Sosialisasi PAK juga dilakukan secara masif kepada masyarakat, baik yang tinggal di kota maupun di desa.


3. Dengan pendekatan art-culture based dalam memberantas korupsi


Bergabung bersama para seniman untuk sama-sama memberantas korupsi di negeri dengan melakukan aksi seni dan budaya. Sering mengadakan acara kesenian dan kebudayaan yang sarat akan nilai luhur ke-Nusantara-an dan mengajarkan bagaimana hidup harmonis Gemah Ripah Loh Jinawi sesuai dengan karakter bangsa Indonesia.


Iklan, reklame dan kampanye tentang anti korupsi semakin digalakkan, bisa juga dengan memanfaatkan sosial media yang lagi trend di kalangan masyarakat. Dengan pendekatan art-culture based seperti ini, diharapkan bisa langsung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengepalkan tangan bersama melawan korupsi.


4. Membuat Pos Pemberantasan Korupsi (PPK)


PPK digunakan sebagai sarana pelayanan pengaduan korupsi berbasis 24 jam. Pos ini dibangun di setiap sudut kota dalam lingkup kecamatan. Hal ini dilakukan untuk mendekatkan dan mengoptimalkan pengawasan korupsi di daerah. Siapapun dan kapanpun masyarakat bisa melaporkan jika terjadi kasus yang dicurigai sebagai tindak korupsi. Dari kasus “kecil” sampai yang “besar” semua dilayani tanpa pandang bulu. Kasus yang diterima langsung diproses dan dikawal secara cepat sesuai prosedur yang berlaku.


5. Membuat Museum Pemberantasan Korupsi (MPK)


Museum ini merupakan tempat untuk memamerkan wajah para pelaku korupsi di hadapan publik. Dipermalukan dan dikucilkan oleh masyarakat merupakan konsekuensi yang sekiranya adil diterima oleh para penjahat sekelas koruptor. Dengan hukuman seperti ini diharapkan menimbulkan efek jera bagi koruptor. Selain itu, museum ini juga dibuat sebagai pusat informasi tentang semua hal yang terkait dengan korupsi. Sehingga, MPK yang dibangun selayaknya kebun binatang ini, diharapkan bisa menjadi sarana rekreasi (wisata korupsi?) dan edukasi bagi masyarakat.


Pada akhirnya, menyelesaikan permasalahan korupsi itu ibarat mengurai benang sekusut-kusutnya. Sulit, namun belum tentu tidak bisa. Dengan semangat persatuan dan kesatuan seluruh masyarakat Indonesia, saya yakin penyakit korupsi ini bisa diselesaikan dan bangsa kita berangsur-angsur pulih dari keterpurukan. Oleh karena itu, saya akhiri tulisan ini dengan mengajak teman-teman generasi muda dan seluruh masyarakat Indonesia untuk mari kita kepalkan tangan ke atas dan berteriak: BERPERANG MELAWAN KORUPSI!


http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/744/Made%20Bhela%20Sanji%20Buana.html

Tuesday, October 2, 2012

Cerita tentang DUA

Mulai dari mana?


Entahlah, ini memang sangat pelik, rumit dan penuh misteri. Persetan buat engkau yang membaca tulisan ini. Ini jelas-jelas tulisan yang ditulis bukan untuk kalian baca, tapi apa yang ingin aku tulis. Jadi daripada menyesal untuk kesekian kalinya, sebelum membuat tidur anda tidak nyenyak, sangat direkomendasikan untuk membaca tulisan saya yang lain, yang sekiranya lebih berguna dan beradab buat kalian. Mungkin terkesan bego dan sangat tidak ada jelas-jelasnya. Tanpa awal, tanpa akhir dan penggunaan tata bahasa yang (sengaja) rancu, dan semakin rancu merancau. Ego jiwa terbakar yang membuncah secara jumawa tanpa kontrol perundang-undangan tumpah meruah di tulisan ini. Yang jelas, ini tulisan ditulis (baca: diketik) di sebuah alam berbeda, sebuah dunia sempurna, sebuah semesta yang menyatukan, sebuah dimensi yang  -hanya- ada aku dan kamu. Ya! KAMU


Kisah ini terlalu indah, bahkan seorang berandalan bertattoo berpiercing punk perkasa pun dijamin akan meneteskan air mata, bukan cengeng bin menye-menye tapi hanya terlalu manusiawi.


Rasa ini sulit diungkapkan, kita mulai dari sebuah pertemuan jiwa, berbakar, berkasta, berkelas, berbelok-belok, penuh dialektika cinta dan intriks. Aku dan kamu bertemu begitu saja, tanpa disengaja, tidak mungkin merekayasa dan sangat boleh dipercaya bahwa ini adalah jalan Tuhan. Tapi pertanyaan kemudian, mengapa Tuhan memberi kisah ini tanpa memberikan solusi? Sebegitu jahat-kah Tuhan kepada aku dan kamu?  Kenapa ini penting? Ya penting bagi kita (baca: aku dan kamu). Selama ini kita bisa berbuat apa saja bersenang hati dalam sebuah dimensi kecil, sebuah tempat dimana tulisan ini ditulis sepenuh jiwa plus sepenuh hati.


Oke, aku sayang kamu. Klasik, dan ternyata tidak bisa berhenti sampai disitu. Pertanggungjawaban kita untuk kata-kata itu membuat rindu dan sekarang bahkan menjadi candu. Adi Tresna Bli. Damn! Itu membuatnya semakin manis, menarik-narik, terikat, semakin kencang, hingga meningkatkan kadar glukosa, mabuk dan akhirnya terpasung dalam mimpi indah seindah-indahnya mimpi.


Pelik. Sebuah terminologi yang cocok buat kisah ini. Sangat manusiawi dan bergejolak. Entahlah, apa yang kita rasa, apa yang kita bina, apa yang kita jujur, apa yang kita selesaikan. Abstrak keriting selayaknya rambut keriting tapi menawan berjibaku berwibawa.


Tak banyak bisa diceritakan, sulit, ringkih, alunan melodi yang mengalun meneteskan berbuih-buih air yang berdampak akhirnya kepada banjir lokal tak tahu arah jalan pulang.


Labirin. Apa kita sedang dilabirin? Perbedaan ini memang penuh pengorbanan. Korban suci yang tulus ikhlas? Entahlah, tak bisa dimiliki, tak bisa dihindari.


Tidak banyak yang bisa dilakukan, selain merapihkan setiap lembaran-lembaran, frame demi frame dalam sebuah dokumentasi. Sementara, hanya bisa itu.


KOMUNIKASI, ya ternyata hampir semua bisa diselesaikan dengan komunikasi. Interaksi yang selalu terjalin kita bungkus dengan apik dan taburkan bumbu-bumbu pembelajaran hidup kita sebagai bekal masa depan. Cuma bisa itu?


Ah sudahlah, sementara itu dulu. Telah terjadi banyak godaan dari skype yang membuat rindu. Webcam sebagai penjara dan bayang-bayang di screen laptop Toshiba-lah tampak seonggok orang itu. Orang inilah TERSANGKA dalam kisah ini! KAMU! DUA!

Monday, September 24, 2012

Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II

Masyarakat Hindu di Indonesia memiliki kesenian dan budaya yang berbeda di masing-masing wilayah. Karena masyarakat Hindu yang kontekstual menyesuaikan dengan lokalitas dan tradisi pada masing-masing tempat. Oleh karena itu, untuk menghimpun dan mengapresiasi setiap ekspresi seni dan budaya di seluruh wilayah Indonesia, Kementrian Agama RI Dirjen Bimas Hindu menyelenggarakan Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II yang pada tahun ini ditunjuk Yogyakarta sebagai tempat perhelatan acara bertaraf nasional ini.


Festival Seni Budaya Keagamaan Hindu Tingkat Nasional II di Yogyakarta pada hari selasa-jumat, 25-28 Sptember 2012 ini diikuti oleh perwakilan dari 16 provinsi di Indonesia,

Friday, September 21, 2012

Anak Muda Hindu Harus Eksis, Kritis dan Romantis!

*ini merupakan esai yang ditulis untuk acara diskusi "Eksistensi Intelektual Muda Hindu dalam Membangun Bangsa" pada Dies KMHD UGM yg ke-29 Hari Sabtu, 22 September 2012 di Gelanggang Mahasiswa UGM. Download versi PDF disini *


Om Swastyastu


“Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma”


Tidak sulit dimengerti bahwa kita sebagai pemuda hindu sering dihadapkan pada permasalahan menjadi minoritas di sebuah lingkungan baru yang berjarak puluhan bahkan ratusan kilometer dari kampung halaman untuk mengejar cita, menimba secercah ilmu atau juga mencari pundi-pundi kehidupan. Pemuda hindu dihadapkan pada sebuah kondisi dimana seringkali keadaanya sangat berbeda dari lingkungan daerah asal. Perbedaan kondisi yang bisa disaksikan di lingkungan rantau menyebabkan kita merasa menjadi orang “aneh” dan paling berbeda dari yang lain.

Sisi Gelap sebuah Pulau Surga


Cover Buku Pandora Bali


  • Judul              : Pandora Bali : Refleksi di balik Gemerlap Turisme

  • Pengarang      : Nyoman Sukma Arida

  • Penerbit          : Pustaka Larasan, Denpasar

  • Tebal               : xix + 166 halaman

  • Cetakan          : 2012


Kotak Pandora, istilah itu yang digunakan oleh Bli Sukma untuk menggambarkan kondisi Bali sekarang ini. Seperti diketahui, Pandora adalah sebuah kotak yang jika dibuka akan melepaskan malapetaka di dunia, rasa sakit, keserakahan, kesengsaraan, penyakit, dan sebagainya. Diharapkan buku ini memang menjadi ajang untuk menyurakan jeritan hati Pulau Bali ditengah-tengah hingar bingar dunia pariwisata.

Sunday, April 29, 2012

Festival Kota Gadjah Mada 2012


Gencarnya kampanye mengenai pembangunan berkelanjutan (sustainable development) di berbagai belahan dunia seolah menjadi angin segar yang mampu mematahkan paradigma pembangunan konvensional, business as usual. Dahulu, sejak manusia mengenal cara mengelola sumber daya alam dengan teknologi, menyebabkan dunia terlalu dipuaskan oleh keuntungan ekonomi meski mengabaikan aspek sosial dan ekologi. Alhasil berbagai masalah global seperti deindustrialisasi di negara-negara Eropa (pasca revolusi industri) dan Krisis Ekonomi Asia pada 1997, menyebabkan terjadinya banyak konflik sosial dan krisis lingkungan, diikuti dengan imbas nyata berupa perubahan iklim. Fenomena semacam ini membuat kondisi masyarakat terutama di perkotaaan, menemui kegagalan dalam menciptakan kehidupan yang manusiawi (humanis). Pandangan terhadap pentingnya peran kota dalam mewadahi setiap  aktivitas dan interaksi penduduk, serta kemampuannya untuk merangkul dan berlaku adil pada semua kalangan secara menyeluruh baik dari aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan hidup; melatarbelakangi diselenggarakannya rangkaian acara Festival Kota Gadjah Mada (FESTAGAMA) 2012.

Thursday, April 19, 2012

Dilematis Pariwisata di Pulau Dewata

Pariwisata merupakan sektor primadona pada setiap daerah di dunia. Sektor ini bisa menjadi penggerak berbagai sektor lainnya (multiplier effect). Indonesia sebagai negara yang memiliki panorama keindahan alam, letak geografis yang strategis, tanah yang subur, keanekaragaman suku budaya serta terdapat berbagai flora dan fauna yang tersebar di seluruh pulau, tentunya memiliki prospek yang cerah dan peluang untuk dikembangakan


Salah satu pulau yang terkenal dengan sebutan “Pulau Dewata” di Indonesia, yaitu Pulau Bali adalah salah satu Pulau yang sudah menjadi destinasi pariwisata dunia dengan mendatangkan wisatawan dari berbagai belahan dunia dan menunjukkan terjadinya peningkatan kunjungan setiap tahunnya yang cukup signifikan. Budaya dan kesenian yang unik serta panorama alam Pulau Bali menjadi daya tarik tersendiri bagai para wisatawan untuk menikmati liburan di Pulau Bali.

Tri Hita Karana dalam Perencanaan Kota

Kota sebagai pusat kegiatan umat manusia yang menjadikannya sebagai simbol peradaban sangat terkait dengan tranformasi sosial masyarakatnya. Gejala sosial yang muncul dalam masyarakat berperan signifikan dalam pembentukan sebuah kota. Oleh karena itu, dalam proses perencanan kota diperlukan adanya analisis aspek sosial masyarakat terkait dengan budaya dan kearifan lokal masyarakat setempat. Kearifan lokal yang melekat pada setiap aktifitas masyarakat menjadikan suatu karakteristik dan keunikan tersendiri bagi daerah tersebut dalam proses perencanaan kota.

Saturday, March 3, 2012

Ada apa dengan Indonesia?

Setiap hari kita disuguhkan aneka ragam pemberitaan media tentang potret wajah murung bangsa kita, Indonesia. Korupsi, diskriminasi, fasisme, konspirasi, kekerasan, kemunafikan, dan pemberitaan berlebihan atas carut-marut bangsa, seakan sudah menjadi menu harian kita semua. Belum lagi menjamurnya acara infotainment yang menyebalkan tentang kehidupan selebritis, atau banyak sinetron ‘bodoh’ yang hanya mengejar rating iklan tanpa memberi arti bagi para penonton setianya, tak jarang kekerasan menjadi semacam ‘wajib tayang’ pada setiap adegan demi adegan, yang tragisnya dinikmati adek-adek kecil kita. (Damn! Sedari dini, adek kita sudah ‘dibajak’).


Thursday, February 9, 2012

Kisah Kerja Praktek (Minggu II)



Pada minggu kedua, yaitu mulai hari Senin, 30 Januari 2012. Kita berkesempatan ikut dalam rapat internal oleh External Advicer dalam tim WJP-MDM (West Java Province Metropolitan Development Management) mengenai persiapan launching TIM WJP-MDM pada awal bulan depan. Rapat ini berisikan tentang pembahasan mengenai pemantapan materi dari WJP-MDM, membahas bagaimana mempresentasikannya, pematangan konsep pengembangan metropolitan, skenario pengembangan dan pertimbangan-pertimbangan lainnya sebagai substansi dalam pengembangan kawasan Metropolitan di Provinsi Jawa Barat. 




Selanjutnya, kami mendapat penugasan untuk membuat struktur kelembagaan pemerintah daerah Jawa Barat, untuk memperjelas posisi struktural dari WJP-MDM itu sendiri. Pada hari Selasa, 31 Januari 2012 kami langsung mempresentasikan tentang pemahaman kami tentang struktur pemerintahan Jawa Barat. Berlangsung diskusi interaktif dengan tim WJP-MDM mengenai posisi struktural dalam pemerintahan Provinsi Jawa Barat. 

Tuesday, January 31, 2012

Kisah Kerja Praktek (Minggu I)








Tim KP WJP-MDM Dari kiri : Dendy, Made(saya), Nazril, Ragil, Aryok



Terhitung sejak tanggal 25 Januari 2012 sampai sebulan kedepan saya mengikuti Kuliah Praktek dalam pemenuhan mata kuliah saya untuk S1 Perencanaan Wilayah dan Kota UGM di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat. Dengan sub-divisi bidang fisik, yaitu BKPRD (Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah). Namun dalam perjalanannya, dari pihak bidang fisik-Bappeda merekomendasikan kami untuk ikut dalam kegiatan fasilitas percepatan implementasi pembangunan infrastruktur strategis di 3 PKN dan PKN Provinsi di Jawa Barat melalui West Java Province Metropolitan Development Management (WJP-MDM). WJP-MDM terbentuk sejak bulan Februari 2011 untuk percepatan pembangunan kawasan metropolitan di Provinsi Jawa Barat. Tim WJP-MDM mempunyai tugas merumuskan, mengkoordinasikan, mengharmoniskan dan memantau program pengembangan metropolitan Bandung Raya, Bodebek dan Cirebon, serta mewujudkan PKNp Pelabuhanratu dan PKNp Pangandaran secara terintegrasi, terpadu dan berkesinambungan.

Saturday, January 28, 2012

Kembalikan hijau! Hijaukan!

How green are u? 
Mungkin itu kalimat Intro dari postingan saya kali ini. Begini, ditengah isu carut-marut bangsa kita, korupsi, diskriminasi, konflik agama, kriminalitas dan atau apapun lagi isu-isu di sekitar kita, mari kita menengok ke arah pohon-pohon di pinggiran jalan, rumput yang bergoyang dengan romansa irama kota beserta kebusukannya. Pohon yang malang, pohonku sayang..

Coba renungkan, bagaimana rintihan pohon-pohon atau tanaman lainnya yang diberanguskan akibat dari ‘pemaksaan’ oleh manusia, akibat konversi lahan besar-besaran oleh penguasa modal dalam rangka perluasan ‘lahan usaha’ untuk meningkatkan perolehan pundi-pundi rupiahnya untuk dinikmati keluarganya dan tragisnya terkadang menjadi sebuah persembahan untuk pihak asing. Damn! Kita dari kecil sudah diajarkan ‘menyembah’ uang, berpikir kapitalis dengan mengorbankan lingkungan. “Babatlah hutan! Dan kau akan kaya!”


Sejatinya, tumbuhan juga seorang makhluk hidup yang diciptakan oleh tuhan dalam fungsinya sebagai penyeimbang kehidupan. Dan kita sebagai manusia, yang diberi kelebihan kemampuan berupa pikiran. Tentunya kita sebagai manusia yang bertugas untuk pengelolaan kelangsungan hidup tumbuhan-tumbuhan itu atau alam dalam konteks lebih besar. Ini bukan tidak penting, dan akhirnya menjadi sangat penting, ketika kita sebagai manusia tidak menghargai saudara kita. Dalam konsep “Tat Twam Asi”, yaitu Aku adalah Kamu. Dalam pengertian saya, kita sebagai makhluk ciptaan tuhan adalah sama, dalam artian kesimpulannya, kita bersaudara dengan tumbuhan dan atau lingkungan. Apapun yang kita lakukan kepada tumbuhan, ‘dia’ pun akan melakukan yang sama kepada kita.  Sama-sama sebagai ciptaan tuhan yang mempunyai tugas untuk ‘mewarnai’ dunia. Begitu mungkin ya, anda pikir ini aneh?

Dan percayalah, apapun yang kita lakukan terhadap alam, alam pun merekam dan melakukan ‘pembalasan’ kepada kita. Sudah jelas, bencana alam yang terjadi trakhir ini merupakan ‘teguran’ oleh alam. Alam merasa ‘terkhianati’ dan kita sebagai manusia belum sadarkah?

Friday, January 20, 2012

Hello world!

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Tuesday, January 3, 2012

Semangat Nasionalisme dalam Keberagaman

Hiduplah Indonesia Raya
Seperti yang kita tahu, isu-isu ‘agama’ sedang marak di Indonesia. Sering kita semua lihat di media tentang terjadinya kekerasan, diskriminasi, fanatisme berlebihan dan aksi-aksi lain dengan mengatasnamakan dirinya ‘pembela umat’, ‘pembela tuhan’ atau apalah sebutan yang lainnya. Sering saya bertanya, apakah benar mereka ber-agama? Bukannya semua agama mengajarkan umatnya tentang perdamaian, anti-kekerasan? Setahu saya, yaitu: kasih sayang, kebenaran, kejujuran, kesetiakawanan, kebersamaan, kedamaian, kebajikan dan nilai-nilai lain yang universal ada dalam setiap agama. Nilai inilah yang seharusnya lebih ditonjolkan supaya kita bisa menumbuhkembangkan kebersamaan sosial untuk kedamaian dunia. Kalau benar mereka beragama, nah terus apa fungsi agama? Apa gunanya rajin sembahyang, tapi tidak menghargai mereka yang ‘lain’,intoleransi terhadap umat agama lain, diskriminasi terhadap kaum minoritas, meng-halalkan-kan kekerasan, atas alasan pembelaan ‘kebenaran’.

Ah, Katrok! Apalagi kita hidup di sebuah negara yang plural, multi-kultural, dan berideologi PANCASILA. Kita ini warga negara Indonesia, sebuah negara yang menjunjung tinggi PANCASILA sebagai acuan setiap gerak-gerik hidup warga negara. PANCASILA adalah naskah yang paling ‘tinggi’ di Indonesia. Pun kalau kita mau jadi warga negara Indonesia yang baik. Saya yakin, Founding Father kita merumuskan pancasila untuk upaya persatuan dan kesatuan seluruh warga negara Indonesia. Karena kita bukan Arab Saudi,  yang mempunyai ‘keseragaman’, sedangkan filosofi Indonesia adalah “Tampak Beda, tapi Sesungguhnya Satu!” yang merupakan hasil dari keberagaman Sumber Daya Alam, letak geografis, dan budaya kita.

Satu Tanah Air, Satu Bangsa, Satu Bahasa itu sumpah kita sebagai pemuda Indonesia. Ah, seharusnya ditambah dengan 1 point, yaitu Satu Hukum Persatuan, Hukum Nasional Indonesia.. Hehe. Tapi memang dualisme hukum yang terjadi di Indonesia, yaitu Hukum Nasional dengan Hukum dogma-dogma agama, takutnya bisa memecah bangsa kita. Diperlukan satu pengakuan tentang Hukum Indonesia, yang sesuai dengan Ideologi Pancasila. Untuk antisipasi pemasukan dogma-dogma agama. Menurut saya, ketika dogma-dogma agama tertentu masuk ke jajaran hukum dan ada upaya ‘konversi’ umat disana. Takutnya ini akan menjadi semacam bom waktu yang bisa meledak pada waktu tertentu. Tentu kita ingat, runtuhnya kejayaan Kerajaan Majapahit? Yes! Saya harap sejarah tidak berulang.. Jangan mengulangi kesalahan yang sama!

Bung Karno pernah mengatakan “Bangunlah suatu dunia dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”. Saya mengartikannya dengan, Nasionalisme kita bukan sekedar nasionalis sempit, tapi nasionalisme yang tetap dalam kerangka besar Internasionalisme. Yes! Ketertiban dunia! Kita menjaga hubungan baik negara-negara luar dengan siapapun. Tapi kita tidak mau dijajah dan dibodohi! Kita tentu tidak mau menjadi budak di rumah sendiri, di negeri sendiri, di Indonesia. Bung Karno juga mengatakan, “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri” Yap! Beliau benar sekali, kita menghadapi maling di dalam rumah kita sendiri.

Sayangnya Pemerintah Indonesia sekarang, seperti acuh tak acuh untuk hal-hal semacam ini. Beliau terlalu sering ‘prihatin’ dan cenderung bermain ‘aman’. Ini memang gaya politik bapak yang satu ini. Terlalu menimbang-nimbang, Plin-Plan, terlalu ragu-ragu untuk ketegasan seperti ini. Ah, apa yang ditunggu? Tegakkan keadilan! Junjung tinggi kebersamaan beragama! Amalkan Pancasila! Saya berharap, setelah ini muncul sosok presiden yang mengerti bahwa sebenarnya Indonesia di takdirkan menjadi negara pluralis. Hehe.. Yes! Im Gusdurian.. Beliau memang sudah mati, tetapi semangat pluralisme takkan pernah mati. Inilah tugas pemuda Indonesia. Kami datang untuk menentang, mendobrak tembok kekar. Membela yang terdiskriminasi, menegakkan Pancasila, untuk sesuatu hal yang dinamakan kedamaian keberagaman. Semangat Nasionalisme dalam Keberagaman. 

Monday, January 2, 2012

Tahun Baru, Harapan Baru dan Cinta!

Selamat Tahun Baru 2012

Akhirnya saya bisa kembali melakukan aktifitas blogging, setelah akhir-akhir ini sibuk dengan aktifitas perkuliahan, kampanye DPM, penghitungan suara PEMIRA UGM, surat-menyurat perihal Kuliah Praktek, KKN, dan banyak lagi. Bisa dibilang mobilisasi saya di bulan terakhir ini dikategorikan tinggi. Haha.

Persetan dengan kiamat 2012, ramalan suku maya dan sebagainya, yang jelas saya menyambut 2012 dengan suka cita, berharap di tahun baru ini lebih menantang, lebih baik dari tahun sebelumnya, banyak baca buku dan rajin menulis. Yes! Ini resolusi yang paling di tekankan. Semoga saya bisa meng’upgrade’ diri dengan giat dan tekun. Perbanyak diskusi, koleksi hari-hari produtif, dan untuk BLOG ini, setelah postingan ini, mungkin saya akan membuat postingan yang lebih “berisi”. Maksudnya substansinya jelas, berupa gagasan, ide, entah opini saya, resensi buku atau banyak lagi lainnya. Toh..BLOG ini memang saya buat untuk sarana BERTERIAK!! Berpendapat bebas, berkreasi merdeka se-indah-indahnya.. hehee..

Dengan hasil kerja keras, saya akhirnya bisa mendapat dukungan 399 suara dari civitas akademika UGM dalam perolehan suara untuk Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM). Hasil 399 suara berhasil meloloskan saya dalam perebutan kursi di DPM UGM. Tertinggi no.2 untuk perolehan suara dari DPM yang lain. Sedangkan di Partai, yaitu Partai Kampus Biru, saya adalah yang tertinggi. Partai Kampus Biru mendapat 3 kursi untuk duduk di parlemen DPM tahun depan. Sebanyak 1415 suara untuk keseluruhan Partai Kampus Biru menjadi peringkat 3 di bawah Partai Bunderan dan Partai Macan Kampus dengan total suara keseluruhan sekitar 11 ribuan.
Well, dipastikan untuk tahun baru 2012 ini, DPM masuk ke ranah timeline schedulle saya. Banyak lagi point-point penting yang membanjiri kalender. Wah, tahun ini bakalan seru. Dimulai sebentar lagi tanggal 9 dimulai Ujian Akhir Semester dan setelah itu ada Kerja Praktek di Bandung, Februari dan 1,5 bulan ke depan lah. Lumayan, bisa menjelajah Bandung beserta merasakan sensasi neng geulis nya. Haha..
Point penting lainnya, saya meng-kolaborasikan jabatan saya di organisasi kampus, selain tugas sebagai mahasiswa semester 6 yang semakin “berat” pastinya, yaitu Divisi Kreasi Seni di HMT-PWK, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Departemen Kajian, Penelitian dan Pengembangan di KMHD UGM, Ketua Bengkel Musik Wiswakharman yang akan menjadi warna-warni, dinamika dalam menelusuri bulan demi bulan di tahun baru 2012 ini.

Tahun 2012 ini memang tahun yang akan penuh warna-warni kehidupan saya sebagai mahasiswa. Penuh harapan saya di tahun baru ini. Ah, semoga bisa lebih baik di tahun ini. Mungkin kalimat “Simple Living, High Thinking” saya pake jadi tagline tahun baru 2012 ini. Banyak membaca dan rajin menulis menjadi pokok inti dari resolusi saya di tahun 2012. Semoga proses pembelajaran pendewasaan saya bisa berjalan mulus di 2012 ini. Akan banyak terdapat tantangan disini, diskusi, negosiasi, konflik, perbedaan pendapat, kreatif, demokrasi, seru, dinamika, penempaan mental, untuk yang lebih baik di terus-terus di tahun berikutnya.

Dan untuk resolusi dalam konteks cinta? Ah kita bahas dalam forum lainnya. Ga mungkin ditulis di BLOG, haha ini bukan konsumsi publik seperti kebanyakan selebritis di TV. Damn! Mereka menjual “kisah hidupnya”.
Semoga aku, kamu akan menjadi kita, cinta....! Ahh......