Sunday, December 18, 2011

Tentukan Pilihanmu, bergegaslah ke TPS terdekat!

"Bad Leaders are elected by good citizens who do not vote"
Made Bhela Sanji Buana
Calon DPM No.1 Partai Kampus Biru

Pilihanmu adalah masa depan UGM..
1 suara sangat menentukan perubahan UGM..
Almamater yang telah menjadi cinta abadi di benak kita..
Takkan terlupa, takkan terganti...

Karena cinta, kami ada. 
Untuk negeri, mengabdi tiada henti.
Untuk kampus, kontribusi tanpa putus. 
Di hatiku, ada UGM. Cintaku di Kampus Biru ;)

Testimonial MadeBhela untuk DPM UGM



Yang terhormat para Badan Pengawas Pemilihan Raya Mahasiswa (BANWASRA) yang lagi bertugas. Iya saya tau masa kampanye memang sudah berakhir. Pada postingan kali ini saya cuma merangkum beberapa testimoni via twitter tentang saya, dengan mention @madebhela. Tidak bermaksud untuk melanggar prosedur yang sudah ditetapkan. Terimakasih sebelumnya, semoga terwujud PEMIRA yang jujur dan adil. Selamat berpesta demokrasi ;)





arditamasandy Erisandi Arditama 
Vote @madebhela, sosok multitalenta yg pluralis, berkarakter proaktif, dan berimaji kreatif :)

SenaEka sena hanafi 
Selamat berjuang buat sdr. @madebhela ,buktikan bahwa UGM adalah kampus plural,bukan singular,cemungudh eap kakak :D

kampusbiru Twit Kampus Biru UGM 
#FF @madebhela | salah satu calon DPM yg pluralis dan kreatif!!

mzaenuddin Muza 
#FollowFriday : @madebhela Calon DPM UGM No.urut 1 dari Fakultas Teknik UGM #KampusBiru. Pluralis, Proaktif, Kreatif!

ngurahsaka NGURAH SAKA 
Temen2 FEB UGM, mohon dukung saudara saya @madebhela untuk DPM UGM , no.1 dari partai kampus biru... Jangan lupa ya :)

indraryawan Indra Aryawan 
Pluralisme berdasarkan pancasila, itulah seharusnya UGM. Pilih DPM unv. Coblos no.1 @madebhela!

indraryawan Indra Aryawan 
Proaktif turun ke ranah bawah mahasiswa @madebhela. Nanti diajakin ngband loh m/(˘-˘)m/. No urut 1. Calon DPM unv. Serius!

kakakdika Andika Budiningtyas 
Pilih DPM Partai Kampus Biru No. Urut 1 @madebhela Pluralis, proaktif, kreatif. #MadeForDPM

kenan_ardito Kenan Ardito 
@madebhela seorang musikus hebat, saudara, temen debat dan sahabat.. Sy trmsk org yg paham dgn pikirannya.. Tegas dan Brilliant #MadeForDPM

kenan_ardito Kenan Ardito 
@madebhela sosok seorang DPM ada di dia, amanat tersebut berhak d panggulkan ke pundaknya.. merubah paradigma UGM menjadi indah #MadeForDPM


vianAntariksa Unknown 
@madebhela orgny asik,kreatif,proaktif, dan menjunjung tinggi pluralistik,jgn ragu utk milih Made No.1 utk DPM dri Kampus Biru #madeforDPM

kampusbiru Twit Kampus Biru UGM 
#FF bli @madebhela - calon DPM dari @kampusbiru, orangnya ganteng, asli dr Bali, mahasiswa Perencanaan Wilayah & Kota, Fakultas Teknik UGM..

kampusbiru Twit Kampus Biru UGM 
#FF [Ca-DPM KM UGM] @madebhela - makanya, PEMIRA UGM tanggal 20-22 Desember besok, pilih dia untuk DPM yg lebih berwarna!! ;)

dwihatmodjo Bagus Dwihatmodjo 
#FF @madebhela , dia asik, ngerti musik, kuliah juga rajin, calon anggota DPM UGM. Kalo ganteng sih masih gantengan saya kemana-mana,


Sunday, December 11, 2011

Frequently Asked Question By My Self



Siapa kamu?
Well, nama saya Made Bhela Sanji Buana. Lahir dengan sehat selamat sentosa di sebuah kota kecil di Bali bernama Negara (Really! It’s called Negara) pada tanggal 2 Juli 1991. Lahir dari seorang rahim ibu bernama Ni Putu Estiasih dan ayah saya bernama Wayan Sumpang.

Terus kamu mau apa?
Udah gila ya kamu? Ini kan lagi wawancara.. –“
*ooh

Kenapa pilih kuliah di UGM?
Karena UGM adalah Indonesia. Ya, karena UGM itu keren. UGM itu kumpulan orang-orang hebat. Kita semua ini adalah orang-orang yang terbaik dari yang terbaik. Saya ingin ‘berproses’ disini. UGM bisa dibilang sebagai proyeksi wajah masa depan Indonesia, dan suatu saat kita menentukan ‘mau dibawa kemana Indonesia kita?’. Beribu-ribu orang lulus SMA, ingin masuk di kampus yang ‘katanya’ kerakyatan (Ga tau sekarang masih kerakyatan tidak?). Inilah Kampus Biru. Saya berharap kampus ini bisa menjadi langkah awal saya untuk bisa menjadi orang yang lebih baik. Berguna bagi nusa dan bangsa.

Kamu kuliah jurusan apa?
Saya kuliah di Fakultas Teknik UGM, Jurusan Arsitektur dan Perencanaan, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK). Ilmu yang mempelajari tentang pengelolaan wilayah dan kota secara komprehensif dari multidisiplin ilmu untuk mewujudkan ruang yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. Better space, better living.

Anak teknik ya, kenapa terjun ke politik kampus?
Well, seperti yang dikatakan salah satu dosen saya, Prof. Bakti Setiawan, Perencanaan kota bukanlah kegiatan teknokratik dan teknis semata, yang bebas nilai dan kepentingan. Perencanaan kota merupakan proses yang sarat dengan benturan, konflik, negosiasi, dan mungkin konsesi antar berbagai aktor dalam kota. Nah, disini bukan cuma bicara masalah teknokratik, diperlukan adanya pengetahuan tentang politik. Berkaitan dengan pemenuhan kepentingan-kepentingan stakeholder. Point-point demokrasi menjadi penting disini. Mungkin ini salah satu alasan saya untuk belajar berdemokrasi dan terjun dalam politik kampus dalam kaitan pembelajaran politik yang bersih, sehat dan cerdas.

Kenapa anda mau jadi Dewan Perwakilan Mahasiswa? Dan kenapa saya harus memilih anda?
Begini ya dik, selama 2 tahun kuliah di UGM sejak 2009, saya melihat terjadi ke’monoton’an dalam organisasi kampus, baik itu lingkup jurusan, fakultas ataupun universitas. Yang seharusnya bisa mengakomodasi seluruh aspirasi mahasiswa, memberi ruang pada mahasiswa untuk berpendapat dan berekspresi. Saya melihat terjadi ‘eksklusivitas’ disini, tidak adanya hubungan yang sinergis antara badan eksekutif dengan mahasiswa dan tidak bisa mengayomi mahasiswa, mengakibatkan mahasiswa menjadi acuh tak acuh dengan kegiatan itu sendiri. ‘Mereka’ asik berorganisasi dengan cara sendiri dan ini berlangsung setiap tahun, seperti ada pola yang setiap tahunnya ya seperti itu, dan menyebabkan organisasi kurang dinamis. Entah, mungkin ‘mereka’ kurang pergaulan atau bagaimana, terjadi semacam pengelompokan satu jenis ideologi disini. Sempat saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya Karena kita Indonesia, Karena kita UGM!
Kepemimpinan ‘mereka’ menyebabkan mahasiswa menjadi apatis, tidak peduli. Dan ini terindikasi dari menurunnya jumlah pemilih PEMIRA tiap tahunnya. Ini justru mengamankan posisi ‘mereka’, karena sudah memiliki pemilih tetap dan solid. Walau badai menghadang, merapi meletus atau bagaimanapun si pemilih tetap dan solid sudah barang pasti memilih temen ‘sejenisnya’ lagi. Saya tidak tau ini merupakan salah satu bentuk regenerasi yang baik atau malah pembodohan. Haha.. Dan akibatnya jenis orang-orang itu terpilih lagi di tahun berikutnya. Terus seperti itu, hebat kan? Sampai kapan? Anda memperlakukan kami seperti kambing conge?

Oleh karena semua itu mengganggu tidur saya hampir setiap malam, saya putuskan untuk mencalonkan diri menjadi Dewan Perwakilan Mahasiswa, karena saya ingin mengoptimalisasi kinerja DPM UGM sebagai pelaksana Legislatif yang responsif dan proaktif mengakomodasi aspirasi mahasiswa UGM, memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang pro-mahasiswa UGM, menjunjung tinggi nilai – nilai plural kaitannya dengan UGM sebagai kampus majemuk, karena kita memang berbeda, tak usah disama-samakan. Kita Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, Unity in Diversity.
Selain itu, saya akan memperjuangkan kembali UGM menjadi kampus yang ”merakyat”, pengabdian terhadap masyarakat dan menggairahkan semangat temen-temen mahasiwa dalam berkreasi, akan menggiatkan kegiatan-kegiatan yang lebih memacu kreatifitas mahasiswa.

Kenapa Partai Kampus Biru?
Partai kampus biru, bukan sekedar partai. Ini adalah kumpulan orang-orang tampan dan cantik yang kritis dan cerdas. Dan karena saya tergolong orang tampan (dan sedihnya yang mengatakannya cuma saya sendiri), secara otomatis bergabung dalam Partai Kampus Biru yang namanya diambil dari Novel “Cintaku di Kampus Biru” karya Ashadi Siregar.

Ini partai unik menurut saya, semua jenis mahasiswa UGM ada disini. Selain dengan dari Fakultas yang bermacam-macam, hampis mencakup seluruh Fakultas di UGM, hobi juga berbeda, berlatar belakang budaya, bahasa, agama yang sudah jelas berbeda. Ya! Inilah UGM. Partai Kampus Biru adalah refleksi UGM. Dan UGM itu adalah Indonesia.. JAYA!

Hmm..terakhir. Coba sebutkan 3 kata?
PLURALIS, PROAKTIF dan KREATIF !

Thursday, December 8, 2011

Karena kita Indonesia, Karena kita UGM!


Kenapa judul postingan ini judulnya seperti itu? Karena memang kita warga negara INDONESIA dan kita kuliah di UNIVERSITAS GADJAH MADA. Kampus majemuk, kampus bhinneka, kampus plural yang [harusnya] mengajarkan bagaimana menghargai perbedaan. Kita semua berbeda dan tidak perlu ada upaya untuk menyama-nyamakan, karena kita semua menghargai perbedaan, karena berbeda itu indah. Dan coba renungkan sejenak, bagaimana indahnya sebuah perbedaan yang saling mengisi rongga-rongga kekosongan yang terdapat pada masing-masing.


Ini indah, damai, ini semua design dari Tuhan Yang Maha Esa. Pancasila juga menyebutkan pada sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, kita sebagai warga negara Indonesia, yaitu berbeda agama, suku, logat bahasa, perwatakan dan banyak lagi. Bhinneka Tunggal Ika. Betapa hebatnya para founding father kita di masa yang lalu sudah bisa mempersatukan Nusantara dari berbagai macam budaya dan sifat-sifat kedaerahannya. Dan kita terlahir dimasa sekarang, terlahir di atas tanah air tercinta yang kita sebut INDONESIA. Jadi mungkin begini ya. Kita Indonesia! Kita UGM! dan harusnya setelah itu ada Kita berbeda-beda! Dan kita bangga! Dan KITA BISA!!!! *yang ini dengan teriak scream ala penyanyi band metal m/


Itu diatas sebenernya cuma abstraksi otak saya atau rancauan rancu dari sedikit pemikiran 'aneh' saya di sore ini, setelah lelah kampanye hari ke-2, kenalan dengan banyak orang, mendengar keluhan dari temen-temen, mendengar aspirasi mahasiswa UGM dan secara langsung saya bisa mengumpulkan dalam satu kotak harapan untuk perubahan. Harapan untuk mendobrak tembok kekar (mungkin) untuk perubahan yang lebih baik pada kampus kita ini.


Jadi begini, agak sulit ya mengungkapkannya, namun saya akan coba. SAYA BISA!!! *ini juga dengan teriak ala band scream emo.. *ga penting *abaikan *plak *malah jadi kaya twitter gini..


UGM itu merupakan representasi dari INDONESIA dalam konteks ini keberagaman mahasiswanya yang menimba ilmu di UGM. Jadi kita sebagai mahasiswa adalah bisa dikatakan sebagai proyeksi Indonesia di masa depan. Namun, dalam proses pembelajaran organisasi di kampus sering kita menghadapi dilema yaitu ke'homogen'an. Maksud saya begini, suatu organisasi dari ketua sampai jajaran stafnya 'dikuasai' oleh golongan 'itu' saja. Satu jenis!. Tiap tahunnya mereka membuat pola-pola kegiatan untuk mengakomodir kepentingan golongannya saja. Mereka bersenang-senang dengan cara 'mereka' saja. Dan regenerasi yang 'bagus', membuat tahun depannya lagi, ya seperti itu lagi. Orang-orang yang mempunyai 'ideologi' yang sama berkumpul dalam suatu kumpulan dan menganggap orang yang tidak ikut mereka adalah orang yang 'apatis', 'autis' atau tidak peduli. Tragis. Mahasiswa yang 'lain' juga berhak untuk diberi ruang dalam berkreasi dan ingin berpendapat, ingin beraspirasi. Jadi itung-itungan kasarnya kita disini semua belajar menjadi warga negara Indonesia yang baik, menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan teteup harus yang utama berlandaskan Pancasila. PANCASILA.


Sebenarnya, kita semua bukan tidak peduli atau bagaimana, lebih tepatnya mungkin sudah capek. Sudah cepek menebak pola-pola tiap tahunnya yang seperti itu. Kepuasan mahasiswa seharusnya berbanding lurus dengan antusiasm mahasiswa dalam menentukan pilihan pemimpin yang baik (dalam konteks ini, PEMIRA). Namun,  yang terjadi penurunan jumlah pemilih/voters dalam PEMIRA tiap tahunnya. Apa yang salah? Ini UGM bung, kampus orang-orang berpikiran global, kampus yang menjunjung kearifan lokal, kampus yang sekiranya bisa menerapkan konsep demokrasi sejak pembelajaran pada politik kampus.


Oke, saya menulis ini hanya untuk curahan hati saya dan temen-temen mahasiswa yang sudah capek. Ya capek ngetik, mau mandi dulu biar seger.. *apa hubungannya? *abaikan


Mari renungkan bersama, resapi dan coba untuk kritis menganalisis permasalahan seperti ini. Sebelum kita menyelesaikan permasalahan bangsa. Dimulai dari yang paling kecil. Yuk..! :)


Hidup MAHASISWA GADJAH MADA!
Cintaku mengabdi negeri...
Cintaku di kampus biru..
Untuk hiduplah Indonesia Raya..




Sunday, December 4, 2011

Belajar Berdemokrasi di Kampus Biru, Universitas Gadjah Mada


Sebentar lagi civitas akademika Universitas Gadjah Mada merayakan perhelatan akbar pesta demokrasi Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) UGM, yaitu merupakan Pemilihan Presiden Mahasiswa (Presma) 2012, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dalam lingkup Universitas. Suatu proses pembelajaran demokrasi untuk memilih pemimpin mahasiswa dan legislatif secara langsung dari seluruh civitas akademika UGM.

Ini merupakan salah satu agenda tahunan dalam proses pembelajaran demokrasi kita sebagai mahasiswa sebelum terjun langsung dalam dunia politik yang sebenarnya. Saya pikir ini sangat menarik, ini merupakan “simulasi”nya PEMILU/PILKADA. Tidak berlebihan dianalogikan Presma sebagai Presiden RI, atau DPM adalah DPR RI.

Rentetan acaranyapun dibuat sedemikian rupa, sehingga memang seperti PEMILU pada sebenarnya. Ada debat capres, penyampaian visi-misi, aksi kampanye yang tak kalah menarik, bahkan kita sebagai mahasiswa lebih kreatif dalam aksi-aksi kampanye untuk menarik massa, meyakinkan pemilih dan lain sebagainya. Kita belajar politik sehat, bersih dan kreatif disini. Di sudut-sudut kampus terpajang foto-foto para calon presiden ataupun caleg (DPM) lengkap dengan logo partai, visi misi, jargon-jargon politik, quote-quote yang bisa menarik perhatian, baik itu akhirnya ada timbul kesan elegan, rapi, nyeleneh, norak, alay, narsis atau malu-maluin banget. Ya sah-sah saja, menurut kita, berbicara soal demokrasi adalah tentang kebebasan berekspresi, berpendapat dan memilih.

Kampus UGM, sebagai kampus yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa dari berbagai penjuru indonesia, mungkin dunia dengan berbagai latar belakang, agama, suku, budaya dan sebagainya adalah kumpulan orang-orang pilihan yang tentu saja hebat. Kita ini orang hebat berada di dalam lingkungan yang hebat, bersaing dengan orang-orang hebat, dengan dosen-dosen yang hebat. Ini sebuah kesempatan emas untuk kita untuk bisa menjadi orang yang ‘lebih’ hebat. Apa tidak merasa sayang dan percuma, ketika kita bisa kuliah di UGM, kampus hebat, namun hanya mengejar suatu yang dinamakan Indeks Prestasi (IP). Saya bukan orang yang sok tidak peduli IP. Ya! Saya setuju IP memang penting. Ya, itu salah satunya yang membuat orang tua kita menangis haru pada saat wisuda dengan ketika dipanggil nama kita dan berpredikat “Cum Laude”. Siapa yang tidak bangga dengan anaknya yang “Cum Laude” di Universitas yang hebat ini? Itu manusiawi sih. Saya juga pengen. Hee..

Kuliah di UGM bisa dikatakan sebagai representasi dari Indonesia, tanah air kita tercinta. Kita berkumpul disini dari berbagai daerah dengan ciri khas perwatakan, budaya dan logat bahasa yang berbeda, bhinneka, beragam. UGM bisa mempertemukan orang aceh dengan orang papua yang secara geografis jarak kedua daerah ini sangat jauh. UGM adalah Indonesia. Sebelum terjun dalam kehidupan sebenarnya, yaitu Indonesia, ataupun Dunia dalam lingkup global, karena kita hidup pada zaman globalisasi, kita belajar dulu berdemokrasi dalam lingkup kampus dulu. Sebelum menaklukkan dunia, taklukkanlah UGM. Kita bisa belajar berdemokrasi disini, kita belajar berpolitik disini. Tentu saja berpolitik yang sehat.

Tentu kita sering mendengar carut marut dunia perpolitikan kita di Indonesia dari media. Bagaimana praktek-praktek korupsi dari elite-elite partai dan sebagainya, penyelewengan kekuasaan, penghianatan mandat dari rakyat, DPR yang seharusnya menjadi wakil rakyat namun bertindak semena-mena ketika duduk di kursi empuk parlemen. Nah sampai kapan seperti ini? Apakah tidak merasa aneh kita hidup di tanah yang “kaya”, namun masih banyak rakyat yang belum sejahtera? Apa yang salah dengan bangsa kita?

Mahasiswa adalah proyeksi masa depan Indonesia, pada pundak kita digantungkan oleh masyarakat secercah harapan untuk Indonesia yang lebih baik. Universitas adalah pabrik sumber daya manusia (SDM), dari kampus akan dihasilkan orang-orang hebat yang ahli pada bidang ekonomi, sosiologi, politik, hukum, dan teknik. Kita lah para intelektual yang nantinya menjadi fondasi berdirinya suatu bangsa. Suatu saat, kita akan menjadi Presiden dan Legislatif yang bertanggung jawab untuk membenahi dan membawa Indonesia tercinta ini kearah yang lebih baik.

Jadi, tunggu apalagi yuk belajar berdemokrasi di kampus biru, untuk UGM yang jaya dan hiduplah Indonesia Raya. Dan jangan lupa untuk menggunakan hak pilih pada Pemilihan Raya Mahasiswa 20-22 Desember 2011. Bad Leaders are elected by good citizens who do not vote.

Selamat memilih dan selamat berdemokrasi..

HIDUP MAHASISWA INDONESIA!!





                                                                                            Saya ambil judul tulisan saya diatas dari judul tulisan yang dibuat oleh Muhammad Khotim Jurusan Ilmu Komunikasi, FISIPOL UGM  berjudul Belajar Berdemokrasi di Kampus Biru yang dimuat di Kompas, 8 maret 2011.